TR: JIWA Reformasi, Saat-Jaya Transformasi, Husni-Mo Populis

oleh -16 views
Taufik Rahzen, Budayawan Nasional asal Sumbawa

SUMBAWA BESAR, SR (08/10/2015)

Debat Kandidat tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa yang digelar di Lapangan Apel Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (8/10) berlangsung dinamis dan menarik. Pasangan Jack Morsa H Abdullah S.Adm—H Iwan Rahadi ST (JIWA), H Asaat Abdullah ST—Chandra Wijaya Rayes ST (Saat-Jaya), dan HM Husni Jibril B.Sc—Drs H Mahmud Abdullah (Husni—Mo), memperlihatkan style yang berbeda, namun mampu menggugah semangat publik yang menyaksikan jalannya debat tersebut. Hal ini mendapat penilaian positif dari Budayawan Nasional, Taufik Rahzen yang hadir dan menyaksikan salah satu tahapan Pilkada Sumbawa ini.

Saat dimintai tanggapannya, TR—sapaan akrab tokoh nasional kelahiran Sumbawa ini, mengaku Debat Kandidat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut sangat menarik. Ia menilai debat kandidat itu merupakan bentuk dari konflik resolution yang paling indah dan matang. Artinya orang menemukan perdebatan sekaligus kesamaan di dalam perdebatan itu sendiri dan hal tersebut dirayakan dengan kegembiraan. “Saya kira betul apa yang dikatakan Ketua KPU Sumbawa Bapak Syukri Rahmat, bahwa kita menganggap ini sebagai suatu pesta atau upacara yang semua urutannya terselenggara dengan baik. Semua yang ditampilkan baik kepribadian maupun visi dari masing-masing calon itu ada. Jadi saya melihat bahwa kita telah melangkah lebih jauh dari demokrasi procedural dan kita berani untuk menyelenggarakannya itu di ruang publik,” jelas TR.

Debat Kandidat Saat JayaIa mengaku sangat senang ada kesantunan politik dalam debat tersebut. Kesantunan dari para kandidat berjalan dengan sangat bagus dalam tata krama dan tidak melampaui batas-batas kebencian. Tapi yang sangat menonjol, garis partai di dalam debat tersebut tidak terlihat. Hal itu menunjukkan kematangan demokrasi. “Saya ingin memberikan apresiasi  kepada moderator yang memberikan kawalan yang sangat baik sehingga masing-masing kandidat mampu memberikan yang terbaik dari yang paling maksimal,” ucapnya.

Baca Juga  Rakyat atau Jabatan ?

Disinggung mengenai performance para kandidat, TR menyatakan masing-masing memiliki karakter sendiri dan terlihat beda dengan performance secara umum. Pasangan Jack Morsa—Iwan (JIWA) dengan nomor urut 1 yang diusung Gerindra, PKS, PBB, PAN dan Golkar (kubu ARB) memberikan kesan ingin membuat suatu pembaharuan atau reformasi. Selanjutnya H Asaat Abdullah—Chandra Wijaya Rayes (Saat-Jaya) pasangan bernomor urut 2 yang diusung Hanura, Nasdem, PKPI, dan PPP, menginginkan transformasi. Sedangkan HM Husni Jibril—H Mahmud Abdullah (Husni-Mo) pasangan bernomor urut 3 yang diusung PDIP dan Demokrat ingin mencari popularitas (populis).

Semua pasangan ini cukup kuat, hanya bentuk pasangan satu dengan pasangan lainnya berbeda. Namun secara keseluruhan yang menang dalam perdebatan itu adalah pertunjukkan acara dan masyarakatnya. Sebab mulai dari awal hingga akhir, masyarakat merasakan seperti berada di dalam sebuah pesta. “Kita seperti datang ke acara pengantin dan masing-masing melihat mempelai tanpa menjustifikasi mana mempelai yang lebih baik, lebih kaya dan lebih cantik. Tapi semua mempelai itu kita terima. Ini menunjukkan tentang pluralitas kita dan pluralitas kemampuan masyarakat Sumbawa untuk menerima perbedaan-perbedaan sekaligus merubahnya di dalam suatu konteks baru,” paparnya.

Kembali ditanya SAMAWAREA kesan mana dari tiga pasangan ini yang sangat pas dengan karakter masyarakat Sumbawa ? TR menyatakan tidak ingin menyebut secara spesifik tapi yang pasti semua pasangan itu telah mewakili karakter masyarakat Sumbawa. “Menurut saya tidak bisa dikatakan mana yang lebih baik dan lebih cocok, pasti ada elemen tersendiri yang kemudian punya kekuatan masing-masing,” imbuhnya.

Baca Juga  “PAN dan NURMAS Tidak Terkait Demo GMAK”

Mengenai permasalahan daerah yang terpapar dan cukup beragam yang ditampilkan moderator, menurut TR, telah memberikan respon dari para kandidat berdasarkan pendekatannya. Minimal apa yang tersaji akan muncul peta permasalahan daerah yang kemudian melahirkan sebuah solusi untuk dituntaskan melalui program-program unggulan dari para kandidat. “Saya kira dari debat kandidat ini, Sumbawa bisa menjadi model,” demikian TR. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD