Pesona Kramat Hilangkan Keresahan di Laut   

oleh -12 views

Ekspedisi Bahari Sumbawa Jilid II (BAGIAN 1)

SUMBAWA BESAR, SR (04/10/2015)

Sumbawa adalah salah satu kabupaten kepulauan di Indonesia dengan potensi kelautan yang sangat besar. Tercatat terdapat 63 pulau kecil dengan keindahan dan ekosistem bawah laut yang masih terjaga. Keberadaannya dinilai sebagai kekayaan yang diharapkan mampu memberikan konstribusi nyata bagi peningkatan ekonomi daerah dan terciptanya kesejahteraan masyarakat. Karenanya, pemerintah daerah memiliki perhatian yang sangat besar terhadap pulau-pulau ini. Untuk melihat dari dekat dan mengidentifikasi potensi gugusan pulau tersebut, salah satu upaya dengan melaksanakan Ekspedisi Bahari. Kegiatan yang telah dimulai Tahun 2014 lalu ini untuk mengetahui secara langsung dan lebih mendalam tentang kondisi kelautan dan pulau-pulau kecil di wilayah perairan Kabupaten Sumbawa. Setelah mengulang sukses melaksanakan Ekspedisi Bahari I di wilayah bagian timur Sumbawa, Tahun 2015 kembali digelar Ekspedisi Bahari II di wilayah perairan Kabupaten Sumbawa bagian barat. Ekspedisi selama dua hari, 2-3 Oktober 2015 yang langsung dipimpin Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik ini mengunjungi gugusan Pulau Kramat, Bedil, Temudong, Pulau Panjang, Pulau Bungin, Pulau Kaung dan Pulau Kalong.

Perjalanan dimulai
Perjalanan dimulai

Usai sholat Jumat sekitar pukul 13.00 Wita, rombongan mengawali ekspedisi dengan garis start di Pelabuhan Badas. Dua kapal “INKA MINA” milik Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa telah disiapkan untuk dua rombongan besar dan masing-masing berkapasitas 20 orang. Peserta ekspedisi terlihat sangat antusias. Sebab mengikuti ekspedisi adalah pengalaman pertama bagi mereka. Spesialnya lagi, ekspedisi kali ini mengajak serta beberapa wartawan termasuk wartawan SAMAWAREA yang berada satu rombongan bersama Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Kapolres, Dandim 1607, Kajari, Kasat Intel, Kasat Polair, para asisten dan beberapa kepala SKPD. Sedangkan rombongan lain adalah para Kabag dan dua orang wartawan, Indra (Suara NTB) dan Rony (Tribun Sumbawa). Menurut rencana dari titik start Pelabuhan Badas, rombongan langsung menuju Pulau Kramat dan bermalam di sana. Perjalanan terbilang alot, karena ombak pada saat itu cukup besar. Ini terjadi karena dorongan arus yang besar berlawanan arah dengan tiupan angin laut yang kencang. Kapal mulai oleng diterpa ombak, dan beberapa peserta sudah mulai mual-mual. Wakil Bupati Drs H Arasy Muhkan, dan Kepala Inspektorat A Rahim terlihat tak berdaya. Sepanjang perjalanan kedua pejabat tersebut memilih diam seribu bahasa. Demikian dengan Kapolres AKBP Muhammad SIK yang sudah terlihat pusing dan lebih memilih berbaring untuk menstabilkan diri. Berbeda dengan Bupati Drs H Jamaluddin Malik, Kajari Sugeng Hariadi SH MH dan Dandim Letkol Inf Eko Supriyanto yang tetap segar bugar, bahkan sepanjang jalan terus bercanda meledek beberapa pejabat yang tak mampu bertahan. Memasuki perairan Tanjung Batu, wilayah Kecamatan Utan, ombak kian membesar. Hantamannya bahkan nyaris membalikkan kapal. Beberapa ABK terlihat sibuk menyiapkan pelampung. Namun demikian mereka masih bisa menenangkan para peserta ekspedisi yang sudah mulai memucat. “Tenang pak, kapal ini tidak akan terbalik kalau belum masuk air,” kata salah satu ABK yang justru ucapannya diragukan.

Baca Juga  5796 Dukungan Independent K2 Tidak Sah

Ekspedisi Bahari Sumbawa 6Dua speed boat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan speed boat milik Dislutkan yang sejak awal mengikuti dan mengawal, langsung merapat di sisi kiri dan kanan kapal rombongan. Mereka terlihat siaga jika terjadi sesuatu dalam perjalanan. Tapi nakhoda kapal INKA MINA sudah terbiasa mengarungi samudera, ibarat banyak makan asam garam. Dengan sedikit bermanuver, narkhoda mampu melewati hantaman ombak dan goncangan semakin minim. Perlahan tapi pasti perjalanan yang memakan waktu selama tiga jam ini sampai juga di Pulau Kramat. Keresahan rombongan seketika hilang saat melihat hamparan pasir putih di salah satu pulau yang diplot menjadi Kawasan Minawisata bersama Pulau Bedil, dan Temudong. Di daratan sudah menunggu rombongan Kabag Umum, Kadis Sosial, termasuk istri Wakil Bupati yang tiba lebih dahulu melalui penyeberangan singkat dari LaPade (Labuan Pade) Kecamatan Utan. Yang menyenangkan lagi, aroma ikan bakar ikut menyambut kedatangan rombongan, serta alunan electon yang siap sedia menguji kemampuan dan bakat bernyanyi rombongan ekspedisi. Memasuki Pulau Kramat, penataan sudah terlihat. Mulai dari keberadaan jalan setapak, pembangunan jembatan, pondok wisata, baruga dan dermaga. Belum lagi hamparan ilalang yang dibiarkan tumbuh teratur semakin memamerkan pesona pulau tersebut. Dengan pemandangan yang elok, dinilai sangat cocok bagi calon pengantin untuk melakukan Pra Wedding. Tak sedikit yang berdecak kagum akan keindahan Pulau Kramat yang selama ini menjadi buah bibir. Untuk diketahui, Pulau Kramat memiliki luas sekitar 60 hektar, terdiri dari pantai berpasir putih yang landai tersebar di bagian selatan, barat, dan timur pulau ini. Sedangkan di bagian utaranya merupakan pantai berlumpur dan bermangrove. “Pulau Kramat salah satu pulau yang masuk dalam kawasan konservasi dan wisata perairan. Ini sudah tertuang dalam Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2007 tentang konservasi sumberdaya ikan yaitu kawasan konservasi perairan dengan tujuan untuk dimanfaatkan bagi kepentingan wisata dan rekreasi,” jelas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, Ir H Junaidi M.Si.

Rombongan Ekspedisi Tiba di Pulau Kramat
Rombongan Ekspedisi Tiba di Pulau Kramat

Menurut Haji Jun—sapaan akrab pejabat berprestasi ini, salah satu tujuan ekspedisi yang melibatkan seluruh SKPD untuk melihat dari dekat kondisi yang ada sehingga pengelolaan pulau-pulau kecil dapat dilaksanakan secara terpadu oleh berbagai sector, sebagaimana tertuang dalam UU 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Pengelolaan pulau-pulau ini diprioritaskan di antaranya untuk kepentingan konservasi, pendidikan dan pelatihan, penelitian dan pengembangan, budidaya laut, pariwisata, usaha perikananan kelautan dan industry perikanan secara lestari, pertanian organik dan peternakan.

Dermaga dan Pondok Wisata Pulau Kramat
Dermaga dan Pondok Wisata Pulau Kramat

Diakui keberadaan Pulau Kramat banyak dilirik sejumlah perusahaan asing untuk berinvestasi di bidang pariwisata. Ketertarikan ini karena Pulau Kramat masuk gugusan pulau bersama Bedil dan Temudong yang membentuk formasi segitiga atau disebut Kawasan KBT (Kramat, Bedil dan Temudong). Tidak heran jika berdiri di Pulau Kramat, rombongan dapat melihat dengan jelas Pulau Bedil dan Pulau Temudong. Jarak terdekat antara Pulau Kramat dengan Pulau Bedil hanya 0,7 mil laut, antara Pulau Kramat dan Pulau Temudong juga 0,7 mil laut. Dan antara Pulau Bedil dengan Temudong 0,7 mil laut. Ketiga pulau ini dilingkupi Laut Flores di sebelah utara, Selat Alas di timur dan selatan, serta Selat Temudong (Pulau Seringgit dan Selat Alas) di sebelah barat. Untuk mencapai Pulau Bedil dari daratan, paling dekat dari Dusun Labuan Padi, Desa Pukat, Kecamatan Utan yang hanya berjarak 1,3 mil laut. Sedangkan akses terdekat menuju Pulau Kramat adalah Dusun Karang Anyar, Desa Pukat sekitar 1,5 mil laut.

Baca Juga  Meriahnya Sepeda Santai di Plampang, Bertaburan Hadiah

Kedekatan jarak inilah yang menjadi daya tarik para investor untuk mengelola kawasan KBT ini menjadi potensi pariwisata yang luar biasa. Keseriusan investor ini dengan dikantonginya rekomendasi dari pemerintah pusat. Namun yang menjadi persoalan, rencana investasi mereka terbentur UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Bahwa kewenangan penataan ruang laut itu yang tadinya sepertiga ranah pusat, 4—12 mil ranah propinsi dan 4 mil wilayah kewenangan kabupaten, kini tidak lagi. Dengan adanya UU tersebut kewenangan kabupaten atas penataan ruang laut telah diamputasi dan hanya ada dua ijin yakni dikeluarkan propinsi dan pusat. “Ijin lokasinya ditentukan propinsi, dan ijin usahanya terkait kelautan dan perikanan masih tetap domain kabupaten/kota. Implementasi dari UU ini yang menjadi masalah sekarang ini. Di satu sisi Kabupaten Sumbawa sudah begitu jauhmenyiapkan diri secara regulasi maupun program pelaksanaan kegiatan begitu bagus.

Tapi dengan keluarnya UU ini ada semacam ada kemunduran, karena investasi di bidang kelautan dan perikanan akan menjadi lambat karena harus melalui birokrasi yang cukup panjang,” sesalnya, seraya berharap Pemprov dapat memberikan dukungannya. Untuk mendorong hal tersebut, Pemda Sumbawa terus melakukan koordinasi intensif. Hasilnya cukup positif sebab saat ini Pemprov sedang menyusun rencana zonasi dan berharap direalisasikan tahun ini atau awal tahun depan. Pasalnya dengan telah disusunya zonasi ini, menjadi peluang bagi Pemda Sumbawa mempercepat dan mendorong bergeliatnya kawasan KBT.

menikmati Sunset di Pulau Kramat
menikmati Sunset di Pulau Kramat

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik dalam kesempatan yang sama, mengatakan pemerintah daerah belum bisa secara mandiri mengelola pulau-pulau ini, melainkan harus ada kerjasama dengan pihak ketiga. Namun Ia berharap ketertarikan pihak ketiga dalam berinvestasi tidak sekedar wacana, menguasai lahan lalu tidak dikelola. Karenanya Pemda akan menfasilitasi investor yang betul-betul serius. “Misalnya di Pulau Kramat, pasirnya putih, airnya bersih dan jaraknya dekat. Sangat cocok dibangun resort dan hotel, beserta fasilitasnya. Kami yakin banyak yang ingin berkunjung ke sini,” ucap JM—sapaan Bupati.

Karenanya Ekspedisi Bahari yang dilakukan Pemda tidak sekedar jalan-jalan dan rekreasi, namun lebih dari itu dapat mengetahui dengan jelas keamanan dan potensi yang luar biasa dimiliki pulau-pulau tersebut. Kondisi terkini inilah yang nantinya akan disebarkan dalam rangka promosi wisata guna menarik investasi dan wisatawan.

Dandim dan Kapolres duet keramat, Kajari dan Kadiskoperindag goyang bedil
Dandim dan Kapolres duet keramat, Kajari dan Kadiskoperindag goyang bedil

Catatan SAMAWAREA, Bupati dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) beserta pejabat SKPD, mengisi malam di Pulau Kramat dengan acara hiburan, memancing, bakar ikan dan bakar jagung. Kenikmatan tersebut menjadikan malam di Pulau Kramat terasa singkat karena berganti pagi yang ditandai dengan munculnya sunset dari ufuk timur. (JEN/SR)

 

BPSK dukacita dukacita bankntb