Sedih, Keluarga Siti Saleha Hanya Terima Koper  

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (01/10/2015)

Kesedihan menyelimuti keluarga Siti Saleha—salah seorang jamaah asal Kelurahan Pekat Kabupaten Sumbawa yang meninggal dunia di Makkah saat menunaikan ibadah haji. Di saat orang-orang bersuka cita menyambut jamaah haji yang pulang dalam keadaan sehat dan selamat, Ani dan keluarga Siti Saleha lainnya, hanya menerima kedatangan tas dan koper milik almarhumah. Suasana pun berlangsung haru, dan Ani beserta keluarga tak mampu menahan air mata ketika Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik didampingi Kepala Kemenag Sumbawa, Drs H Baharuddin Maswarang menyerahkan tas berisi pakaian dan uang almarhumah. “Sungguh sedih, karena di saat yang lain dapat memeluk keluarganya yang pulang haji, kami hanya bisa memeluk tas dan koper bibi kami,” ucap Ani saat diwawancarai SAMAWAREA di Wisma Daerah, Kamis sore tadi. Ia mengaku mendengar bibinya sakit saat menunaikan rukun haji. Setelah sempat dirawat, jamaah haji tersebut akhirnya meninggal dunia dan dikebumikan di Makkah.

Ani, keponakan Almarhumah Siti Saleha, Jamaah haji yang meninggal dunia
Ani, keponakan Almarhumah Siti Saleha, Jamaah haji yang meninggal dunia

Untuk diketahui dua orang jamaah haji asal Sumbawa meninggal dunia di Makkah. Adalah Muhammad Nurmansyur asal Bage Tango Kecamatan Lopok, dan Siti Saleha dari Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa. Keduanya telah dikebumikan di sana. Selain itu satu jamaah lainnya masih menderita sakit dan kini dalam perawatan medis di RSU Mataram.

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik berharap keluarga jamaah haji yang meninggal dunia bersabar dan bertawakal bahwa tidak ada kejadian yang terjadi melainkan telah ditentukan Allah SWT. “Kita datang dari Allah dan pasti akan kembali juga kepada Allah. Karena itu keluarga yang ditinggalkan harus tabah dan iklas,” ucap JM—sapaan akrab Bupati Sumbawa.

Baca Juga  Empat Paket Jembatan di Sumbawa Gagal Tender

Ia mengajak keluarga untuk mendoakan almarhum dan almarhumah dapat menjadi haji yang mabrur. “Insya Allah, jaminan Allah dan rasulnya bahwa orang yang meninggal di Makkah selama mereka terus bisa memelihara niatnya beribadah haji, pasti masuk syurga,” ujarnya. Mengenai hak-hak jamaah yang meninggal dunia termasuk asuransinya, JM menyatakan, akan ditangani Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa. Hak-hak tersebut nantinya diserahkan kepada ahli warisnya.

Hal senada dikatakan Kepala Kemenag Sumbawa, Drs H Baharuddin Maswarang. Hak jamaah yang meninggal dunia berupa asuransi dapat diklaim melalui proses yang telah ditentukan. “Kami akan membantu mengurus hak-hak jamaah haji ini,” imbuhnya.

Selain yang meninggal dunia, masih ada satu jamaah haji Sumbawa dari kloter 2 bernama Siti Hajar dari Kelurahan Samapuin yang dirawat di RSU Mataram. Ia mengaku belum mengecek kondisi jamaah tersebut. Siti Hajar mengalami sakit di Makkah. Berdasarkan pemeriksaan dokter di sana, jamaah ini layak terbang sehingga dipulangkan bersama jamaah haji lainnya. Namun setibanya di Bandara Internasional Lombok (BIL), panitia haji di Mataram merekomendasikan jamaah tersebut menjalani perawatan medis lanjutan di rumah sakit setempat guna menstabilkan kondisinya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.