Peredaran Narkoba di KSB Sudah Sangat Meresahkan

oleh -7 views

Hasil Tes Urine, 12 Pelajar Positif Narkoba

SUMBAWA BESAR, SR (06/10/2015)

Peredaran narkoba di wilayah hukum Polres KSB sudah sangat meresahkan. Pasalnya, para pelajar dan mahasiswa sudah masuk dalam ranah pengguna. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil tes urine sejumlah pelajar SMA sederajat di Bumi Pariri Lema Bariri yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat, terungkap belasan di antaranya positif pengguna narkoba. “Ada 12 orang dari berbagai sekolah yang hasil tes urinenya positif narkoba,” kata Kasubag Umum BNN KSB, Akhiruddin Juliadi SKM M.Si yang ditemui SAMAWAREA ketika menggelar Tes Urine di Kodim 1607 Sumbawa, Selasa (6/10).

Sejumlah pelajar ini tengah menjalani rawat jalan sebagai upaya rehabilitasi yang dilakukan BNN. Sejauh ini dalam menjaring pelajar, mahasiswa dan kalangan lainnya yang menggunakan narkoba, BNN masih bersifat insidentil dengan pendekatan persuasive. Misalnya ada keluarga atau pengguna narkoba sendiri yang melapor, akan langsung dites urine. Jika hasilnya positif, akan diarahkan untuk direhabilitasi tanpa adanya proses pidana. Inilah yang dilakukan KSB sehingga BNN berhasil menjaring para pengguna narkoba terutama dari kalangan pelajar. Ketika narkoba telah menjamah kalangan pelajar, ini mengindikasikan narkoba di KSB sudah dalam tataran sangat meresahkan.

Bagaimana dengan Sumbawa ? Heru—sapaan karib Akhiruddin Juliadi, mengaku pernah melakukan tes urine terhadap pelajar di salah satu sekolah menengah atas permintaan sekolah bersangkutan. Hasil tes urinenya negative. Namun bukan berarti tidak ada peredaran narkoba di Sumbawa, ini dibuktikan dengan terjaringnya beberapa kasus narkoba oleh pihak kepolisian.

Baca Juga  Jaksa Eksekusi Massal Belasan Pejabat KSB

Sebab berbicara narkoba itu Extra Ordinary Crime. Artinya peredarannya tidak melewati batasan tertentu, dan hampir merata di semua wilayah bukan hanya di KSB.  Sebab pola-pola bandar dalam mengedarkan narkoba semakin variasi, dari pekerja turun ke mahasiswa, sekarang menjamah siswa. “Kalau siswanya saja sudah ketangkap narkoba apalagi pemakai di level mahasiswa,” tukasnya.

Upaya yang dilakukan BNN KSB untuk menekan peredaran narkoba ini, adalah menggiatkan sosialisasi termasuk membentuk kader anti narkoba di tingkat siswa dan mahasiswa. Dengan terbentuknya kader ini, BNN ingin munculnya prilaku ketika diberikan narkoba gratis dia menolak. Upaya lainnya merespon dengan cepat setiap laporan yang masuk, dengan melakukan tindakan salah satunya tes urine. Ketika positif narkoba langsung obati, diterapi dan direhabilitasi. “Kalau dia sudah sembuh pasti tidak akan minta barang (narkoba) lagi,” ujar Heru.

Upaya terakhir adalah pemberantasan, BNN menjalin kerjasama dengan polisi dan TNI. Jika pengguna merangkap pengedar, atau pengguna merangkap bandar harus diberikan hukuman seberat-beratnya, bila perlu ganjaran hukuman mati. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.