Pesta Lampion di Arena Angin Laut

oleh -22 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2015)

Langit Arena Pacuan Kuda Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, seketika terang benderang. Ini terjadi setelah ratusan pengunjung menerbangkan 1.437 buah lampion ke udara sebagai tanda dimulainya Festival Muharram. Kegiatan yang digelar selama 10 hari ini diinisiasi Aliansi Festival Indonesia (ALIF) bekerjasama dengan Institut Ilmu Sosial Budaya (IISBUD) Samawa Rea. Masyarakat dan para pengunjung dari kota terlihat antusias mengikuti kegiatan pada Sabtu (16/10) malam tersebut. Pelaksanaan Festival ini hampir bersamaan dengan pembukaan perlombaan pacuan kuda terbesar di Indonesia bagian timur yang digelar di lokasi yang sama pada pagi hingga sore harinya. Hadir dalam Festival Muharram ini di antaranya Budayawan Nasional Taufik Rahzen dan Rektor IISBUD, Ahmad Yamin SH MH.

Randi dan Imas, suami istri yang masih berbulan madu
Randi dan Imas, suami istri yang masih berbulan madu

Saat diwawancarai, Taufik Rahzen, Festival ini digelar sebagai rangkaian dari peringatan 1 Muharram di Sumbawa yang dihajatkan dari masyarakat untuk masyarakat. Festival tersebut ditandai dengan pelepasan 1.437 lampion sesuai dengan jumlah tahun saat ini dalam kalender Islam. Melalui lampion ini, doa dan harapan masyarakat diterbangkan ke langit atau diibaratkan mengantarkan peralihan dan do’a kepada Sang Pencipta. Ia berharap festival ini dapat terlaksana setiap tahunnya yang diperkaya dengan kegiatan-kegiatan lain yang memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah ini.

Sementara Rektor IISBUD, Ahmad Yamin SH MH menambahkan, bahwa Festival Muharram ini dirangkaikan dengan Gebyar Angin Laut. Dalam kegiatan ini dilaksanakan lomba Qasidah, Rebana dan Bagesa. Lomba Qasidah Rebana erat kaitannya dengan nilai-nilai Islam. Sedangkan Bagesa berkaitan dengan budaya Sumbawa. Nuansa modern juga dimasukkan ke dalamnya, yakni musik dangdut yang notabene sangat disukai oleh masyarakat di desa-desa dan para peserta pacuan.

Baca Juga  Bantu Air Bersih, Polisi Bergeser ke Lenangguar
Semarak Pesta Lampion
Semarak Pesta Lampion

Sebenarnya kegiatan awal ini merupakan pancingan supaya bisa dilaksanakan di tahun tahun berikutnya. “Kami akan mulai dengan Muharraman, semua akan ikut serta dari pemerintah, pengusaha dan seluruh elemen masyarakat untuk meramaikan acara Muharraman Sumbawa ini,” tandas Young—sapaan akrabnya.

Ia menegaskan, IISBUD akan memberikan dukungan maksimal bagi suksesnya kegiatan tersebut. “IISBUD mulai menggali nilai budaya Sumbawa melalui festival dan lomba agar ke depan semakin mengakarnya budaya Sumbawa. Karena ada indikasi para kaum muda meninggalkan tradisi dan nilai-nilainya,” ucap Young.

Randi didampingi istrinya, Imas, mengaku datang ke lokasi untuk menghilangkan rasa penasaran, mengingat kegiatan ini baru pertamakali dilaksanakan. Sensasinya lagi ketika keduanya yang merupakan pengantin baru ini diiminta untuk melepaskan lampion ke udara. “Semoga doa untuk segera mendapatkan momongan yang kami panjatkan pada malam itu terkabul,” ucap Imas tersipu sambil memandang wajah suaminya yang terlihat kaku.

Rudi pun demikian. Pengunjung asal Kelurahan Bugis ini mengaku senang dengan adanya kegiatan ini. Ia menilai kegiatan positif yang mengandung nilai religi ini dapat terus dilaksanakan. “Yayasan ALIF dan IISBUD sudah memulainya dengan sangat bagus, harus didukung agar bisa terlaksana setiap tahun berikutnya,” pintanya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.