Detik-detik Kematian Mutya Siswa SMPN 1 Sumbawa

oleh -54 views
Alif Dkk menceritakan musibah tenggelam

SUMBAWA BESAR, SR (05/10/2015)

Detik-detik kematian Mutya Ghina Rizkonah (12) siswa SMPN 1 Sumbawa yang tewas tenggelam di Pantai Putik, Desa Bale Brang, Kecamatan Utan, masih terbayang di wajah rekan-rekannya. Mereka terlihat trauma dengan musibah yang merenggut nyawa gadis yang dikenal periang itu. Alifiandi Varian Jaya selaku Ketua PMR SMPN 1, Rini Hariana dan Ni Made Debi K, menjadi bagian dari saksi hidup bagaimana kronologi musibah tersebut.

Dituturkan Alif—sapaan akrab Ketua PMR SMPN 1 Sumbawa, keberangkatan para siswa ke Pantai Putik atas inisiatif sendiri. Mereka ingin menggelar acara sederhana untuk perpisahan pelatih PMR, Aldino yang selama ini mendampingi mereka. Untuk lokasi acara, pelatih PMR lah yang memilih Pantai Putik, Utan.

Karena bukan bagian dari kegiatan sekolah, mereka tidak menginformasikannya kepada kepala sekolah dan guru setempat, meski start keberangkatan dari SMPN 1 Sumbawa. Sebenarnya Mutya bukan anggota PMR sebagaimana siswa lainnya yang siap berangkat. Tidak diketahui persis kehadiran Mutya dalam rombongan apakah diajak atau mengikuti rekannya yang kebetulan anggota PMR. Namun demikian hal itu tidak dipersoalkan sehingga jumlah siswa yang berangkat menjadi 22 orang. Setelah tiba di lokasi mereka makan bersama. Selanjutnya beberapa di antaranya mandi di pantai yang belakangan diketahui angker ini. Alif mengaku bersama teman lainnya mandi, dan berjarak sekitar 5 meter dari korban bersama tiga siswa lain yang juga mandi. Dalam kegembiraan itu, musibah datang. Korban dan tiga siswa tidak sadar bergeser ke tengah yang kebetulan airnya sangat dalam. Keempat siswa ini terlihat panik dan saling tarik untuk menyelamatkan diri masing-masing. Sadar akan hal itu, Alif langsung berenang membantu keempatnya. Tapi dia justru dijadikan pelampung oleh empat siswa termasuk korban yang semuanya tidak mahir berenang. Alif berusaha melepaskan diri karena ikut tenggelam, lalu berenang ke tepian untuk mengambil napas. Rini yang kebetulan berada di darat berusaha mencari pertolongan, sehingga datang dua orang, yaitu pengunjung dan pemancing. Tiga orang berhasil diseret ke tepi pantai, sedangkan korban belakangan.

Baca Juga  Kerap Beraksi di Wilayah Pesisir, 4 Residivis Curas Ditembak

Ditanya kemana pelatih PMR saat musibah itu terjadi ? Alif mengatakan ada di sekitar TKP. Pelatih tersebut hanya membantu di darat karena tidak bisa berenang. Korban yang dalam keadaan tidak sadarkan diri diberikan pertolongan pertama dengan cara memberikan napas buatan, membalik dan mengangkat badannya. Korban sempat muntah mengeluarkan air dan makanan yang sebelumnya disantap. Namun pertolongan medis yang ditunggu tak kunjung datang. Setelah lebih dari satu jam korban di TKP, muncul anggota polisi diikuti mobil ambulance. Tapi korban sudah menghembuskan napas terakhir. “Mungkin kalau Mutya cepat ditangani medis, pasti ceritanya lain,” ujar Rini.

Mereka mengaku baru pertama kali ke Pantai Putik, Utan. Memang panorama alam dan pantainya sangat indah, meski belum banyak orang yang tahu karena informasinya masih minim. Namun demikian, musibah ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk tidak diulangi lagi. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD