Masih Tersangka Tunggal, Polisi Tunggu Petunjuk Jaksa

oleh -2 views

Kasus Pembunuhan Mertua Oleh Menantu

SUMBAWA BESAR, SR (12/10/2015)

Penyidikan yang dilakukan polisi masih menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pembunuhan Nurtina (54) ibu rumah tangga yang tinggal di KM 3 ruas jalan Sumbawa–Bima wilayah Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa. Nurtina tewas akibat dianiaya menantunya EM (37) yang kini sedang menjalani proses hukum di Polres Sumbawa. “Untuk sementara kami masih menetapkan satu orang tersangka,” kata Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo saat dikonfirmasi SAMAWAREA di ruang kerjanya, Senin (12/10). Terhadap kemungkinan adanya penambahan tersangka lain, ungkap IPTU Tri, pihaknya masih menunggu petunjuk jaksa. “Kita akan melakukan pemberkasan hasil penyelidikan dan penyidikan lalu dikirim ke kejaksaan. Nanti jika memang ada petunjuk jaksa yang mengarah kepada adanya kemungkinan tersangka lain, akan kami kembangkan,” ucapnya.

Sebelumnya pihaknya telah meminta keterangan sejumlah saksi. Saksi tersebut di antaranya anak dan suami tersangka, serta suami korban. Pemeriksaan terhadap suami korban, Umar Alamudy karena diduga kuat mengetahui orang-orang yang diindikasikan terlibat. Bahkan saat diwawancara SAMAWAREA usai pemeriksaan, Umar memastikan pelaku yang membunuh istrinya lebih dari satu orang. Katanya, saat kejadian dia berada di atas rumah sedang menonton televisi, sementara istrinya, Tina (korban) berada di rumah makan miliknya yang berada di bagian depan rumah. Setelah mendengar keributan, Umar mengaku bergegas turun ke bawah untuk melihat apa yang telah terjadi. Ketika melihatnya turun, para pelaku kabur. Hal ini diperkuat dengan pengakuan istrinya yang kala itu sempat sadar saat dalam perawatan di rumah sakit.

Baca Juga  Aniaya Teman yang Tolak Rayakan Tahun Baru, Pemuda ini Diringkus

Kasus penganiayaan yang menewaskan Tina—sapaan korban terjadi Minggu (13/9) dinihari. Berawal dari cek-cok mulut antara tersangka dan korban di rumah sekaligus warung nasi milik korban, KM 3 jalan lintas Sumbawa—Bima, wilayah Kelurahan Samapuin. Cek-cok ini berujung penganiayaan. Tersangka diduga menganiaya korban menggunakan kursi besi lipat berwarna hitam. Akibatnya, korban menderita luka berat di bagian kepala dan wajahnya dan sempat dirawat selama dua hari di RSUP Manambai Abdul Kadir, hingga akhirnya meninggal dunia. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD