Tersisa 3 Warga Ai Bari Tolak Kompensasi SAMOTA

oleh -3 views

SUMBAWA BESAR, SR (09/10/2015)

Langkah persuasif yang dilakukan Pemda Sumbawa melalui Bagian Aset dan Panitia Pengadaan Tanah Samota terhadap sejumlah pemilik lahan di Dusun Ai Bari Kecamatan Moyo Utara, membuahkan hasil. Mereka yang sempat menolak bahkan menggelar aksi demo dan hearing di DPRD, lambat laun mulai paham dan mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan pembangunan jalan lingkar Samota yang diyakini akan meningkat perekonomian masyarakat setempat. “Alhamdulillah dari 20 orang pemilik lahan, 17 di antaranya sudah menandatangani berkas pencairan, kini hanya tersisa 3 orang,” kata Kasubag Perencanaan Pengadaan dan Distribusi Aset, Bagian Aset Setda Sumbawa, Surbini SE M.Si, Jumat (9/10).

Ganti rugi yang diberikan ini sesuai dengan hasil perhitungan Appraisal—lembaga independen yakni Rp 1,2 juta per are belum termasuk kerugian bangunan dan tumbuh-tumbuhan yang berdiri di atasnya jika ada. Dari perhitungan Appraisal dari 38 orang pemilik lahan termasuk di dalamnya 20 orang yang sempat melakukan aksi, mencapai Rp 2,7 Miliyar. Pemerintah daerah tidak bisa menaikkan harga lahan sesuai permintaan masyarakat. Sebab menurut undang-undang, pembayaran ganti rugi itu dilakukan dengan tiga dasar. Yaitu hasil penilaian Appraisal, keputusan Pengadilan, dan keputusan Mahkamah Agung. “Karena belum ada yang mengajukan gugatan, yang kami pegang dasar pembayaran ganti rugi adalah hasil perhitungan Appraisal,” tukas Surbini yang juga Anggota Panitia Pengadaan Tanah Samota.

Baca Juga  XL Terus Lakukan Perluasan Jaringan Data Berkualitas

Bagaimana dengan tiga orang warga Ai Bari yang masih tetap menolak perhitungan Appraisal ? Surbini mengaku Pemda tetap melakukan pendekatan secara persuasif dengan terus memberikan pemahaman baik mengenai harga, maupun dampak secara ekonomi jika jalan tersebut terealisasi.

Sejauh ini Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa telah menyelesaikan pembebasan lahan bagi pembangunan jalan lingkar Samota (Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Tambora) hampir 100 persen. Dari 210 pemilik lahan yang terkena dampak, sebagian besar pembayarannya telah dituntaskan sesuai dengan hasil perhitungan Appraisal—lembaga independen yang ditunjuk pemerintah. Bahkan hingga kini pembayaran masih terus berlangsung. Pembebasan lahan untuk pembangunan jalan Samota sepanjang 24 kilometer tersebut diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 31 miliar lebih sesuai hasil perhitungan Appraisal. Sebelumnya anggaran yang tersedia dari alokasi APBD 2015 hanya Rp 24,6 M. Namun dari hasil kalkulasi yang dibayarkan secara tunai kepada masyarakat mencapai Rp 26,5 miliar, karena dikurangi Rp 4 miliar lebih yang merupakan nilai lahan aset Pemda yang berada di sepanjang alur Samota. Artinya, masih terjadi kekurangan anggaran dalam pembebasan lahan Samota. Karenanya Bagian Aset telah mengusulkan tambahan dana ini melalui APBD-Perubahan sebesar Rp 2,5 miliar. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD