Genjot Produksi Pertanian, Petani Temu Lapang

oleh -21 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/09/2015)

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi NTB bekerjasama dengan BP4K Kabupaten Sumbawa menggelar Temu Lapang Demonstrasi Farming Teknologi Budidaya Padi dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu di Desa Pungkit Kecamatan Moyo Utara, Rabu (30/9). Hadir dalam kegiatan tersebut, Perwakilan Kepala BPTP Provinsi NTB, Ketua DPRD Sumbawa, Kasdim 1607 Kodim Sumbawa, para Kepala SKPD dan Sekcam serta 200 orang petani dari Kecamatan Moyo Utara, Moyo Hilir dan Moyo Hulu.

Ketua Penyelenggara Plh Kepala BPTP Ir M Sofyan Sauri melaporkan, bahwa tugas dan fungsi BPTP yaitu melaksanakan pengkajian spesifik untuk menghasilkan rekomendasi teknologi, menyebarluaskan hasil–hasil pengkajian yang terbaik kepada seluruh pengguna teknologi pertanian. Hasil pengkajian ini telah diujicoba, dan memberikan hasil yang signifikan dari yang sebelumnya. Kegiatan yang telah didemonstrasikan oleh BPTP mampu meningkatkan hasil dan produktivitas. “Dalam bidang pertanian, Kabupaten Sumbawa akan memberikan konstribusi besar kepada NTB untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai,” ucapnya, seraya menyebutkan hasil demonstrasi Fam dan Flod di Kabupaten Sumbawa menunjukkan hasil yang sangat baik, yaitu terjadi peningkatan produktivitas 1 ton lebih.

Temu Lapang petani 2Kepala BP4K Kabupaten Sumbawa, Ir Sigit Wratsongko yang membacakan sambutan Bupati Sumbawa mengatakan, Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) atau Integrated Corp Management  (ICM) adalah upaya untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia serta kemauan dan kemampuan petani. PTT menekankan partisipatori yang menempatkan pengalaman, keinginan, dan kemampuan petani sebagai subjek dalam menyikapi kemajuan teknologi agar petani tidak gaptek dengan memperhatikan keanekaragaman lingkungan pertanaman dan kondisi petani sehingga teknologi menjadi mudah diterima petani. Namun demikian penerapan umum yang harus dilakukan adalah penggunaan benih bermutu dan pemberantasan hama terpadu (PHT).

Baca Juga  Presiden Ingin Batam Menjadi Wilayah dengan Daya Saing Tinggi

Temu Lapang petani 1Dengan pelaksanaan kegiatan Farmer Field Day diharapkan dapat menjadi wahana guna mendiskusikan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, kemajuan dan permasalahan serta langkah strategis untuk menghadapinya dalam implementasi pengelolaan tanaman terpadu.

Sigit menyampaikan terima kasih kepada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB yang telah memberikan rekomendasi budidaya padi spesifik lokasi berbasis kecamatan yang menjadi acuan bagi PPL dan kelompok tani dalam menyusun paket teknologi yang akan diterapkan. Harapannya, dukungan kerjasama dan kemitraan serta koordinasi efektif yang telah terjalin dengan baik dan dapat terus ditingkatkan pada masa-masa mendatang sebagai wujud komitmen bersama menyukseskan program yang digelar.

Di bagian lain Sigit menjelaskan, pengelolaan tanaman terpadu padi sawah bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dari segi hasil dan kualitas melalui penerapan teknologi yang cocok dengan kondisi setempat (spesifik lokasi) serta menjaga kelestarian lingkungan. Dengan meningkatnya hasil produksi diharapkan pendapatan petani akan meningkat. Hal ini tentunya juga diarahkan untuk meningkatkan ketahanan pangan Sumbawa sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional khususnya di Indonesia bagian timur yang harus mendapat perhatian pemerintah khususnya melalui BPTP-NTB. Sampai saat ini, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah baik pusat maupun daerah dalam meningkatkan produksi maupun kualitas pangan yang memberikan penghasilan memadai bagi para petani.

Salah satunya adalah pertemuan yang digelar melalui demonstrasi farming yang merupakan wahana pembelajaran bagi anggota kelompok tani dan penyuluh tentang keunggulan dan kelemahan paket teknologi budidaya padi dengan pendekatan PTT. Program ini diharapkan akan mampu membangun kemandirian para petani dalam merumuskan dan menerapkan paket teknologi yang tepat bagi lahannya. (JEN/SR)

bankntb DPRD DPRD