Debat Kandidat di Sumbawa Bakal Seru

oleh -27 views

SUMBAWA BESAR, SR (30/09/2015)

Debat kandidat pasangan calon bupati dan wakil bupati Sumbawa yang akan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiga zona bakal berlangsung seru. Nantinya pasangan calon akan membuktikan kepiawaiannya dalam mengemukakan program unggulan maupun gagasannya ketika nantinya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa 2016—2021. Para pasangan calon ini akan diuji oleh moderator sekaligus panelis dari Universitas Gajah Mada (UGM) yakni Dr Mada Sukmajati yang merupakan doctor ilmu politik. Meski bukan factor penentu namun kehebatan pasangan calon dalam debat kandidat ini menjadi salah satu daya tarik pemilih untuk menentukan pilihannya. Seperti pada debat pertama yang digelar di halaman kantor Bupati Sumbawa, 8 Oktober mendatang. Debat yang dilakukan hari kerja ini bakal ramai disaksikan masyarakat terutama PNS. Ini akan menjadi momen sekaligus pertaruhan pasangan calon dalam meraih simpatik kalangan birokrasi yang saat ini masih berdiri di ‘dua kaki’. “Persiapan debat kandidat hampir rampung sekitar 80 persen. Lokasinya sudah siap, dan panelisnya juga sudah tersedia,” kata Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Sumbawa, Sudirman S.Ip kepada SAMAWAREA di ruang kerjanya, Rabu (30/9).

Debat kandidat ini dilakukan di tiga tempat yaitu di Kantor Bupati Sumbawa yang merupakan wilayah tengah, 8 Oktober, dengan materi tentang pemerintahan, birokrasi, pendidikan, kesehatan, industri, kependudukan dan infrastruktur. Kemudian Zona barat di Lapangan Kalimango Kecamatan Alas (27 Oktober) mengupas tentang pariwisata, buruh migran, investasi, seni budaya adat, serta perlindungan anak dan perempuan.

Baca Juga  Perkuat Kemitraan, Dandim 1628 Silaturrahim ke KPU KSB

Zona Timur di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Plampang (12 November) seputar peternakan, maritim, tata ruang, dan pertanian. “Sengaja kami buat debat publik ini di ruang terbuka agar masyarakat berkesempatan melihat pasangan calonnya sendiri. Bagaimana mereka berkolaborasi memberikan penajaman-penajaman terkait dengan visi-misi mereka,” kata Sudir—sapaan akrab komisioner kawakan ini.

Mengenai moderator sekaligus panelis, diakui Sudir, sengaja diambil dari luar menjaga netralitas, terlebih semua calon menyetujuinya. Namun demikian KPU dan moderator telah sepakat bahwa dalam debat kandidat nanti, moderator tidak boleh beropini dan berkesimpulan mengenai proses debat. Moderator hanya menggali dengan pertanyaan. Dan pertanyaan yang diberikan nanti sama untuk semua pasangan calon. “Sebelumnya kami akan bertemu dengan moderator, dan mendorong dia membuat surat pernyataan bahwa dia siap menjalankan tugasnya secara berintegritas,” tandasnya.

Disinggung mengenai simpatisan yang diperbolehkan hadir pada debat kandidat, Sudirman menyebutkan maksimal 200 orang setiap pasangan. Para simpatisan ini diberikan identitas khusus oleh KPU. Namun demikian masyarakat umum dapat menyaksikannya secara langsung. “Kami sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan perhubungan untuk membantu pengamanan dan mengatur kelancaran kegiatan debat kandidat ini,” demikian Sudirman. (JEN/SR)

iklan bapenda