Atasi Penculikan, Guru dan Orang Tua Harus Bersinergi

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (15/10/2015)

Kasus percobaan penculikan yang menimpa siswa SDN 8 Sumbawa, menjadi peringatan bagi orang tua dan guru untuk waspada. Sebab kasus seperti ini sudah marak terjadi di kota-kota besar, bahkan korban penculikan ditemukan sudah tidak bernyawa dalam kondisi yang mengenaskan. Ini tidak boleh terjadi di Sumbawa, tentunya pihak sekolah dan orang tua harus bersinergi untuk mengantisipasinya. “Kami berharap kepada sekolah, guru dan masyarakat terutama orang tua mampu bersinergi,” kata Kadis Diknas Kabupaten Sumbawa, Sudirman Malik S.Pd saat dimintai tanggapan soal kasus percobaan penculikan yang menimpa LS (11) siswa kelas V SDN 8 Sumbawa.

Tugas untuk menjaga anak didik dari gangguan yang mengancam jiwanya adalah tanggung jawab bersama. Guru dan sekolah memiliki waktu yang terbatas dalam menjaga anak didiknya. Ketika siswa sudah pulang dan meninggalkan sekolah, tanggung jawab berada pada orang tua.  Meski demikian Dirman Malik—sapaan akrabnya, meminta kepala sekolah dan guru harus mampu mengevaluasi kondisi yang ada di lingkungannya sehingga tidak terjadi hal-hal seperti itu. Orang tua juga harus memastikan keselamatan anaknya dengan salah satu cara mengantar jemput anak dari dan ke sekolah. “Jangan sepenuhnya diserahkan ke sekolah,” tukasnya.

Diakui Dirman Malik, persoalan penculikan ini harus menjadi perhatian serius. Sebab pelajar sangat rentan menjadi korbannya sebagaimana maraknya pemberitaan di media cetak dan elektronik. Karenanya Ia menghimbau masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaannya agar kasus-kasus tersebut tidak pernah terjadi lagi. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Siap Antar Shabu 25,14 Gram, Dua Kurir Narkoba Dibekuk