Musibah Mutya Tidak Terkait Kegiatan Sekolah

oleh -13 views
Sri Irianti S.Pd M.Pd Kepala SMPN 1 Sumbawa Besar

Sri Irianti: Kami Sangat Berduka, Jangan Terulang Lagi

SUMBAWA BESAR, SR (05/10/2015)

Musibah yang menimpa Mutya Ghina Rizkonah (12 tahun) meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarganya namun juga sekolah tempatnya menimba ilmu. Mutya—sapaan akrab siswi SMPN 1 Sumbawa tersebut dinilai sebagai anak yang periang. Dia juga menjadi siswa terpilih terutama dalam mengharumkan nama sekolah di bidang Marching Band sebagai Mayoret. “Kami sangat berduka dan merasa kehilangan,” kata Kepala SMPN 1 Sumbawa, Sri Irianti S.Pd kepada SAMAWAREA, Senin (5/10).

Musibah yang menimpa Mutya ungkap Sri—panggilan akrab wanita ramah ini, tidak terkait dengan kegiatan sekolah, bahkan di luar sepengetahuannya. Ini dibuktikan tidak adanya surat ijin dari sekolah. Dan sekolah tidak akan mengijinkan semua kegiatan yang lokasi pelaksanaannya berada di luar kota. Sebab kegiatan sekolah yang mengikutsertakan siswa terlebih lagi di luar daerah atau kota harus seijin atau rekomendasi Kadis Diknas. Tak hanya itu sekolah juga akan mengirim surat ijin untuk mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa. Jika orang tua tidak menyetujuinya, siswa bersangkutan tidak akan diikutkan. “Ini sudah menjadi aturan, dan ini diperketat untuk mengantisipasi adanya kejadian seperti ini,” katanya.

Sri mengaku sangat terkejut saat menerima informasi dari salah seorang warga Desa Bale Brang, Kecamatan Utan. Warga tersebut menyampaikan jika ada siswanya yang tenggelam mengakibatkan satu meninggal dunia dan tiga lainnya dirawat di Puskesmas Utan. Ia sempat tak percaya. Setelah ditelusuri, ternyata informasi itu memang benar. “Kami tidak tahu persis kejadiannya, tapi informasi dari sejumlah siswa, keberadaan korban dan lainnya di pantai wilayah Bale Brang Utan untuk acara perpisahan pelatih PMR dan samasekali tidak diketahui pihak sekolah,” ungkap Sri.

Baca Juga  64,8% Masyarakat Sumbawa Optimis Covid-19 Berakhir April 2020

Siswa yang berjumlah 22 orang ini berangkat pagi dan tiba di Bale Brang menjelang siang. Mereka mengadakan acara atas inisiatif sendiri hingga akhirnya musibah yang menghilangkan satu nyawa tersebut terjadi. “Ini pelajaran dan tidak boleh terulang lagi,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Mutya Ghina Rizkonah (12) menemui ajal di Pantai Putik, Desa Bale Brang, Kecamatan Utan, Minggu (4/10) sekitar pukul 11.30 Wita. Sebelumnya siswa yang tinggal di Jalan Melati Kelurahan Bugis ini terseret arus bersama tiga rekannya. Meski sempat ditolong, namun nyawa korban tak tertolong. Sedangkan tiga siswa lainnya berhasil diselamatkan setelah mendapat perawatan Puskesmas utan. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi kejadian mengevakuasi jasad korban. Polisi juga mengamankan Pelatih PMR, Aldino (21) warga Kelurahan Brang Bara untuk dimintai keterangan sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.