Harta Kekayaan Pasangan Calon Diumumkan Minggu Ketiga Oktober

oleh -5 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/09/2015)

Hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum memberikan hasil verifikasi Laporan Harta Kekayaan keenam Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa. Laporan hasil kekayaan ini masih dalam verifikasi komisi anti rasuah tersebut. Keenam calon itu adalah Jack Morsa H Abdullah S.Adm, H Irwan Rahadi ST, H Asaat Abdullah ST, Chandra Wijaya Rayes ST, H Muhammad Husni Jibril B.Sc dan Drs H Mahmud Abdullah. “Insya Allah hasil verifikasi KPK atas laporan harta kekayaan para calon akan diserahkan kepada kami minggu ketiga Oktober, dan kami akan menjemputnya langsung di kantor KPK Jakarta,” kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sumbawa, Sudirman S.Ip kepada SAMAWAREA, Rabu (30/9).

Sudirman SIP, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu  KPU Sumbawa
Sudirman SIP, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Sumbawa

Setelah hasil verifikasi ini diterima KPU, sambung Sudirman, pihaknya akan mengumumkan secara terbuka kepada publik laporan harta kekayaan riel para calon, akhir Oktober atau awal Nopember 2015.  Ia mengakui belum bisa memastikan berapa harta kekayaan para calon yang tertera di dalam laporan, maupun siapa yang paling kaya masih belum dapat diketahui. Sebab laporan yang diserahkan para calon melalui KPU ditujukan langsung ke KPK. “Laporannya berada di dalam amplop tertutup, dan kami tidak mengetahuinya. KPU hanya memberikan pelayanan guna memudahkan para calon dalam melaporkan harta kekayaannya untuk diverifikasi KPK,” jelasnya.

Untuk diketahui, ada beberapa calon bupati dan wakil bupati Sumbawa yang sudah pernah menyampaikan laporan harta kekayaannya kepada KPK. Mereka adalah H Asaat Abdullah ST, HM Husni Jibril B.Sc, Drs H Mahmud Abdullah, dan H Irwan Rahadi ST. Sedangkan dua calon lainnya, Jack Morsa S.Adm dan Chandra Wijaya Rayes ST baru pertamakali menyusul keikutsertaan keduanya menjadi calon pada Pilkada Sumbawa. “Verifikasi harta kekayaan ini untuk memastikan adanya korelasi antara laporan dengan kenyataan yang ada. Atau dengan kata lain memverifikasi kebenarannya, maupun keberlanjutannya apakah harta sebelumnya masih ada atau tidak,” katanya.

Baca Juga  TGB dan Ketua MPR Launching Pesona Khazanah Ramadhan 2018 di Istiqlal

Yang paling penting, verifikasi yang dilakukan KPK untuk mengetahui sumber harta kekayaannya. Jika hasil verifikasi ditemukan ada sesuatu yang dianggap tidak normal, sudah pasti ada konsekuensinya karena akan ditindaklanjuti KPK pada proses penyelidikan. Untuk diketahui, hasil verifikasi laporan harta kekayaan calon menjadi salah satu persyaratan. Karenanya KPU sangat berkepentingan terhadap alat bukti bahwa pasangan calon sudah memenuhi kewajibannya untuk menyampaikan laporan harta kekayaannya. (JEN/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.