Diduga Bermasalah, PLTS Labangka Dibidik Polisi

oleh -22 views

SUMBAWA BESAR, SR (06/05/2015)

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Interkoneksi 1 Mega Watt di Kecamatan Labangka, Kabupaten Sumbawa, hingga kini belum dapat dimanfaatkan. Padahal proyek senilai Rp 25 Miliar tersebut adalah proyek pusat Tahun Anggaran 2012/2013. Dari 70 unit yang dikerjakan yang dapat dimanfaatkan hanya 38 unit, itupun terancam rusak dan hilang karena tidak terpelihara. Karena ini proyek pusat dan belum diserahkan kepada daerah, membuat Dinas Pertambangan Kabupaten Sumbawa apatis dan tidak dapat berbuat banyak. Aroma dugaan korupsipun menyeruak mendorong aparat penegak hukum mulai bergerak.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

Informasinya, penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa tengah melakukan pengumpulan data dan keterangan. Disinyalir pengerjaan proyek itu tidak sesuai spek dan daya yang dihasilkan tidak mencapai 1 MW. Bahkan kondisinya sekarang, proyek ini terbengkalai tanpa bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Santernya lagi polisi telah melayangkan surat undangan kepada PPK yang berada di Kementerian ESDM guna dimintai klarifikasi. Polisi juga sudah meminta informasi lebih banyak dari Dinas Pertambangan Kabupaten Sumbawa. Dalam pengerjaan proyek itu, Pemda Sumbawa hanya menyiapkan lahan sekitar 3 hektar, sedangkan pemerintah pusat (Kementerian ESDM) selaku pelaksana dan pengadaan produk. Saat dikonfirmasi SAMAWAREA kemarin, Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK, belum bisa memberikan keterangan lebih banyak, mengingat persoalan PLTS itu masih perlu pendalaman.

Baca Juga  15 Sekolah Terjerat Bansos, Kadis Diknas: Serahkan ke Proses Hukum
Kadistamben Kabupaten Sumbawa, Ir H Syirajuddin
Kadistamben Kabupaten Sumbawa, Ir H Syirajuddin

Sementara Kadis Pertambangan Kabupaten Sumbawa, Ir H Syirajuddin yang ditemui usai Upacara HUT TNI di Kantor Bupati, mengaku jika pihaknya tidak terlibat dalam pengerjaan proyek dimaksud. “Itu proyek pusat, Pemda hanya menyiapkan lahan,” katanya. Namun Syirajuddin mengakui jika hasil pengerjaan proyek Tahun 2012 tersebut belum dapat dimanfaatkan masyarakat. Dari 70 unit PLTS, yang bisa dioperasikan hanya 38 unit, sisanya 32 unit tidak dapat digunakan. Mengingat proyek ini belum diserahkan kepada Pemda Sumbawa, pihaknya tidak dapat berbuat banyak terutama dalam hal pemeliharaan.

Di bagian lain, Haji Syirajuddin mengakui proyek PLTS ini sudah ditangani penyidik Tipikor Reskrim Polres Sumbawa. Penyidik telah mendatanginya untuk mengkomunikasikan proyek dimaksud. Bahkan dari informasi penyidik juga, PPK proyek itu sudah dipanggil. “Saya tidak tahu lebih banyak mengenai penanganan polisi, yang jelas proyek itu masih tanggungjawab pusat,” pungkasnya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.