84 Kuda Bersaing di Final Danrem Cup

oleh -55 views

Gadis Villa, King Ramadhan, Pangeran dan Bintang Nagari Diunggulkan

SUMBAWA BESAR, SR (25/10/2015)

Sebanyak 84 kuda pacuan akan bersaing untuk menjadi yang terbaik di babak final Perlombaan Pacuan Kuda “Danrem Cup” yang digelar di Kerato Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Minggu (25/10) pagi ini. Lolosnya puluhan kuda ini hingga ke babak puncak setelah berhasil masuk tiga besar pada babak semi final yang berlangsung, Sabtu (24/10) kemarin. Tentunya tensi ambisi perebutan gelar juara semakin meningkat karena yang bersaing saat ini adalah kuda-kuda unggulan dan terbaik di kelasnya. Beberapa kuda yang difavoritkan untuk meraih juara di antaranya dua saudara sekandang, Gadis Villa dan King Ramadhan milik Dr H Zulkieflimansyah, Bintang Nagari milik Danrem 162 Wirabhakti Mataram, Kolonel CZI Lalu Irhan Srigede, Ratu Quin milik HM Izzul Islam (mantan Bupati Lobar), serta Ratu Ayu dan Putri Ayu milik Sania Bima. Ribuan pasang mata akan menjadi saksi kehebatan kuda-kuda yang sarat prestasi ini. Tentunya kuda tersebut harus memberikan bukti dari kebesaran namanya.

Untuk diketahui, babak semi final yang berlangsung kemarin, sangat seru. Kuda yang turun arena adalah para jawara yang telah berjuang sejak putaran pertama dan kedua. Pada Kelas PEMULA di Ren I, Jablay membuka kemenangan. Kuda milik Jack Sernu Sumbawa ini mengalahkan Gadis Brang Kolong (Edi Kalampa Woha Bima), dan Laras milik Irma Ramdani asal Kota Bima. Selanjutnya Ren II, Magnum 2 milik drh Evi Dianawati Sebewe mengalahkan Soimah (Buyung Sebewe).

Pacuan Final angin lautDi Kelas TK, Ren I, Kotak Hitam (drh Khairul Jibril KSB) menjadi yang tercepat meninggalkan saingan beratnya, Nona Sumbawa (Wiwik Safitriani Lape) dan Ratu Jorda (Arirendra SPt Lape). Ren II, Pangeran milik Doktor Zul masih tetap perkasa. Mengekor di belakangnya Generator (Syaiful SE PLN Cabang Bima) dan Restu Ratu milik Robin Sebewe yang berada di urutan ketiga.

Kemudian Kelas OA, Lala Sribanong mencatat namanya di urutan pertama pada Ren I. Kuda milik Mukhsin Malili ini mampu mendahului Tongkat Pujangga (Osaki Muer), dan Bintang Road (Syafruddin Sekdes Sengkal). Ren II, Kunanti milik Bidan Tati Sabang Moyo Utara tak terkejar Silver kuda unggulan milik Iin Devan Suntu Kota Bima yang berada di belakang bersama Bintang Perkasa (Sakila Kerato Sumbawa).

Beralih ke Kelas OB, Ren I, Parewa Junior milik HM Izzul Islam Mataram (mantan Bupati Lobar) meninggalkan Neng Ayu (Drs Mursalim Labuan Sumbawa) dan Julia (Jaya S.Sos Muer). Ren II, Salju milik Heru Satria Ramdani Brang Bara Sumbawa, unggul dari Bintang Mas (Soni Juki Lambu Bima), dan Kinanti (Mr Lae Kota Bima).

Kelas HARAPAN A, Ren I, Cahaya (Niko Kota Bima) melesat cepat meninggalkan Sang Ratu (Hasrianti SE Jayapura Papua), dan Barongsai (Iqbal Sumbawa). Ren II, Payung Mas tak kalah cepatnya. Kuda milik Muksin Sebewe mampu meladeni sang juara Payung Hitam milik Rido Malili, serta mengalahkan Galuh milik Sambirang Panto Daeng Sumbawa. Di Kelas HARAPAN B, King Ramadhan tetap menjadi raja di kelasnya. Kecepatan lari kuda milik Doktor Zul ini tak mampu disaingi Mawar Merah (H Burhan Langam), dan Pangeran milik Jonatan Kota Bima. Demikian di Ren II, Ratu Quin milik HM Izzul Islam Mataram lebih awal mencapai garis finis disusul Gardan Bhayangkara (Sania Bima) dan Sang Diva (Edi Kalampa Woha Bima).

Baca Juga  JPS Gemilang Menasional, Jadi Rujukan Strategi Penguatan UMKM/IKM

Waktu pun merambat siang. Cuaca terik ini tidak mengendurkan semangat para joki cilik untuk mengayuh kudanya secepat mungkin. Demikian penonton yang berada di tribun dan di pinggir arena dengan suara riuh rendah memberikan dukungan kepada kuda favoritnya. Masih tersisa beberapa kelas yang diperlombakan. Adalah Kelas TUNAS A. Di kelas ini Liberty milik H Adnan Abdullah SH MH Kota Bima masih tangguh untuk dua kuda lainnya yakni Teja milik Dias Sepakat, dan Jaguar (Andre Berare). Masih di kelas yang sama pada Ren II, Labalong milik Bonita Boun Badas, unggul dari Tembak Jauh (Cristin Denpasar Bali) dan Dewa Ruci milik Bagas Berare.

Kemudian Kelas TUNAS B, Putri Bima milik Nona Yeti Sumbawa memegang kendali pada Ren I, mengalahkan A Mira milik Lukman Bugis Sumbawa, dan Bintang Film (Dedi Langam). Ren II, Gelora Asmara berhasil membuat girang sang pemiliknya, Roni Jotang. Kuda yang telah bersusah payah mencapai semi final ini unggul dari Kota Intan (Jabin Maronge) dan  Samudera Biru milik Hariska Putri Sape Bima.

Bergeser ke Kelas TUNAS C, Ratu Ayu masih tetap bertahan menjadi yang terbaik di kelasnya. Kuda milik Sania Bima tersebut berada di depan Hercules (Akbar Sebewe), dan Dadara Maning (Bandanera Serading). Ren II, Bintang Nagari milik Kolonel CZI L Irhan Srigede Danrem 162/WB Mataram tak terkejar oleh Permaisuri (Drs H Jaya Muis Bugis Sumbawa), dan Angin Topan (Adam Rasa Pasuruan Jatim).

Prestasi Ratu Ayu diikuti saudara sekandangnya, Putri Ayu yang turun di Kelas DEWASA A. kuda milik Sania Bima ini berhasil mengalahkan kuda unggulan, Sandang Pangan milik H Hamzah Boal, dan Mawar Merah (Maharani Sernu). Ren II, Sinar Tani milik Rama Langam, menyisihkan Dua Dara (Cristin Denpasar Bali), dan Veterina (Drh Makmun M.Si Jakarta).

Kelas DEWASA B, Caisar (Cristin Denpasar Bali) mempertahankan tradisi juara. Pada Ren I ini, Caisar bersaing ketat dengan Si Pitung (Lionen Sape), dan Burung Gagak milik H Mustafa Kuling Serading. Ren II, kuda legenda Gadis Villa milik Doktor Zul tampil gemilang mempecundangi Gadis Permata dan Sangiang Sakti—dua kuda milik H Ilham Banjarmasin.

Baca Juga  Wagub: Kalau Diolah, Sampah akan Jadi Berkah

Di Kelas DEWASA C, persaingan semakin menarik. Tiga kuda yang diunggulkan harus bersaing di kelas favorit ini. Tapi Primadona milik Sania Bima selalu menjadi primadona setelah mengungguli Masa Depan kuda milik Irma Ramdani Kota Bima dan Cahaya Villa milik Doktor Zul. Ren II, My Darling milik Sania Bima unggul dari Angin Laut (Jaya DM SH Sumbawa), dan Mijeti milik Najwa Seketeng.

Berlanjut ke Kelas DEWASA D. Sejati mampu membuat Adel Dusun Omo Penyaring tertawa lebar. Pasalnya kuda pacuan ini berhasil mengalahkan Kalistan milik Lionen Sape, dan Jamila Gadis Ayu milik H Ilham Banjarmasin. Ren II, Nona milik Muamar Satriadi Sumbawa, tampil memukau mempermalukan Extrail 07 milik H Ilham Banjarmasin, dan Raja Kelana milik M Rasyid Rida Pertamina Hulu Jakarta.

Di Kelas DEWASA E, Warior Apalosa (H Naim RM Kania Mataram) tercepat mencapai finish meski di awal star sempat berada di belakang Cakrawala (H Ahmad Kopang Praya), dan Black Raider milik Sukri Sebewe. Ren II di kelas yang sama, Mimbar Alam milik M Tayeb Raberas masih tampil perkasa. Mengekor di belakangnya Cewek Masa Kini (Ny Rukmini Alimudin Sape Bima), dan Jatatur (Wirawan S.Sos Panto Daeng).

Pacuan Final angin laut 1Di kelas penutup, DEWASA F, perlombaan semakin menarik. Ren I, Posaidon milik Sunsun Praya Loteng menjadi yang terbaik setelah mengalahkan King Dancer (Darwis Utan), dan Skardio HM Izul Islam Mataram. Ren II, perhatian penonton terpusat pada Putra Laba-laba. Sebab kuda pacuan ini milik Calon Bupati Sumbawa HM Husni Jibril B.S. Di kelas ini kuda tersebut akan bersaing dengan Mustang milik Cristoper Bima, dan CBR milik Berlian Rayes Utan. Namun sayang Putra Laba-laba harus puas di posisi ketiga sesuai dengan nomor urut calon bupati tersebut, berada di belakang CBR. Sedangkan yang paling cepat mencapai garis finish adalah Mustang.

Seluruh kuda yang masuk babak final ini akan bersaing merebut juara pada final hari ini dan hadiah menarik seperti sepeda motor untuk juara I, sapi juara II, dan kulkas juara III serta harapan 1, 2 dan 3 mendapatkan televise 21 inch. Kuda-kuda yang berhasil meraih juara I di kelasnya akan diadu kembali dengan kuda juara di kelas berbeda untuk merebut juara umum. Untuk juara umum ini ada 6 kelas yang diperlombakan yaitu Kelas OA vs HARAPAN A, OB Vs HARAPAN B, TUNAS A Versus DEWASA A, TUNAS B Versus DEWASA B, TUNAS C Vs DEWASA C, dan DEWASA D Vs DEWASA E. Juara umum 1 mendapat hadiah uang tunai Rp 7 juta, juara II 5 juta, III 3 juta, dan juara harapan 1,2 dan 3 masing-masing Rp 1 juta. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.