Gadis Villa, Sang Legendaris yang Masih Perkasa

oleh -80 views

SUMBAWA BESAR, SR (22/10/2015)

Putaran kedua Pacuan Kuda di Kerato Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, yang berlangsung selama tiga hari, berakhir, Kamis (22/10) tadi. Pada perlombaan tersebut sejumlah kuda legenda turun arena bersaing untuk tetap mempertahankan tradisi juara. Sebut saja, Gadis Villa, Putri Ayu, Dua Dara, Sandang Pangan, Caesar, Si Pitung, Primadona, My Darling, Angin Laut, Nona, Extrail, Calista, Mimbar Alam, Cewek Masa Kini, dan Buroq. Kehadiran kuda legenda tersebut menjadi magnet bagi pecinta kuda untuk datang ke arena pacuan milik Dr Zulkieflimansyah ini. Bahkan jumlah penonton lebih banyak dibandingkan hari-hari sebelumnya. Sebab selain bersaingnya kuda legenda, juga berpacunya kuda peranakan lokal sehingga memberikan suguhan yang menarik dan memompa semangat para penikmat. Ada 5 kelas yang diperlombakan yaitu Dewasa A, B, C, D dan Dewasa E. Sebagian besar kuda ‘senior’ yang turun di kelas dan ren berbeda ini berhasil tembus tiga besar sekaligus memastikan diri masuk semifinal. Ada juga yang terpaksa didiskualifikasi karena jokinya terjatuh dan ketidakhadiran kuda tersebut di arena.

Pacuan kuda 2015 2

Catatan SAMAWAREA di pinggir arena, Putri Ayu membuka kemenangan pada laga pertama putaran kedua di hari ketiga ini. Kuda milik Sania Bima yang kerap meraih juara di setiap event berhasil mengalahkan Dua Dara milik Cristin Denpasar Bali, dan Garuda Jaya (M Nasir Kota Bima) yang dilepas pada Kelas DEWASA A Ren I. Meski demikian ketiga kuda ini berhak mengikuti semifinal untuk bersaing merebut posisi di final beberap hari mendatang. Masih di kelas yang sama Ren II, Veterina kuda asal Jakarta milik drh Makmun M.Si unggul dari Mawar Merah Maharani Sernu, dan Bhayangkara H Anggo Muer. Selanjutnya di Ren III, Sandang Pangan masih sulit dikalahkan kuda pacuan lainnya. Kuda milik H Hamzah Boal ini lebih awal mencapai garis finish meninggalkan dua kuda unggulan, Angin Kilat milik Irma Ramdani Kota Bima, dan Mega Bintang Sakila Sumbawa. Ren IV, Sinar Tani milik Rama Langam menjadi yang tercepat, disusul Inova Ny Sahema Praya Loteng, dan Ciung Wanara milik Sariani Kades Boal.

Beralih ke Kelas DEWASA B. Ren I, Caesar ternyata masih menyandang predikat sebagai kuda juara. Kuda milik Cristin Denpasar Bali ini sempat saling kejar dengan Sangiang Sakti (H Ilham Banjarmasin) dan Naga Mas milik Musa Boal. Tapi kedua kuda itu harus mengakui kehebatan Caesar. Semangat penonton kian menggelora ketika panitia membacakan kuda yang akan bersaing pada Ren II. Sebab salah satu kuda favorit tampil yakni Gadis Villa. Kuda milik Doktor Zul yang telah menjadi legenda ini kembali membuktikan kehebatannya, setelah pada perlombaan tadi unggul dari Rembulan milik Sudirman Raberas, dan Ratu Lestari milik M Rasyid Rida Pertamina Hulu Jakarta. Demikian Si Pitung milik Rionen Sape Bima yang turun di Ren III tak mampu dikejar Angin Kolong milik A Kasim Gapit, dan Peluru (A Khalik Kades Banda). Di Ren IV atau ren terakhir pada Kelas Dewasa B, Gadis Pertama milik H Ilham Banjarmasin unggul dari Burung Gagak (H Mustafa Kuling Serading), dan Gagak Perkasa milik Abdul Jafar Dompu.

Baca Juga  Erli, Kiprah Penyuluh Teladan yang Penuh Tantangan

Pacuan Kuda 2015 1Selanjutnya Kelas DEWASA C, Primadona dan My Darling–dua kuda andalan milik Sania Bima bersaing di Ren I. My Darling harus mengakui keunggulan saudara sekandangnya Primodona mencapai finish lebih cepat. My Darling harus puas mengekor di belakang Primoda, lalu disusul Peringgit Mas milik Arbiansyah Songkar. Kemudian di Ren II, Kartapati milik Wilgo Zainar DPR RI menang mudah dari Mega Putih (Sul Karang Jati), dan Injesti (Najwa Seketeng). Ren III, Cahaya Villa milik Doktor Zul mengikuti jejak saudaranya Gadis Villa berada di urutan pertama unggul dari, Kania (H Naim Mataram), dan Pandawa Lima (Hariska Putri Sape Bima). Ren IV, Angin Laut milik Jaya DM SH Sumbawa juga menjadi yang tercepat mengalahkan Masa Depan (Irma Ramdhani Kota Bima) dan Panglima milik Danrem 162/WB Mataram.  Yang menarik di kelas DEWASA C ini, Kartapati, Cahaya Villa dan Angin Laut sebenarnya adalah kuda yang berada sekandang dengan Gadis Villa. Keempat kuda tersebut berhasil meraih juara pertama di kelasnya masing-masing.

Bergeser ke Kelas DEWASA D. Ren I, Jamila Gadis Ayu milik H Ilham Banjarmasin bersaing ketat dengan Sam Ratulangi Adil (Akbar Kakiang) dan Daya Tempur milik Pus Poto. Sayangnya Daya Tempur tak bisa melanjutkan perlombaan setelah jokinya terjatuh sebelum mencapai finish. Akhirnya Jamila Gadis Ayu mampu lebih cepat dari Sam Ratulangi. Ren II, Extrail 07 tetap melanjutkan tradisi juara. Kuda asal Banjarmasin milik H Ilham ini mengalahkan Sejati (Adel Dusun Omo Penyaring), dan Dewa milik Ny Rukmini Sape Bima. Ren III, Kalistan milik Lionen Sape berhasil mempecundangi Raja Kelana (M Rakib Ridha Pertamina Hulu Jakarta). Salah satu saingannya Sinar Rembulan milik Ari Rendra S.Pt Lape berhalangan hadir sehingga didiskualifikasi. Ren IV, Nona Muamar mengukir namanya di papan teratas. Kuda milik Satriadi Sumbawa ini hanya bersaing ketat dengan Cantik Bersinar milik H Damhuji Lamenta. Sedangkan Sinar Mutiara milik Yuda Lopok Beru yang seharusnya menjadi saingan terberat tidak hadir di arena.

Baca Juga  Mulai Bermain Paten, LPPM UTS Gelar Workshop Hadirkan Ahli Bidang HKI

Kelas DEWASA E adalah kelas terakhir yang diperlombakan pada putaran kedua ini. Sedikitnya 24 ekor kuda yang dilarikan di empat Ren ini. Untuk Ren I, Cakrawala milik H Ahmad Kopang Praya menjadi yang tercepat, mengalahkan Arjuna (Indra Majid SE Bukit Indah Sumbawa), dan Pesona milik Rafiq SH Gapit. Ren II, Mimbar Alam milik M Tayeb Raberas kembali populer. Kuda yang rajin mengikuti event pacuan ini berhasil mengalahkan saingan terberatnya, Black Raider milik Sukri Sebewe, dan Cewek Masa Kini milik Ny Rukmini Alimuddin Sape Bima. Ren III, Warior Apalosa milik H Naim Mataram juga mampu mempertahankan nama besarnya, mengalahkan Buroq milik HM Izzul Islam Mataram, dan Trisula milik HM Yusuf Batu Bangka. Selanjutnya, Ren IV, Jatatur milik Wirawan Panto Daeng menjadi penutup kemenangan di hari terakhir babak kedua tersebut. Lari kuda pendatang baru ini melesat bagai pesawat meninggalkan beberapa lawannya di antaranya Selamat milik Safruddin Songkar, dan Putra MU milik Akbar Sebewe.

Kuda Angin Laut Final 2Untuk diketahui, semua kuda ini akan bergabung dengan kuda juara di hari pertama dan kedua, putaran kedua. Sejumlah kuda tersebut akan bersaing pada babak semifinal yang akan digelar Sabtu (24/10) lusa. Ada beberapa kuda yang diunggulkan dari hasil perlombaan Kamis tadi. Di antaranya Putri Ayu, Sandang Pangan, Gadis Villa, Si Pitung, Kartapati, Angin Laut, Sania Bima, Nona, Extrail, Calista, Mimbar Alam, dan Warior Apalosa. Tentunya perlombaan di babak tersebut sangat menarik karena akan terjadi perang bintang. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.