Waspada !!! Cari Suara, Kumpul KTP dan Janji Dana Bansos

oleh -4 views

SUMBAWA BESAR, SR (14/10/2015)

Banyak cara yang dilakukan pasangan calon untuk mencari suara dan dukungan dari masyarakat jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada). Salah satunya dengan cara mengumpulkan KTP warga dan menjanjikan bantuan jika mereka berhasil terpilih nanti. Sebenarnya ini cara klasik dan sudah lama dipraktekkan. Tidak sedikit masyarakat yang dibuat kecewa, sebab janji tersebut ternyata tidak kunjung terealisasi. Jangankan kalah dalam Pilkada, menangpun hanya sebagian kecil saja yang terealisasi. Saat ini praktek tersebut masih ditemukan di Kecamatan Labangka. Ini terungkap ketika Pasangan H Asaat Abdullah ST—Chandra Wijaya Rayes ST atau yang dikenal dengan Paket SAAT-JAYA melakukan silaturrahim dan sosialisasi tentang program unggulannya, Senin (13/10). Kegiatan ini sesuai dengan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa.

Ketika itu pasangan SAAT JAYA membagi lokasi. Calon Bupati H Asaat Abdullah bersama rombongan yang melaju dari Kecamatan Plampang menuju Labangka 3  Kecamatan Labangka. Perjalanan ini untuk memenuhi desakan warga SP1 dan SP4 agar pasangan tersebut mampir. Warga di dua desa ini sangat antusias kehadiran calon yang akan didukung pada 9 Desember 2015. Melihat kerinduan warga ini, Haji Saat akhirnya bersedia mampir. Namun sebelum sampai di SP1 dan SP4, di tengah perjalanan mobil yang ditumpangi calon bupati yang dikenal sebagai pakar infrastruktur ini dihadang beberapa orang. Sepertinya mereka mengetahui kedatangan Calon Bupati. Sebagai figure yang low profil Haji Saat menyapa beberapa warga tersebut dan mendengar apa yang mereka inginkan. Kepada Haji Saat mereka menagih janji sebab mereka sudah lama menyerahkan KTP sesuai dengan permintaan calon yang datang berkunjung sebelumnya. Mereka sudah tak sabar atas realisasi KTP tersebut yang katanya akan mendapat bantuan Bansos berupa ternak, usaha bakulan dan lainnya. Ternyata warga ini salah sangka. Sebab calon yang dimaksud bukan Haji Saat atau bukan pasangan nomor 2. Apalagi wajahnya berbeda dengan calon yang datang sebelumnya. Kepada warga ini, H Asaat Abdullah ST—calon bupati dari SAAT JAYA menyatakan tidak pernah meminta warga mengumpulkan KTP lalu menjanjikan bantuan. Ia tidak ingin berjanji yang justru melukai perasaan masyarakat. Untuk diketahui, SAAT JAYA tidak akan melakukan cara-cara seperti itu untuk mendulang suara. SAAT JAYA tidak akan mengumpulkan KTP untuk pemberian yang sesaat, apalagi janji tersebut belum tentu kebenarannya. SAAT JAYA datang ke Labangka untuk menawarkan program realistis yang memiliki manfaat jangka panjang dalam rangka mensejahterakan masyarakat.

Baca Juga  Kontes Ternak Diramaikan Ratusan Sapi, Kerbau dan Kuda

SAAT JAYA labangka 5Untuk diketahui, jelasnya, Surat Edaran Mendagri No. 900 Tahun 2014 tentang Penajaman Ketentuan Pasal 298 ayat (5) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa masyarakat selaku penerima dana hibah atau bantuan sosial dari pemerintah harus berbadan hukum. Untuk berbadan hukum ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi di antaranya membuat akta notaris, dan NPWP (Nomor Pendaftaran Wajib Pajak). Tanpa berbadan hukum, kelompok masyarakat ini tidak diperkenankan meneima dana tersebut. Artinya masyarakat yang hanya sekedar mengumpulkan KTP, tidak akan mendapat bantuan tersebut. Sebab kelompok atau lembaganya tidak berbadan hukum. “Kalau dulu bisa, masyarakat membentuk kelompok lalu mengajukan proposal bertandatangan kepala desa mengetahui camat, langsung bisa dapat bantuan meski tanpa akta notaris (berbadan hukum), tapi sekarang tidak bisa lagi. Jadi masyarakat jangan terkecoh dan terbuai dengan janji dengan mengumpulkan KTP,” jelasnya. Penjelasan ini disampaikan, ungkap Haji Saat, karena SAAT JAYA ingin memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat agar cerdas dan tidak tertipu dengan bujuk rayu sesaat.

SAAT JAYA labangka 6Liputan langsung SAMAWAREA, pasangan SAAT JAYA menyambangi semua desa di Kecamatan Labangka mulai dari Labangka 1 hingga 5. Silaturrahim sekaligus sosialisasi ini dilakukan sejak pukul 11.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat setempat di antaranya masalah air dan jalan. Aspirasi ini pun terjawab karena keinginan masyarakat sesuai dengan visi misi yang didalamnya terdapat program unggulan yang mampu merealisasikannya. “Saya ini birokrat yang membuat program dan pasti akan direalisasikan. Birokrat tidak neko-neko, dan program yang dibuat sesuai dengan kemampuan untuk diwujudkan,” demikian Haji Saat. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD