Kenaikan Pangkat dan Drama Kolosal Warnai HUT TNI

oleh -9 views

SUMBAWA BESAR, SR (05/10/2015)

Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini telah berusia 70 tahun. Di Kabupaten Sumbawa Dirgahayu TNI ini diperingati secara semarak namun khidmat melalui upacara di halaman Kantor Bupati Sumbawa, Senin (5/10). Hadir dalam upacara yang dipimpin Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik di antaranya Wakil Bupati, Dandim 1607 Sumbawa, Kapolres Sumbawa, Kajari, Kapolres KSB, Ketua DPRD, Sekda, Asisten, staf ahli, kepala SKPD, dan Ibu Persit Chandra Kirana. Dalam HUT ini, sedikitnya 20 orang anggota TNI berpangkat Tamtama, Bintara dan Perwira mendapat kado kenaikan pangkat.

HUT TNI 70Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik yang membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia menyampaikan ucapan selamat HUT dan terima kasih serta penghargaan kepada anggota TNI yang dengan kesungguhan bertugas di daerah pedalaman, wilayah perbatasan, terpencil, dan pulau–pulau terdepan. Tak hanya itu anggota TNI yang bertugas di luar negeri sebagai pasukan pemelihara perdamaian, serta para prajurit TNI yang saat ini bahu membahu memadamkan api kebakaran hutan dan lahan. Sebagai bangsa yang majemuk, masyarakat harus bangga memiliki TNI. TNI harus menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia. Sebagai tentara nasional, TNI tidak boleh tersekat–sekat dalam kotak suku, agama, dan golongan. TNI adalah satu, yakni tentara nasional yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, yang mempersatukan ras, suku, dan agama dalam mewujudkan cita–cita kemerdekaan. Bersama rakyat TNI harus menjaga kebhineka tunggal-ikaan. Hanya dengan itu, Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid. Hal tersebut ditekankan karena bangsa ini bukan hanya menghadapi tantangan di bidang politik, keamanan, dan ekonomi, namun juga dalam mengelola kemajemukan. “Keragaman dan perbedaan janganlah menjadi sumber konflik. Kemajemukan seharusnya semakin melengkapi atas kekurangan dan kelebihannya masing–masing, sehingga keragaman justru menjadi perekat bangsa, menjadi energi kolektif mencapai kemajuan bangsa,” katanya.

Baca Juga  Ir. H. Mokhlis M.Si Bakal Calon Pertama Resmi Mendaftar di Nasdem

HUT TNI 70 2 HUT TNI 70 1Lanjut Bupati, untuk membangun kekuatan pertahanan harus bisa memenuhi kebutuhan alutsista secara terpadu di ketiga matra pertahanan. Saat ini hampir semua negara berlomba–lomba untuk memajukan tekhnologi pertahanannya. Upaya membangun postur pertahanan TNI yang makin kokoh, alutsista makin lengkap, dan makin modern juga terus diupayakan. Modernisasi tekhnologi pertahanan memang diperlukan untuk terus menerus mengimbangi kemajuan zaman. Kemandirian pertahanan dengan mengurangi ketergantungan impor kebutuhan pertahanan melalui pengembangan industri pertahanan nasional juga sedang diwujudkan. Kemandirian pertahanan juga dibangun melalui diversifikasi kerjasama pertahanan sesuai dengan kepentingan nasional. Namun hal tersebut tidak menjadi satu–satunya syarat untuk membangun kakuatan pertahanan negara. Untuk membangun kekuatan pertahanan yang tangguh diperlukan pula pembangunan karakter pejuang dalam diri prajurit TNI, revolusi mental untuk membangun prajurit yang profesional. Selain itu, tidak kalah pentingnya penyiapan kualifikasi komando, mekanisme persediaan logistik, dalam operasi militer dan non militer. Sinergitas antar korps dan instansi, serta kualifikasi keterampilan melaksanakan operasi.

20 anggota TNI naik pangkat
20 anggota TNI naik pangkat

TNI yang terdidik dan terlatih tidak akan menjadi kekuatan yang efektif apabila prajurit dan keluarganya tidak sejahtera. Untuk itu, negara akan benar–benar memastikan adanya penghormatan yang layak bagi para prajurit TNI. Pemerintah akan memberikan perhatian pada prajurit-prajurit TNI yang bertugas di kawasan perbatasan, pulau–pulau terdepan, serta di kawasan terisolir. “Dirgahayu TNI ke 70 tahun, bersama rakyat TNI kuat, hebat, profesional, siap mewujudkan indonesia yang berdaulat mandiri dan berkepribadian,” pungkasnya.

Baca Juga  Dibekuk Polisi Setelah Gerayangi Tetangga yang Masih Anak-anak

HUT TNI 70 5Di akhir upacara digelar pertunjukkan drama kolosal yang mengangkat tema tentang perjuangan Jenderal Sudirman. Drama kolosal tersebut menceritakan tentang perjuangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan RI, yang dibawakan oleh siswa–siswi Madrasah Aliyah 1 Sumbawa, putra–putri Kodim 1607 Sumbawa, dan beberapa mahasiswa UTS. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.