Sepasang Kekasih Pengedar Narkoba Diringkus Polisi

oleh -28 views

SUMBAWA BESAR, SR (24/10/2015)

Sepasang kekasih, ZI (42) dan IR (27) diringkus Satgas Narkoba Polres Sumbawa melalui Operasi Antik Gatarin 2015. Dalam operasi yang dipimpin Kasat Reserse Narkoba IPTU Totok Haryanto SH ini, berhasil mengamankan 11 poket narkoba jenis shabu-shabu seberat 3,8 gram yang disembunyikan tersangka di dalam kotak rokok Sampoerna. Selain itu diamankan seperangkat alat hisap berupa dua pipa kaca dan pipet, korek api, plastik obat berwarna bening, serta satu buah handphone.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad SIK yang dikonfirmasi SAMAWAREA, Sabtu (24/10), mengatakan penangkapan tersangka pengedar narkoba ini dilakukan jajarannya, Jumat (23/10) sekitar pukul 14.30 Wita. Saat digrebeg di rumahnya sekaligus kios yang berlokasi di komplek Terminal Sumer Payung, Kecamatan Badas ini, ZI bersama seorang wanita berinisial IR—gadis asal Bandung, yang diakui sebagai kekasihnya. ZI tak bisa mengelak ketika polisi mendapati shabu-shabu yang disembunyikan di dalam kotak rokok, serta seperangkat alat hisap. ZI yang berprofesi sebagai sopir angkutan ekspedisi ini sudah lama menjadi target operasi dan dipantau selama 6 bulan. Selama ini ZI memperoleh barang haram tersebut dari HE yang juga sopir angkutan ekspedisi di daerah lain. Selama ini HE mengirim shabu ke ZI melalui kurir yang berbeda-beda dan tidak dikenal setiap kali mendatanginya. Untuk pengiriman 3,8 gram shabu ini, ZI masih membayar Rp 1,2 juta dari sekitar Rp 6 juta lebih. Karena dalam 1 gram dihargakan Rp 2 juta.

Baca Juga  Penuhi Panggilan Bawaslu, Nurdin Ranggabarani Dicecar Belasan Pertanyaan
Barang bukti shabu dan seperangkat alat hisap
Barang bukti shabu dan seperangkat alat hisap

Untuk saat ini, polisi telah menetapkan ZI sebagai tersangka dan resmi ditahan sejak Jumat kemarin. ZI terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 10 tahun dengan denda minimal Rp 800 juta dan maksimal Rp 10 miliyar. Sedangkan IR kekasihnya, masih berstatus sebagai saksi. Hasil tes urine, IR dinyatakan positif narkoba. Menurut pengakuannya, dia mengkonsumsi shabu beberapa hari yang lalu, itupun dalam jumlah yang sedikit. Selain itu polisi juga tengah melacak keberadaan HE—penyuplai shabu, dan berharap dalam waktu dekat segera tertangkap.

Ditemui SAMAWAREA, ZI mengakui sebagai pemilik 11 poket shabu tersebut yang diperoleh dari rekannya berinisial HE. ZI mengaku sudah menggunakan barang haram tersebut sejak Tahun 2012 lalu. Sebagian besar shabu yang dibeli ini digunakan untuk dikonsumsi sendiri, sisanya dijual kepada rekan-rekannya yang dikenal sangat dekat dengannya. “Satu poket biasanya saya jual 200 sampai 300 ribu,” akunya.

Memang keuntungan menjual shabu ini cukup besar. Namun itu tidak dijadikannya sebagai profesi karena shabu yang diperoleh utamanya untuk dikonsumsi sendiri. Setelah penangkapan tersebut, ayah dua anak yang istrinya menjadi TKW di Saudi ini mengaku sangat menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan selepas bebas beberapa tahun mendatang. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD