Amru Albar, Terdakwa ITE Dituntut 2 Tahun Penjara

oleh -1 views
Amru Albar, Terdakwa kasus ITE

SUMBAWA BESAR, SR (01/10/2015)

Amru Albar Bourhany—terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sumbawa, Kamis (1/10) siang tadi. Dalam tuntutannya JPU, Heny Yunita SH menjerat terdakwa dengan pasal 45 ayat 2 juncto pasal 27 ayat 3 Undang-Undang nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terdakwa diduga mendistribusikan informasi yang mengandung penghinaan dan pencemaran nama baik. Terhadap tuntutan JPU, Amru yang didampingi kuasa hukumnya, Sobaruddin SH akan mengajukan pledoi secara tertulis. Terhadap hal ini Ketua Majelis Hakim, Reza Tyrama SH menutup sidang dan akan akan kembali dilanjutkan, Selasa, 6 Oktober mendatang.

Sebelumnya sejumlah saksi telah diajukan ke persidangan. Menariknya di antara saksi tersebut adalah Kapolres KSB Teddy Suhendyawan Syarif. Keterangan orang nomor satu di jajaran Polres KSB ini memberatkan terdakwa Amru. Menurut Kapolres bahwa postingan terdakwa Amru melalui akun jejaring sosial miliknya mendiskreditkan kepolisian sehingga mengundang kebencian masyarakat terhadap institusi yang dipimpinnya. Demikian dengan postingan terdakwa terkait kasus penembakan pada saat kerusuhan yang menyebabkan seorang warga meninggal dunia, dinilai sangat merugikan kepolisian, karena tudingan dalam postingan itu harus dibuktikan. Sementara pelaku penembakan masih belum jelas karena sedang diselidiki pihak Polda NTB. Penyelidikan ini dilakukan dengan mengumpulkan 100 lebih pucuk senjata untuk satu per satu diuji balistik dan ini membutuhkan waktu yang lama. “Semua postingan saudara terdakwa membuat masyarakat skeptis dengan kinerja kami, di samping membangun imej publik sehingga memunculkan kebencian pada institusi kepolisian, membuat kami merasa tidak nyaman,” beber Kapolres.

Baca Juga  Wartawan Dihajar Jaksa di HUT Adhiyaksa

Tak hanya itu postingan terdakwa juga memiliki rangkaian dengan kerusuhan KSB. Akibatnya masyarakat semakin brutal sehingga melakukan pengrusakan terhadap Pos Polantas, Mapolsek Taliwang, dan Mapolres KSB serta fasilitas umum lainnya. Menjawab pertanyaan majelis hakim, Kapolres mengaku baru mengetahui postingan terdakwa di jejaring sosial setelah menerima laporan dari Polda. Atas petunjuk Kapolda, pihaknya langsung melaporkan kasus tersebut secara hukum. (JEN/SR)

 

bankntb DPRD DPRD