Komisi Yudisial Pantau Sidang Amru, Awasi Prilaku Hakim

oleh -62 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/10/2015)

Persidangan kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan terdakwa Amru Albar Bourhany—salah seorang aktivis Sumbawa Barat, menarik perhatian sejumlah pihak. Ini tidak saja karena terdakwa didampingi Muktar Pakpahan—pengacara sekaligus tokoh nasional, maupun menghadirkan Kapolres KSB sebagai saksi, tapi yang menarik pada sidang penyampaian pledoi dari penasehat hukum terdakwa, Selasa (6/10) ini, adalah kehadiran komisioner Komisi Yudisial (KY) di Jakarta dan KY Perwakilan NTB. Kedatangan para komisioner yang disegani para hakim ini, untuk memantau jalannya persidangan tersebut. Mereka adalah Syukri Qodri dan Frida—keduanya utusan dari KY Jakarta, serta Endru Mahendra dan Desrin Jania–Asisten Penghubung KY NTB. Dalam pemantauan tersebut, mereka merekam prosesi persidangan. Sebelum hadir di ruang sidang, komisioner KY ini bersilaturrahim dengan Ketua Pengadilan Negeri Sumbawa. Selain itu juga memantau Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di PN setempat sebagai upaya untuk memetakan permasalahan di masing-masing Posbakum di seluruh wilayah NTB.

Endru Mahendra dan Destin Jania, Komisioner KY NTB
Endru Mahendra dan Destin Jania, Asisten Penghubung KY NTB

Ditemui SAMAWAREA usai sidang, Person In Charge (PIC) Pemantauan KY NTB, Endru Mahendra mengaku kehadirannya di Sumbawa secara khusus memantau jalannya persidangan Amru Albar. Hal ini dilakukan bukan adanya laporan tapi karena dua hal, yakni menarik dan menjadi perhatian publik. KY menganggap perkara ITE yang menjerat Amru adalah perkara menarik dan masih langka. “Yang kami pantau bukan mengenai persoalan yudisial tapi etik dalam persidangan, apakah hakim sudah melakukan hukum acara secara benar atau tidak,” kata Endru—sapaan singkat pria yang tidak lama lagi melepas masa lajangnya.

Baca Juga  Resmikan 10 Desa Bersinar, Wagub Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Dari pantauannya, perilaku hakim sudah benar dan telah sesuai dengan hukum acara. Hasil pantauan ini selanjutnya menjadi bahan laporannya ke KY pusat. Namun jika kembali diperlukan untuk melakukan pemantauan, pihaknya siap melaksanakannya. Untuk diketahui ungkap Endru, wilayah pemantauan dan penanganan KY NTB di seluruh wilayah NTB. Memang diakui pemantauan belum dilakukan secara maksimal karena terbatasnya personil. “Kami hanya berempat untuk memantau dan menangani perkara terkait dengan prilaku hakim dan lainnya,” jelas Endru yang didampingi koleganya Desrin Jania.

Untuk menyiasatinya, pihaknya akan menggiatkan sosialisasi guna memantik adanya partisipasi dan peran serta masyarakat. Ketika masyarakat mengetahui adanya KY dan lingkup tugasnya, mereka bisa menyampaikan laporan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.