OJK Dukung UTS Lahirkan Akuntan Berkualitas

oleh -43 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/10/2015)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan rasa salut kepada Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) yang membuka jurusan akuntansi untuk melahirkan akuntan-akuntan yang berkualitas. Pasalnya, saat ini tenaga akuntan masih sangat langka, sehingga keberadaan jurusan tersebut diharapkan mampu menjawab kekurangan tenaga tersebut. “Tahun 2015 ini kita menerapkan kesepakatan MEA ini terutama untuk sektor jasa, dan akuntan,” ungkap Ketua Dewan Audit sekaligus Komisioner OJK, Prof Dr Ilya Avianti, SE, M.Si, Ak, CPA, CA saat memberikan kuliah umum tentang “Peluang dan Tantangan Akuntansi di Era MEA” di Kampus UTS, Rabu (21/10).

Untuk diketahui, produk lulusan akuntan ini sangat diperlukan di Indonesia. Bukan hanya persiapan menghadapi era MEA, karena sebelumnya akuntan ini termasuk lulusan yang langka, jika dibandingkan dengan jumlah kebutuhan. Karena itu UTS dinilai sangat berani membuka jurusan akuntansi apalagi meluluskan akuntan baru yang berkualitas. “Lulusan yang berkualitas ini siap pakai dan siap bersaing dengan lulusan akuntan luar apakah itu ASEAN ataupun dunia internasional yang lebih luas,” katanya.

Dekan Fakultas Ekonomi UTS, Abdul Hadi Ilman MPP menyerahkan cinderamata kepada Ketua Dewan Audit sekaligus Komisioner OJK, Prof Dr Ilya Avianti, SE, M.Si, Ak, CPA, CA
Dekan Fakultas Ekonomi UTS, Abdul Hadi Ilman MPP menyerahkan cinderamata kepada Ketua Dewan Audit sekaligus Komisioner OJK, Prof Dr Ilya Avianti, SE, M.Si, Ak, CPA, CA

Diakui Prof Ilya, akuntan memiliki peluang yang sangat banyak terutama di sektor pemerintahan, karena banyak UU yang mengharuskan laporan keuangan itu diproduksi secara baik, transparan dan lainnya. “Banyak LKM-LKM yang dibentuk dan diawasi OJK. Jadi OJK membutuhkan banyak tenaga akuntan,” sebutnya. Tantangannya, bagaimana UTS bisa menyiapkan lulusannya untuk bisa bersaing dengan lulusan dari luar. Apalagi sejumlah negara di ASEAN seperti Filipina, Singapura, dan Malaysia sudah sangat siap karena negara itu selain bahasa negaranya mereka juga menguasai Bahasa Inggris sebagai bahasa ibunya. “Beda dengan Indonesia, bahasa ibunya adalah bahasa daerah, dan Bahasa Inggris adalah bahasa kedua, sehingga harus ekstra untuk menyiapkan dan melahirkan keberanian mereka untuk tampil. Jadi tantangan kita untuk menambahkan mmuatan-muatan itu supaya mereka bisa bersaing,” ujarnya.

Baca Juga  Gubernur Undang Wakil Presiden Nonton Bareng MotoGP 2021

OJK akan menfasilitasi dan mendukung adanya universitas yang membuka jurusan akuntansi dan diharapkan dapat berprestasi. Dukungan itu termasuk menjadi tenaga pengajar sehingga yang dihasilkan dari UTS yang merupakan universitas terkemuka di kawasan Indonesia bagian timur adalah tenaga akuntan yang handal. “Jika ingin belajar akuntansi bukan hanya mengandalkan teksbook, karena masih banyak sumber informasi lain khususnya yang bisa memberikan gambaran nyata apa yang diajarkan di kelas,” timpal Anggota Dewan Audit OJK, Dr Poppy Sofia Koeswayo SE, MSA, CPA, Ak, seraya menambahkan bahwa tenaga akuntan sangat dibutuhkan di era saat ini. Bahkan kesempatan atau penempatan perolehan kerjanya, lebih baik daripada tenaga-tenaga lain.

Sementara itu Dekan Fakultas Ekonomi UTS, Abdul Hadi Ilman MPP mengatakan bahwa UTS memiliki komitmen untuk menciptakan lulusan yang berkualitas. Salah satunya selain memiliki dosen-dosen berkualitas, UTS mendatangkan dosen-dosen tamu yang merupakan pakar di bidangnya, di antaranya para komisioner OJK. Keberadaan pakar dengan spesialisasi khusus ini sangat dibutuhkan para mahasiswa karena tidak hanya sekedar teksbook tapi juga pengalaman. Dari pengetahuan dan pengalaman para pakar ini, dapat menginspirasi mahasiswa yang kemudian termotivasi untuk belajar sehingga mampu menghasilkan lulusan akuntan yang baik. “Nantinya mereka bisa bekerja di Bank, maupun perusahaan lain di Sumbawa. Ketika mereka bisa melaporkan keuangan yang bagus, dan mampu memperbaiki kinerja keuangan mereka, maka dengan sendirinya perekonomian Sumbawa bisa semakin baik,” jelasnya.

Baca Juga  Pemda Sumbawa akan Penuhi Kekurangan Lahan Jembatan Plempit Brang Biji

Untuk Sumbawa, secara keuangan literasinya masih rendah. Orang lebih banyak menyimpan tanah atau ternak daripada menyimpan uang di bank. Sejak lahir sudah memiliki sapi, yang kemudian beranak pinak yang nantinya digunakan untuk membiayai sekolah dari SD hingga jenjang yang lebih tinggi.  “Cara ini bukan salah, tetapi nanti akan ada bentuk alternatif lainnya apakah untuk investasi dan lainnya. Semua bentuk investasi ini nanti membutuh akuntan. Akuntan ini sebagai pendukung bukan sebagai sektor inti, karena harus ada industry atau perusahaan,” demikian Ilman. (JEN/SR)

CAPTION: Ketua Dewan Penasehat UTS Dr H Zulkieflimansyah didampingi Dekan Fakultas Ekonomi UTS, Abdul Hadi Ilman MPP menyambut kedatangan Komisioner OJK, Prof Dr Ilya Avianti, SE, M.Si, Ak, CPA, CA dan Dr Poppy Sofia Koeswayo SE, MSA, CPA, Ak.

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.