Jalan Rusak, Warga Mata dan Tolo Oi Gedor DPRD

oleh -83 views

SUMBAWA BESAR, SR (21/10/2015)

Seratusan warga dari Desa Tolo’oi dan Mata, Kecamatan Tarano, menggedor gedung DPRD dan kantor Bupati Sumbawa, Rabu (21/10). Mereka yang datang menggunakan 4 truk ini menuntut perbaikan jalan dan jembatan menuju Desa Tolo’oi—Mata, Dusun Sili, Maci dan Penobu. Sebab kondisi jalan tersebut dalam keadaan rusak parah. Hal inilah yang menyebabkan desa tersebut terisolir karena akses transportasi terputus. Untuk menuju ibukota kecamatan (Tarano) apalagi ibukota kabupaten, warga setempat terpaksa melalui Kabupaten Dompu. Kehadiran warga ini disambut pimpinan DPRD H Ilham Mustami S.Ag yang didampingi Ketua dan Anggota Komisi III.

Perwakilan warga, Muhammad Hasby Rasyid menyebutkan kondisi jalan yang rusak menuju desanya mencapai 14 kilometer, termasuk jembatannya putus akibat diterjang banjir pada Tahun 2013 lalu. Untuk keluar masuk desa, masyarakat terpaksa melalui jalan di Kabupaten Dompu. Ia menilai kondisi yang sudah lama dialami warganya karena kurang perhatiannya pemerintah terhadap desanya. “Kami tidak minta apa-apa selain perbaikan jalan,” timpal Muhammad Fauzi—salah seorang tokoh pemuda Tolo’Oi dalam pertemuan tersebut.  Ia mendesak perbaikan jalan tersebut diprioritaskan pada Tahun Anggaran 2016. Sebab rusaknya jalan dan jembatan itu membuat Tolo’oi dan Mata lumpuh. “Kami ingin jalan itu dihotmix, ini sudah harga mati,” tandasnya.

Permintaan ini sangat beralasan, sebab saat musim hujan mereka bermandikan lumpur, dan ketika musim kemarau bermandikan debu. Apalagi kondisi jalan yang berbatuan ini memicu terjadinya kecelakaan lalulintas. “Kami tidak mau dianaktirikan pemerintah Sumbawa. Meski kami berada di daerah perbatasan kami ingin pembangunan di desa kami diperlakukan sama dengan desa lain yang memiliki akses transportasi yang dalam kondisi mantap,” tukasnya.Demo Tolo Oi 1

Baca Juga  TAGANA Sumbawa Kirim Personil ke Bima

Sikapi Tuntutan, Pemerintah Siapkan Dana 8 M

Wakil Ketua DPRD Sumbawa, H Ilham Mustami S.Ag merespon positif tuntutan tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan di wilayah itu dilakukan secara bertahap. Mulai Tahun 2016 mendatang jalan Kwangko—Tolo Oi akan dihotmix sepanjang 2 kilometer, selebihnya akan dilakukan pengerasan jalan dari Tolo’oi menuju Mata sebagaimana kesepakatan sepanjang 7 kilometer, termasuk pembangunan jembatan di Desa Mata. Perbaikan jalan dan pembangunan jembatan ini akan dianggarkan melalui APBD 2016 sebesar Rp 8 miliar. “Ini sudah menjadi komitmen kita bersama bahwa jalan di wilayah timur menjadi prioritas yang akan dikerjakan secara bertahap mengingat kondisi anggaran yang terbatas,’” pungkas Ketua Komisi III, Rusli Manawari.

Sebelumnya sempat terjadi perdebatan mengenai panjang jalan yang akan diperbaiki. Setelah anggota DPRD Sumbawa memberikan pemahaman, akhirnya warga melunak dan menyetujuinya. Namun warga kembali mengingatkan jika kesepakatan itu diingkari maka mereka akan datang menggelar aksi secara besar-besaran. Bahkan mengancam akan menyerahkan Desa Tolo Oi dan Mata kepada Kabupaten Dompu. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.