Amru Minta Dibebaskan dari Segala Tuntutan Hukum

oleh -20 views

Tidak Menghina Tapi Mengkritisi

SUMBAWA BESAR, SR (06/10/2015)

Sobaruddin SH—kuasa hukum Amru Albar Borhany, terdakwa kasus dugaan pelanggaran Undang-undang ITE, meminta majelis hakim untuk membebaskan kliennya dari dakwaan dan lepas dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab kliennya tidak bersalah. Selain itu Sobaruddin meminta agar mengembalikan kedudukan, nama baik, harkat dan martabat kliennya seperti sebelumnya. Permintaan ini disampaikan pada sidang kasus tersebut di Pengadilan Negeri Sumbawa, Selasa (6/10). Sidang yang dipimpin Reza Tyrama SH ini beragendakan penyampaian pledoi atau pembelaan terdakwa atas tuntutan JPU Heny Yunita SH yang menuntutnya selama 2 tahun penjara.

Sobaruddin mengatakan kliennya tidak memiliki kesengajaandan juga tidak berkeinginan untuk melakukan pelanggaran hukum terutama pelanggaran seperti yang didakwakan JPU. Postingan kliennya hanya untuk mengkritisi pemerintah yang dinilai tidak sanggup mengatasi persoalan yang terjadi di KSB Mei lalu. “Postingan kritikan itu agar Bupati dan Kapolres KSB lebih peka dalam menangani fenomena yang terjadi. Karena itu, unsur dengan sengaja dan tanpa hak tidak terpenuhi dan tidak terbukti,” tegas Obe—sapaan akrab pengacara yang kini naik daun tersebut.

Terdakwa Amru dan Pengacaranya, Sobaruddin SH
Terdakwa Amru dan Pengacaranya, Sobaruddin SH

Di bagian lain Obe juga menilai unsur penghinaan atau pencemaran nama baik yang didakwakan kepada kliennya masih prematur. Hanya karena ketersinggungan, kliennya dituduh menghina atau mencemarkan nama baik. Tentu hal itu sangat melukai perasaan terdakwa. “Terdakwa tidak berniat menghujat atau menghina aparat tertentu. Tetapi kritik agar situasi yang terjadi bisa disikapi dengan tegas,” tandasnya.

Baca Juga  Bank Sampah "Bintang Sejahtera" Bantu Korban Gempa KLU dan Lotim

Dalam penggunaan istilah, kliennya dipengaruhi oleh kultur dan budaya lokal. Istilah yang digunakan kliennya bebas pakem bahasa formal sehingga mengesankan keras, kritis, tajam serta dapat memicu kesalahpahaman. Postingan terdakwa substansinya hanyalah soal rasa dan sensitifitas masing-masing pribadi. “Karena itu kliennya kami tidak bersalah dan dapat dibebaskan dari segala dakwaan dan tuntutan JPU,” pungkasnya.

JPU Heny Yunita SH
JPU Heny Yunita SH

Terhadap pembelaan terdakwa, JPU Heny Yunita SH akan memberikan tanggapan (replik) secara tertulis pada sidang yang digelar Rabu (7/10) besok. Dan sidang kembali dilanjutkan Kamis (8/10) untuk memberikan kesempatan kepada JPU menyampaikan duplik atas replik terdakwa.

Seperti diberitakan, Amru Albar Bourhany dituntut 2 tahun penjara. JPU menjerat terdakwa dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terdakwa diduga mendistribusikan informasi yang mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.