PKH Upaya Pengentasan Kemiskinan

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (19/10/2015)

Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Sumbawa telah diluncurkan sejak Tahun 2012 dan telah berjalan sampai sekarang. Program ini tersebar di 24 kecamatan termasuk Kecamatan Lantung pada tahun 2015 ini.  Jumlah PKH hingga kini mencapai 9.527 KSM dengan total bantuan yang disalurkan mulai tahap I sampai III sebesar Rp 15.514.276.250 (15,5 Miliar). Program ini dialokasikan pemerintah pusat melalui Dinas Sosial dalam rangka pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sumbawa. s rmemantapkan pelaksanaan program tersebut, Dinas Sosial menggelar Rapat Koordinasi Program Keluarga Harapan yang dipimpin Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik di Hotel Cendrawasih, Senin (19/10). Hadir dalam rakor tersebut di antaranya Kepala SKPD, camat, dan peserta PKH.

Kadis Sosial Dr M Ikhsan Safitri memberi laporan
Kadis Sosial Dr M Ikhsan Safitri memberi laporan

Kepala Dinas Sosial Dr HM Ikhsan Safitri, M.Si dalam laporannya menyampaikan PKH di Kabupaten Sumbawa telah menyebar di 24 kecamatan. Dalam pelaksanaannya, Disos dibantu  sumber daya manusia pelaksana lapangan yaitu 2 orang operator dan 52 orang pendamping. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah sosialisasi PKH di 4 Kecamatan tambahan kohor 2014, yaitu Moyo Utara, Ropang, Lenangguar dan Orong Telu. Selain itu  rapat tim koordinasi PKH dan sosialisasi kepada masyarakat umum melalui media massa lokal, umbul–umbul dan spanduk, dan slogan PKH.

Sementara itu Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM). Bagi anggota keluarga RTS diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Untuk jangka pendek, PKH bertujuan mengurangi beban RTSM dan jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan. Program semacam ini secara internasional dikenal sebagai program Conditional Cash Transfers (CCT) atau program bantuan tunai bersyarat. Persyaratan tersebut dapat berupa kehadiran difasilitas pendidikan (misalnya bagi anak usia sekolah), ataupun kehadiran difasilitas kesehatan (misalnya bagi anak balita, atau bagi ibu hamil). PKH ini didesain sebagai kegiatan yang terintegrasi dengan melibatkan intansi pemerintah yang membidangi pendidikan, sosial dan kesehatan serta lembaga pelayanan sosial lainnya. Karena itu, koordinasi dan dukungan instansi terkait sangat diperlukan agar pelaksanaan program ini bisa sesuai dengan desain yang ditetapkan dan berada pada arah yang benar. Karena PKH akan dilaksanakan setidaknya sampai dengan tahun 2015. Melalui program ini diharapkan peningkatan kualitas generasi penerus dapat terwujud, khususnya bagi keluarga yang masuk dalam kategori RTSM.

Baca Juga  Pemda Sumbawa Berkurban, Sembelih 810 Ekor Ternak
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin malik memberikan sambutan
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin malik memberikan sambutan

Selanjutnya Bupati Sumbawa menambahkan, sasaran PKH yang sebelumnya berbasis rumah tangga, terhitung sejak 2014 berubah menjadi berbasis keluarga. Perubahan ini untuk mengakomodasi prinsip bahwa keluarga (yaitu orang tua–ayah, ibu–dan anak) adalah satu orang tua memiliki tanggung jawab terhadap pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan masa depan anak. Karena itu keluarga adalah unit yang sangat relevan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam upaya memutus rantai kemiskinan antar generasi. Untuk hal tersebut diharapkan kepada semua pihak mendukung sekaligus memfasilitasi dan membina pelaksanaan program keluarga harapan tersebut sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Sebelumnya, Bupati Sumbawa menyerahkan bantuan alat kerja berupa 1 unit komputer untuk sekretariat UPPKH Kabupaten Sumbawa yang diserahkan kepada Syarifah S.Sos., M.Si selaku Ketua UPPKH Kabupaten Sumbawa. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD