Dugaan Mark-up Dana Bansos, Kepala SD Diperiksa Massal

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (12/10/2015)

Sebanyak 9 Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Sumbawa memenuhi panggilan penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Senin (12/10). Mereka diperiksa secara marathon dari pukul 09.00 hingga 12.30 Wita. Pemeriksaan ini menyusul adanya laporan dugaan mark-up dana bantuan sosial yang diterima 15 sekolah dasar yang tersebar di berbagai kecamatan termasuk SD yang berlokasi di Kota Sumbawa Besar. Dana Bansos yang dialokasikan langsung ke rekening sekolah ini berasal dari Dirjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional Tahun Anggaran 2014. Dari dana senilai total Rp 810 juta ini masing-masing sekolah mendapat Rp 54 juta yang digunakan untuk peningkatan mutu pendidikan berbasis Teknologi Informatika dan Komunikasi (TIK). Untuk peningkatan mutu ini, sekolah membeli sarana pendukung berupa 4 buah laptop, 2 proyektor lengkap layar, serta seperangkat printer dan lainnya. Namun muncul dugaan jika pembelian barang tersebut cukup mahal dibandingkan dengan harga pasaran, sehingga disinyalir terjadi mark-up mark-up harga.

Kepala SD Diperiksa 1Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo mengakui adanya laporan tersebut. Laporan ini ditindaklanjuti dengan melakukan pengumpulan data dan keterangan. Sejumlah sekolah penerima telah dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Senin (12/10) ada 9 kepala sekolah yang diklarifikasi. Mereka adalah Kepala SDN Pungka, SDN 14 Sumbawa, SDN 7 Sumbawa, SDN 5 Alas, SDN Meno, SDN Perung, SDN Pulau Kaung, SDN 1 Mapin Kebak dan SDN 1 Pulau Bungin. Rencananya pemeriksaan akan dilanjutkan Selasa (13/10) dengan meminta klarifikasi Kepala SDN 2 Langam, SDN Songkar, SDN Olat Rawa, SDN Batu Bulan, SDN Boal, dan SDN Jotang. “Kami masih mendalami laporan atau informasi dalam rangka pengumpulan data untuk menelusuri kebenarannya,” kata perwira lajang ini.

Baca Juga  Bukan Ahli Masak, SMKN 3 Sumbawa Terbaik Lomba Cipta Menu

Dalam penanganan laporan kasus ini, pihaknya akan mengecek produk yang dibeli apakah memenuhi spesifikasi. Dan sejauh ini pihaknya belum dapat menyimpulkan adanya indikasi korupsi mengingat data yang diperoleh polisi masih minim. “Dugaan itu masih terlalu dini, kita masih mendalami laporan,” demikian IPTU Tri. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.