Home / Ekonomi / Atasi Jalan dan Air di Labangka, SAAT JAYA Pakarnya

Atasi Jalan dan Air di Labangka, SAAT JAYA Pakarnya

SUMBAWA BESAR, SR (14/10/2015)

Kehadiran pasangan SAAT JAYA di Kecamatan Labangka, Selasa (13/10) disambut hangat masyarakat di lima desa setempat. Dua insinyur tersebut dinilai sebagai pasangan yang mampu mengatasi persoalan besar di kecamatan penghasil jagung terbesar ini. Hampir semua desa yang dikunjungi termasuk beberapa desa di Kecamatan Labangka mengeluhkan persoalan jalan dan air. Persoalan ini sangat klop sekali dengan kompetensi yang dimiliki keduanya. H Asaat Abdullah ST adalah Sarjana Teknik atau Insinyur Perencanaan Sipil yang ahli di bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan. Karena itu dalam visi-misi atau program unggulan pasangan SAAT JAYA, persoalan infrastruktur jalan dan jembatan ini menjadi prioritas untuk dituntaskan jika diberikan amanat oleh masyarakat Sumbawa untuk memimpin daerah. Demikian dengan pasangannya Chandra Wijaya Rayes ST, yang juga sarjana tekhnik atau Insinyur Pengairan. Dengan kepakaran yang dimiliki maka persoalan air yang menjadi biang masalah ini akan segera teratasi. Karenanya sangat pas jika masyarakat memberikan amanah kepada perpaduan ahli jalan dan ahli air ini untuk memimpin daerah. Hal tersebut sejalan dengan hadist Rasulullah SAW agar memberikan pekerjaan atau urusan kepada ahlinya, sebab jika urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancuran. “Intinya SAAT JAYA tidak ingin mendengar lagi masyarakat menjerit karena jalan rusak. Dan SAAT JAYA juga tidak ingin mendengar masyarakat menjerit karena krisis air,” kata Calon Bupati, H Asaat Abdullah ST dalam tatap muka dengan sejumlah warga di Kecamatan Labangka, Selasa (13/10).

SAAT JAYA labangka 3Didampingi Wakilnya, Chandra Wijaya Rayes ST, Haji Saat—sapaan akrabnya, mengatakan, sejauh ini sudah 146 desa dari 165 desa/kelurahan yang disambangi untuk melihat, mengidentifikasi sekaligus menginventarisasi permasalahan daerah. Yang paling krusial, semua desa ini mengeluhkan jalan dan air. Menurutnya, kemajuan pembangunan di Kabupaten Sumbawa sekarang ini sangat luar biasa. Jalan nasional sudah mencapai 100 persen mantap, propinsi 70 persen dan pada tahun ini diperkirakan akan tuntas termasuk jalan menuju Labangka V yang sedang dikerjakan saat ini. Demikian dengan jalan kabupaten yang didalamnya jalan interkoneksi menuju desa-desa terpencil dan terisolir. Kondisi jalan kabupaten sudah 62 persen mantap tersisa 38 persen akan dituntaskan hanya dalam tiga tahun ketika SAAT JAYA diberikan takdir menjadi bupati dan wakil bupati Sumbawa untuk periode 2016—2021. “Jadi tidak ada lagi desa terisolir karena jalannya sudah bagus. Apalagi kami sudah merencanakan untuk merintis hotmix masuk desa dan pembukaan jalan usaha tani sepanjang 400 kilometer,” cetus Haji Saat.

Selain jalan, keluhan lainnya adalah masalah air baik air bersih maupun irigasi. Inilah penyakit terbesar yang dialami masyarakat terutama di wilayah bagian timur. Kalau untuk wilayah lain sudah sedikit teratasi dengan adanya bendungan dan embung seperti Embung Kakiang, Bendungan Batu Bulan, Mamak dan lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, SAAT JAYA telah memprogramkan percepatan pembangunan tiga bendungan besar yaitu Bendungan Labangka Komplek yang mampu mengairi 5.500 hektar bahkan hingga 10 ribu hektar lahan di Labangka dan sekitarnya. Kemudian Bendungan Beringin Sila di Kecamatan Utan untuk 2.500 Ha, dan Bendungan Kerekeh mampu mengairi lahan di Kecamatan Unter Iwis sekitar 4.500 Ha.

Selain bendungan, SAAT JAYA akan mempercepat pembangunan dan mengelola keberadaan Embung Penyempeng di Kecamatan Empang, Sangkok Bawi di Desa Muer Kecamatan Maronge, Embung Tiu Rarang Kecamatan Lopok, Tiu Sebangka di Alas Barat, dan Embung Juru Mapin. SAAT JAYA juga menjawab pertanyaan masyarakat Labangka yang mengatakan pembangunan Labangka Komplek pasti memakan waktu cukup lama sementara kesulitan air yang mereka hadapi harus segera dituntaskan.

Dikatakan Haji Saat, untuk jangka pendek akan dibangun sekitar 500 unit sumur bor (sumur dalam) guna mengatasi kekeringan yang melanda. Ketika bendungan, embung dan sumur bor ini terealisasi, lanjutnya, akan ada 49.200 hektar lahan produktif melampaui luas lahan non produktif sekitar 33 ribu hektar. Artinya masih ada sekitar 16 ribu hektar lahan produktif, yang nantinya akan disiasati dengan pembukaan lahan melalui program cetak sawah baru. “Insya Allah jika terpilih, ini akan direalisasikan dalam masa lima tahun kepemimpinan kami,” ucapnya.

SAAT JAYA labangka 1INFRASTRUKTUR dan KESEJAHTERAAN

Ditambahkan Chandra Wijaya Rayes (Jaya), bahwa pembangunan infrastruktur di semua bidang harus menjadi prioritas utama. Bohong besar kalau ada pihak lain yang berbicara kemakmuran dan kesejahteraan tanpa mendahulukan pembangunan infrastruktur. Pembangunan infrastruktur ini memiliki keterkaitan erat dengan kemiskinan dan kesejahteraan. Sebelumnya jalan mantap di Kabupaten Sumbawa mencapai 20 persen, angka kemiskinan berada di posisi 40 persen. Ketika sekarang jalan mantap 62 persen angka kemiskinan turun menjadi 17,3 persen. Semakin bagus dan pembangunan infrastruktur mengalami peningkatan maka angka kemiskinan semakin menurun seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Karenanya ketika SAAT JAYA memimpin daerah, masalah infrastruktur jalan dan irigasi akan dituntaskan 100 persen dan optimis mampu menekan angka kemiskinan hingga di bawah 5 persen.

Selain soal jalan dan irigasi, infrastruktur kesehatan dan pendidikan juga ditingkatkan. Saat ini terdapat 25 puskesmas dan tercatat 23 di antaranya sudah berstatus rawat inap yang akan segera dituntaskan. Yang menjadi persoalan adalah ketersediaan sumber daya manusia yaitu dokter, perawat dan bidan. Untuk dokter sekarang ini hanya 76 dan minimal tersedia 200 dokter dan tambahan 400 bidan dan perawat. Karenanya kekurangan ini telah tertuang dalam program SAAT JAYA untuk dipenuhi ketika menjadi bupati dan wakil bupati Sumbawa.

Selanjutnya di bidang pendidikan, telah menginventarisir sarana prasarana pendidikan mulai dari kondisi rusak berat, ringan dan yang membutuhkan peningkatan. Kondisi fisik ini harus 100 persen baik. Setelah itu peningkatan kualitas guru dan pengajar, serta melahirkan generasi cerdas dan handal. Tidak ada lagi anak-anak kurang mampu yang putus sekolah. Bagi anak pintar dan kurang mampu akan mendapat perhatian pemerintah daerah. SAAT JAYA telah memprogramkan 2.500 beasiswa pendidikan hingga perguruan tinggi. “Kami akan fokus pada peningkatan SDM melalui jalur pendidikan dan kesehatan, di samping penyiapan mental dan moral masyarakat melalui visi berbudaya,” jelasnya.

CIPTAKAN LAPANGAN KERJA untuk 10.000 ORANG

Mengenai pengangguran di Kabupaten Sumbawa, SAAT JAYA menyebut berada di angka 9000. Daalm visi-misinya, SAAT JAYA telah memprogramkan untuk menciptakan lapangan kerja yang mampu menyerap 10.000 orang. dengan pembangunan infrastrutur jalan, irigasi, pendidikan dan kesehatan, sudah bisa menyerap 4.000 tenaga kerja. Hal ini ditunjang dengan keberadaan investasi. Potensi daerah seperti jagung, rumput laut dan ternak sapi akan diupayakan tidak lagi dikirim dalam bentuk mentah, melainkan olahan dan sudah menjadi produk sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi yang bermuara pada peningkatan ekonomi masyarakat. Pihaknya telah berbicara dengan sejumlah investor untuk membangun pabrik pengolahan di daerah ini. Di samping dapat mengirim produk dalam bentuk jadi, juga keberadaan pabrik ini mampu menyerap tenaga kerja lokal. “Semua program ini bukan retorika. Segala sesuatu yang kami katakan itulah yang akan kami laksanakan. Sebagai seorang birokrat jika sudah mengatakan A tidak akan berubah menjadi B, karena di otak saya hanya bekerja, bekerja dan bekerja,” pungkas Haji Saat. (JEN/SR)

Lihat Juga

SK Pemberhentian Novi dan Ikhsan Sebagai PNS Belum Diterima KPU, Novi: Saya Serahkan Saat Penarikan Nomor Urut

SUMBAWA BESAR, samawarea.com (23/9/2020) Sebanyak 5 pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa telah ditetapkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *