Bedah Visi Misi Paslon, Panitia dan Mahasiswa Nyaris Bentrok

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2015)

Bedah visi misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang digelar di Auditorium Universitas Samawa (UNSA), Sabtu (16/10) kemarin, diwarnai aksi protes. Bahkan aksi protes ini nyaris berujung bentrok antara sekelompok mahasiswa dengan massa PMII selaku panitia penyelenggara. Beruntung aparat kepolisian yang diterjunkan ke lokasi kegiatan berhasil melerai keduanya.

Aksi ini terjadi setelah panitia melarang sekelompok mahasiswa tersebut masuk ke arena kegiatan karena dikhawatirkan akan mengganggu jalannya acara. Sebab sekelompok mahasiswa ini sudah berorasi di depan auditorium ingin membubarkan acara tersebut. Menurut mahasiswa kegiatan itu merupakan kampanye pasangan calon. Dan segala bentuk aktivitas politik praktis tidak boleh masuk ke dalam lembaga pendidikan. Tentunya hal ini sama dengan melibatkan lembaga pendidikan dalam politik praktis, padahal ini dilarang keras sebagaimana surat keputusan Dirjen Pendidikan Tinggi nomor 26 tahun 2002.

Bentrok PMII 2Ketua Panwas Kabupaten Sumbawa, Mahyuddin Soud, menilai bedah konsep yang dihadiri ketiga pasangan calon yang dilaksanakan PMII sebagai upaya perguruan tinggi ingin mengetahui visi mis calon. Ia menilai perlu ada persamaan persepsi terhadap adanya anggapan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk kampanye. Yudi—sapaan akrabnya, tidak mengiyakan atau membantah kegiatan tersebut masuk dalam kategori kampanye, mengingat panitia penyelenggara tidak menginformasikan konsep acara kepada Panwas. Menurutnya pihaknya hanya diundang untuk menghadiri kegiatan tersebut. Ke depan kegiatan seperti itu akan dievaluasi karena Panwas tidak ingin proses pemilukada akan terciderai. “Saya nilai kegiatan itu berjalan kondusif meski ada riak. Dan ini bagian dari pembelajaran politik kepada masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga  Bermental Pejuang, Koster Target Menang di Denpasar

Bentrok PMII 1Ketua Panitia Penyelenggara, Jhoni Satriawan mengakui jika kegiatan itu diketahui Panwas karena undangan kegiatan telah disampaikan. Namun diakui juga, PMII secara resmi tidak melayangkan surat koordinasi. Adanya kegiatan itu justru mendapat pujian dari Ketua Panwas yang menilai kegiatan tersebut sebagai kewajiban mahasiswa untuk memperhatikan pendidikan. Ketika ini diapresiasi secara positif, dapat disimpulkan kegiatan ini sudah disetujui. Apabila tidak disetujui, Panwas seharusnya mengklarifikasi mengenai kegiatan ini saat undangan diantarkan. Apalagi di dalam undangan sudah ada susunan acara. Untuk diketahui jelas Joni, Kegiatan ini berangkat dari debat kandidat yang dilaksanakan KPU. Proses debat tersebut memang bagus tapi pihaknya selaku mahasiswa belum mengetahui sejauhmana konsep pendidikan yang ditawarkan oleh pasangan calon. Karenanya PMII berinisiatif adanya bedah konsep yang fokus pada persoalan pendidikan.

Ditambahkan Sekretaris Jaringan Alumni Muda PMII, Jusriadi, menegaskan tidak ada unsur pelanggaran dalam bedah visi misi tersebut. Jika memang ada tentunya Panwas jauh hari sudah melarangnya. Justru sebaliknya Panwas mengaminkan. “Kegiatan ini bukan kampanye dan tidak ada pelanggaran,” tandasnya, seraya menyatakan bahwa kegiatan tersebut murni bedah konsep. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.