Angin Laut Kembali Bergolak

oleh -8 views

SUMBAWA BESAR, SR (17/10/2015)

Tribun Arena Pacuan Kuda “Angin Laut” Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa kembali bergolak. Pasalnya selama 9 hari sejak 17 hingga 25 Oktober, di arena milik Dr H Zulkieflimansyah M.Sc ini digelar Lomba Pacuan Kuda Tradisional terbesar di Indonesia bagian timur. Sebanyak ratusan kuda pacuan dari dalam dan luar daerah ikut dalam event dengan menggunakan joki cilik tersebut. Sebagian besar kuda yang diterjunkan adalah kuda-kuda top yang pernah menjuarai event yang sama pada tahun lalu. Sebut saja Pangeran, Magnum, Kaisar, Manohara, Srikandi, Bintang Road, Luna Maya, Bidadari, Bintang Lokasi, Mawar Hitam, Dewi Fortuna, Asoka, Putri Bima, dan Chandra Kirana. Menariknya lagi, tiga kuda top dari orang ternama ikut ambil bagian dalam event yang dipastikan akan menyedot perhatian ribuan masyarakat ini. Adalah Kuda Panglima milik Pangdam IX Udayana, Kuda Bintang Nagari milik Danrem, dan Pasopati milik Anggota DPR RI Wilgo Zainar.

Berbagai kelas yang dipertandingkan dalam perlombaan ini yaitu Kelas Pemula, OA, TB, TK, OB, HA, HB, TA, TC, DA, DB, DC, DD, DE dan Kelas DF. Total hadiah yang disediakan sangat fantastis yakni 14 unit sepeda motor, 14 ekor sapi, 14 buah kulkas, 42 TV warna dan uang tunai untuk juara umum. Totalnya mencapai ratusan juta rupiah. Event ini semakin semarak karena di pinggir arena digelar Pesta Rakyat yang ditandai dengan pelepasan lampion sebanyak 1.437 buah. Pesta Rakyat ini diisi Lomba Qasidah, Rebana, dan Bagesa. Untuk nuansa modernnya dilaksanakan Festival Dangdut. Kemeriahan “Angin Laut” takkan pernah mati dan akan berlangsung dalam waktu 1×24 jam. Sepanjang siang diisi lomba pacuan kuda, malam harinya para peserta dan pengunjung dapat melepas lelah sambil menikmati hiburan. Tentunya hal ini menjadi peluang bagi geliatnya perekonomian masyarakat setempat, karena event tersebut memberikan multiplier effect yang sangat positif. Tampak puluhan tenda yang menjual makanan dan minuman. Para pedagang ini tidak hanya berasal dari warga lokal tapi juga luar daerah.

Baca Juga  Rumah Zakat Sigap Bantu Korban Banjir di Langam
Koordinator Pacuan, Kapten (Inf) Amdatullah
Koordinator Pacuan, Kapten (Inf) Amdatullah

Koordinator Pacuan, Kapten (Inf) Amdatullah saat memberikan sambutan menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang ikut memeriahkan kegiatan ini. Lomba pacuan kuda tersebut diikuti peserta tidak hanya dari Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok tapi juga Jakarta, Bali, dan beberapa kota besar lainnya. Dari beberapa kuda yang perlombakan terdapat kuda milik pejabat teras pusat. Artinya bukan hanya masyarakat NTB yang berminat di dalam kegiatan ini, melainkan juga orang-orang ternama. Kapten Amdatullah yang juga Pasi Pers Kodim 1607 Sumbawa menitipkan pesan agar semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini dapat menjaga keamanan dan kenyamanan agar dapat terlaksana dengan meriah dan tetap menjadi agenda tahunan. Bukan tidak mungkin dapat digelar dengan skala lebih besar lagi. “Kegiatan ini dari kita untuk kita, karena itu mari kita sukseskan,” tandasnya.

Doktor Zul dan Joki Cilik
Doktor Zul dan Joki Cilik

Sebelumnya, Inisiator Event sekaligus pemilik Kerato Angin Laut, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc menilai pacuan kuda ini adalah event pariwisata unggulan. Sebab pariwisata tidak hanya didefinisikan sebagai hiburan tapi merupakan cluster industry yang melibatkan banyak aktivitas bisnis yang saling berkaitan. Ada pedagang, restoran, penginapan, hiburan, rental mobil, dan berbagai aktivitas yang berkelindan. Ini jika Pemda Sumbawa jeli melihat peluang. Di event pacuan kuda trasional ini, lanjut Doktor Zul yang juga Anggota DPR RI, setiap hari ribuan orang akan datang, menghabiskan siang hari dengan pacuan kuda, dan malam hari dengan hiburan di lokasi setempat dengan nyanyian dan acara lain yang sangat memikat. Ribuan tamu dari berbagai daerah ini adalah turis-turis local yang mestinya sangat penting dibandingkan turis asing yang datang. Doktor Zul membayangkan, turis local yang memiliki dampak ekonomi sangat besar tersebut oleh Pemda juga disuguhi tarian dan berbagai atraksi daerah yang menawan sehingga nama daerah menjadi harum. “Keliru besar kalau turisme identik dengan bule-bule dan orang asing. Potensi turis local adalah potensi besar yang sering kita lupakan, padahal geliat ekonomi bisa jadi optimal berawal dari sana,” ujarnya.

Baca Juga  Menkomaritim: NTB Siap Sambut Annual Meeting World Bank

Ia berharap semua pihak menyadari dampak ekonomi dari event seperti ini, karena merupakan pariwisata yang hakiki yang seharusnya disambut dengan hangat dan penuh senyuman. Bukan dimaknai sebagai kegiatan rakyat pinggiran tanpa efek ekonomi. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.