RICE dan IBC Ciptakan Olat Maras Jadi Pusat Industri

oleh -6 views

SUMBAWA BESAR, SR (11/10/2015)

Olat Maras Kabupaten Sumbawa bakal menjadi pusat industry atau inkubasi bisnis yang mengagumkan. Hal ini didukung dengan keberadaan Science Techno Park (STP) di lahan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Bahkan di lokasi yang sama akan menjadi pusat pengembangan industri kreatif berbasis telematika. Karena di tempat itu akan dibangun RICE (Regional ICT center For Execellent) dan IBC (Incubator Business Center) yang dikombinasikan dengan program pengembangan sentra industri kecil dan menengah dari Kementerian Perindustrian RI. Rencana besar ini sudah di depan mata karena Detail Engineering Desain (DED) sudah dibuat dan akan yang dilanjutkan dengan pembangunan fisik Tahun 2016 mendatang. Hal ini dikemukakan Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektonika Kementerian Perindustrian RI, I Gusti Putu Suryawirawan saat membuka kegiatan Mini Expo Komunitas Kreatif sekaligus memberikan kuliah umum tentang Prospek Industri Kreatif di Indonesia yang digelar Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) di Wisma Daerah, Sabtu (10/10) kemarin.

Expo Kreatif 1Dijelaskan Putu—sapaan akrab pejabat ramah ini, RICE nanti akan menciptakn science global at local. Dengan keberadaannya, anak-anak Sumbawa jika sudah tamat atau wisuda tidak perlu keluar daerah. Mereka akan tetap berada di Sumbawa untuk mengerjakan proyek-proyek besar yang dibawa orang-orang asing. Tidak hanya membawa proyek, orang luar ini juga mengajari putra-putri Sumbawa untuk memproduksi produk-produk tersebut. Pertimbangan orang luar membawa program ke sini karena produk yang dihasilkan tidak memerlukan bea cukai dan pelabuhan untuk melakukan ekspor. Produknya dapat didistribusikan dan dipasarkan melalui jaringan internet. “Dengan adanya RICE di Sumbawa ini kita harapkan nanti perusahaan-perusahan besar akan mensub-kontrakan pekerjaan-pekerjaan di Sumbawa. Ke depan anak-anak Sumbawa kalau keluar dari Sumbawa bukan untuk mencari pekerjaan tapi mereka piknik menghabiskan duit,” kata Putu di hadapan mahasiswa, para pelajar dan para tokoh di antaranya Taufik Rahzen (budayawan nasional), Dr H Zulkieflimansyah M.Sc (Anggota DPR RI), Dr Arif Budi Witarto (Rektor UTS), dan A Gani Selim (Budayawan Sumbawa).

Baca Juga  Wagub NTB: Al-Qur’an Membentuk Generasi Cerdas dan Berakhlaq Mulia

Itulah salah satu visi keberadaan STP yang di dalamnya ada RICE. Putra-putri daerah yang pintar tidak akan pergi dari Sumbawa, mereka akan mengabdikan diri dan mengembangkan daerah menjadi maju. Namun demikian Kementerian Perindustrian juga akan menfasilitasi anak-anak muda termasuk mahasiswa yang memiliki idealis tinggi yang enggan berafiliasi dengan perusahaan asing yang dianggap sebagai kapitalis. Mereka menginginkan untuk mengembangkan dirinya secara mandiri dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Mereka akan berada di IBC (Incubator Business Center). Bedanya, RICE berada di Techno Park dan berada di dalam gedung yang megah serta diback-up oleh perusahaan besar, sedangkan IBC ‘ditempel’ di perguruan tinggi dan menjadikan lembaga pendidikan itu sebagai alamat kantornya. “Bisa dinamakan IBC UTS atau nama-nama yang disukai. Di tempat itu mereka mengerjakan project yang keluar dari otaknya sendiri yang mungkin tidak pernah ada baik yang diproduksi oleh perusahaan maupun dunia maya. Produk yang dihasilkan adalah buatan sendiri,” terang Putu.

Ia mencontohkan produk yang kini fenomenal adalah ‘Gojek’. Saat itu Gojek hasil karya putra bangsa di Jakarta telah ditawari oleh perusahaan besar senilai ratusan miliar rupiah. Demikian dengan Watshap yang sekarang banyak digemari dan menurut kabar sudah dibeli Facebook dengan harga yang sangat mahal.

Karenanya Ia berharap dengan kehadiran RICE dan IBC di Sumbawa ini mampu melahirkan atau menciptakan sains global at lokal. Proyeknya boleh berasal dari seluruh dunia tapi yang mengerjakan adalah anak-anak Sumbawa. Atau paling tidak RICE dan IBC di Sumbawa ini banyak mengerjakan pekerjaan yang berskala nasional.

Baca Juga  Tahun ini, SMPN 1 Sumbawa Harus UNBK  

Expo Kreatif 2Sebenarnya diakui Putu, Indonesia sudah memiliki beberapa lokasi RICE dan IBC ini seperti di Riau, Sumatera, Sulawesi, Bali, dan Batam dengan desain ponselnya. Dan Khusus di Nusa Tenggara atau Indonesia bagian timur, Kementerian tertarik untuk menempatkannya di Sumbawa. Mengapa di Sumbawa ? menurut Putu karena sudah Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional atau disingkat RIPIN sebagai payung bagi kementerian perindustrian ketika ingin membangun sesuatu di Kabupaten Sumbawa yang diarahkan atau diprioritaskan untuk industri keelektronikaan dan industri telematika. “Kalau nanti Doktor Zul bisa mendorong keberadaannya melalui parlemen, insya Allah 2016 kami dari Kementerian akan merealisasikannya. Mohon dukungannya, dari sekarang kita akan membuat kajian dan kelayakannya sebagai bentuk persiapan. Kita harus melihat seperti apa nantinya ketika dikombinasikan dengan program pengembangan sentra industry kecil dan menengah di UTS. Kita juga melibatkan beberapa seniman untuk membuat tempat bekerja yang nyaman. Sebab bekerja di ICT ini tidak usah terlalu formal, dan tidak usah pakai batik,” demikian Putu.

Untuk diketahui, UTS menggelar Expo Mini Komunitas Kreatif selama dua hari, 10–11 Oktober 2015. Berbagai kegiatan dilaksanakan di antaranya pameran mini menampilkan Benang Merah Documentary (Pemutaran karya video), Sumbawa Cinema Society (pemutaran film SPTK), Sumbawa Art Manajemen menampilkan musik etnik, Kre Berek Samawa Concept (Pameran produk t-shirt dan batik, Komunitas Seni Rupa SMAN 1 Sumbawa (Pameran karya lukisan), dan Komunitas Fotografy Sumbawa (pameran karya pemenang lomba). Expo ini juga diisi dengan Obrolan Budaya dengan komunitas kreatif untuk memetakan komunitas kreatif di Sumbawa oleh Taufik Rahzen–budayawan nasional asal Sumbawa yang telah mendunia. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.