Siswa SD Nyaris Jadi Korban Penculikan

oleh -9 views

Lolos Setelah Loncat dari Sepeda Motor

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2015)

Orang tua kini kudu waspada. Pasalnya aksi penculikan anak nyaris terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. LS (11) hampir menjadi korbannya. Beruntung siswa kelas V SD Negeri 8 Sumbawa Besar ini berhasil lolos setelah lompat dari sepeda motor pelaku dan kabur meski kedua kakinya terluka. Kasus yang terjadi belum lama ini telah dilaporkan ke Polres Sumbawa.

Ditemui SAMAWAREA, bocah ini menuturkan, saat itu dia pulang agak telat karena mendapat jadwal piket untuk membersihkan kelas dan sempat melihat pelaku mondar mandir di depan sekolahnya. Setelah menyelesaikan tugasnya, korban berjalan menuju jalan utama (Jalan Kartini) yang berjarak sekitar 20 meter dari sekolahnya untuk mencari ojek yang mengantarnya pulang ke rumah di wilayah Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwis. Ketika melihat korban, pelaku yang duduk di ujung jalan datang menghampiri menawarkan jasa ojek. Tanpa pikir panjang korban mengiyakannya. Pelaku yang wajahnya tidak dikenali karena menggunakan masker dan memakai helm ini meminta korban duduk di depan. Pelaku beralasan jok bagian belakangnya rusak. Korban sempat menolak karena secara kasat mata jok tersebut dalam kondisi baik. Selain itu korban malu karena merasa sudah besar. Tapi pelaku tetap memaksa dengan dalih menjaga keselamatan korban. sebab jika korban memaksa duduk di belakang dikhawatirkan akan terjatuh. Akhirnya korban bersedia dan sepeda motor inipun meluncur menuju arah Nijang melalui Lawang Gali Kelurahan Brang Bara. Saat sampai di Simpang Sering, Desa Kerato, sepeda motor itu lurus ke arah Semongkat. Korban pun protes karena arah tersebut bukan menuju rumahnya yang seharusnya berbelok ke kanan. Pelaku pun beralasan hendak mengambil sesuatu yang tertinggal di Semongkat. Korban yang dikenal cerdas dan pandai bicara ini curiga ada yang tidak beres dengan sikap pelaku. Korban pun meminta untuk diturunkan. Bukannya berhenti, malah pelaku menggeber gas motornya melaju kencang. Yang membuat korban semakin curiga, sambil mengendarai motor, pelaku menghubungi seseorang via telepon selulernya sambil berkomunikasi menggunakan Bahasa Sumbawa. “Ada mo nyeta (Sudah ada ini, Red),” kata pelaku yang dikutip korban.

Baca Juga  Polisi Tangkap Penyelundup Bibit Lobster

SDN 8 Sumbawa BesarKorbanpun langsung loncat dari atas motor dan sempat terguling di aspal. Karena tindakan korban mendadak, pelaku terkejut hingga hilang keseimbangan membuat sepeda motornya oleng lalu terjatuh. Korban yang menderita luka-luka di kakinya dan merasa sakit sekujur tubuhnya akibat terhempas di aspal, berusaha bangkit lalu kabur. Pelaku sempat mengejarnya seraya menarik tas korban. Tidak satupun orang yang mengetahui aksi tersebut karena situasinya sepi dan lokasinya jauh dari pemukiman. “Saya hanya tahu tempat itu menuju Semongkat dan sudah lewat tempat buang sampah,” aku LS.

Korban berteriak sekuat tenaga, membuat pelaku melepasnya. Tak ingin membuang waktu, korban berlari sekencang-kencangnya tanpa berhenti. Sedangkan pelaku yang membuntuti korban, berbelok ke arah Desa Jorok dan menghilang. Korban pun akhirnya tiba di rumahnya, Desa Nijang, dekat Kantor Camat Unter Iwis. Kakak korban heran melihat kondisi adiknya yang pucat pasi. Setelah diceritakan korban, kakaknya pun langsung meneruskan kepada orang tuanya. Hari itu juga kasus tersebut dilaporkan ke Polres Sumbawa. Akibat peristiwa tersebut korban tidak masuk sekolah selama beberapa hari selain trauma dengan peristiwa tersebut, juga mengalami cedera. Disinggung mengenai ciri-ciri pelaku, korban sulit mengenalinya. Hanya yang diketahui mulutnya tertutup masker, menggunakan helm, dan mengendarai sepeda motor matic warna hitam. Peristiwa ini membuat ibu korban waspada. Setiap pergi dan pulang sekolah korban diantar jemput tukang ojek tetangganya. Ini dilakukan agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Baca Juga  Berjudi Siang Malam, Lansia dan Ibu Menyusui Diringkus Polisi
Ibu Armini, Wali Kelas LS
Ibu Armini, Wali Kelas LS

Sementara itu Wali Kelas korban, Armini mengakui adanya kejadian yang menimpa siswanya. Ini diketahui setelah keesokan harinya ketika orang tua korban datang meminta ijin, sembari menceritakan peristiwa yang terjadi. Kabar tersebut sangat mengejutkannya, dan berharap agar orang tua dan para siswanya lebih waspada. Armini juga meminta orang tua dapat melakukan antar jemput terhadap anaknya agar lebih aman. “Ini sebagai langkah antisipasi,” ucapnya.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Sumbawa, IPTU Tri Prasetiyo mengatakan dalam data belum tercatat adanya laporan mengenai kasus dugaan penculikan yang menimpa siswa SDN 8 Sumbawa. “Kami sudah cek, dalam data belum tercatat,” singkatnya. (JEN/SR)

CAPTION: LS, Siswa SDN 8 Sumbawa yang nyaris menjadi korban penculikan.

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.