Dirawat 3 Hari, Pasien BPJS Bayar 8,6 Juta

oleh -20 views
Hj Nuraini, Keluarga pasien atas nama Mastar Tedi

Dikeluhkan Biaya Rawat RSUD KSB Mahal 

TALIWANG, SR (19/10/2015)

Hj Nuraini warga Kecamatan Sekongkang mengeluhkan besarnya biaya pengobatan pasien di RSUD Sumbawa Barat. Pasalnya, salah satu kerabatnya selaku pemegang kartu BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan diharuskan membayar sekitar Rp 8,6 juta untuk biaya pengobatan selama tiga hari. “Saya kaget melihat tagihan sebesar itu dari rumah sakit. Karena pasien sebelumnya cuma dirawat satu hari di ruangan ICU, setelah itu dipindahkan ke ruangan lain yang bukan VIP,” kata Hj Nuraini saat ditemui SAMAWAREA di lantai satu RSUD.

Diceritakan Hj Nuraini, kerabatnya atau pasien atas nama Mastar Tedi tersebut mulai dirawat di RSUD Sumbawa Barat terhitung tanggal 2 Oktober dan meninggal dunia pada 5 Oktober, atau hanya dirawat sekitar tiga hari. Sebelumnya Mastar Tedi telah dibawa ke salah satu rumah sakit di Surabaya dan rencananya akan langsung dibawa pulang menuju Sekongkang menggunakan helicopter bantuan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Namun dalam perjalanan menuju KSB, kondisi pasien terlihat kritis dan diputuskan untuk dibawa ke RSUD Sumbawa Barat. “Kami menerima tagihan pembayaran biaya pengobatan setelah dua minggu pasien meninggal dunia, saya sempat tanyakan kok bisa segitunya, padahal sebelumnya mereka mengatakan bahwa pasien bisa menggunakan BPJS,” paparnya.

Pihak Rumah Sakit, Lanjut Hj Nuraini, hanya memberi jawaban bahwa tagihan dimaksud merupakan biaya obat-obatan dan biaya rumah sakit selama pasien menjalani perawatan. Namun yang tidak ia mengerti, mengapa biayanya tergolong mahal, dan tidak dikomunikasikan terlebih dahulu jika pembayaran langsung dibebankan kepada pasien. “Katanya sih bisa diklaim ke BPJS, tapi mengapa harus tiba-tiba, apa seperti ini semua pasien diperlakukan, iya kalau pas ada uang kalau tidak kemana harus dicari,” tandasnya.

Baca Juga  Bawa Shabu, Tiga Pemuda Asal Bima Ditangkap di Dompu

Tak hanya itu, usai membayar tagihan biaya pengobatan, Hj Nuraini juga mempertanyakan kekuatan hukum atas kwitansi pembayaran yang diberikan kepadanya. Dalam kwitansi tersebut tidak tertera materai dan stempel dari RSUD. Ia mengkhawatirkan hal itu akan menjadi masalah saat klaim ke BPJS nantinya.

Dihubungi terpisah, Direktur RSUD Sumbawa Barat melalui Kasi Pelayanan Medik, Elissa, menerangkan bahwa pihak rumah sakit tetap berusaha maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh pasien. Adapun pasien atas nama Mastar Tedi,  awalnya dirawat di ruang ICU dalam kondisi tidak sadarkan diri. Cukup banyak  penanganan medis dilakukan dengan menggunakan berbagai peralatan kesehatan, khususnya oksigen serta tindakan resusitasi. “Untuk biaya pasien di rumah sakit tidak berpatokan pada berapa lamanya pasien dirawat. Yang utama adalah jumlah penggunaan obat dan BHP, serta pemeriksaan dan tindakan medis yang diberikan. Salah satu contoh, ada pasien yang dirawat selama dua bulan namun bayarnya hampir sama dengan yang dirawat selama tiga hari,” jelas Elissa sembari menambahkan, bahwa biaya perawatan dan pengobatan sebenarnya sudah ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan dan itu sudah dikomunikasikan. Hanya, pihak keluarga harus membayar terlebih dahulu ke pihak rumah sakit, dan selanjutnya mengklaim ke BPJS Ketenagakerjaan/Jamsostek karena pasien sebelumnya mengalami kecelakaan kerja. (AR/SR)

CAPTION: Hj Nuraini, Keluarga pasien atas nama Mastar Tedi

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.