Berkat Babinkamtibmas, Nenek Miskin Tertangani Medis

oleh -13 views

Menderita Lever, Perutnya Kian Membesar

TALIWANG, SR (30/09/2015)
Empati dan rasa iba datang tiba-tiba tanpa dirancang ataupun direncanakan. Rasa ini membuat hatipun tergerak dan merasakan penderitaan sesama. Itulah yang dirasakan Brigadir Safruddin, anggota Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Otak Keris, Kecamatan Maluk, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Sehari-hari bintara yang biasa berkeliling dari rumah ke rumah ini, tak sengaja menemukan kediaman Nenek Ariah, 65 tahun. Wanita renta ini tengah meringis menahan sakit dari perutnya yang kian membesar. Pembengkakan yang dialami nenek malang tersebut akibat lever yang menderanya selama dua tahun. “Saya mengunjungi rumah Nenek Ariah ini. Sakitnya sudah lama, dan kondisi hidupnya sangat memprihatinkan. akhirnya saya memutuskan untuk melapor ke atasan (Kapolsek Maluk) agar bisa membantu Nenek Ariah,’’ kata Safruddin kepada wartawan di Maluk, kemarin. Setelah mendapat laporan, Kapolsek Maluk, Kompol Bahtiar bersama anggota terjun menengok sang nenek dan memberikan bantuan sedikit uang untuk berobat.

Safruddin menceritakan, kediaman nenek Ariah berada jauh dari pemukiman, Desa Otak Keris. Ia tinggal bersama sang suami, Kasum, 73 tahun. Untuk mempertahankan hidupnya, keduanya menggembala Kambing. Menurut Safruddin kondisi rumah suami istri ini jauh dari layak. Rumah panggung berdinding bedek, tidak ada kamar kecil, dan hanya tersedia tempat mandi yang ditutupi karung bekas.

Rumah nenek ini berada sebelah timur sekitar 50 meter dari gorong-gorong akses road jalan tambang PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT). Karena jauh dari pemukiman, nyaris tidak ada tetangga yang mengetahui kondisi nenek tersebut. “Saya kesana sejak Hari Raya Idul Adha. Ketika itu, kami berencana membagikan kupon daging Qurban. Terpikirkan di benak saya untuk mengunjungi keluarga ini, karena kondisinya memang kurang mampu. Awalnya, Nenek Ariah terlihat tertidur di rumahnya. Selama sakit, nenek ini tidak bisa keluar rumah, jadi jarang diketahui,’’ ungkapnya.

Baca Juga  TNI-Polri di NTB Kompak Gelar Patroli Skala Besar Pencegahan Covid-19

nenek ijah 1Safruddin juga bahkan berusaha mencari bantuan lain, setelah atasannya turun berkunjung dan membantu. Kebetulan kata dia, ia memiliki kenalan seorang karyawan Newmont. Ia berdiskusi memperlihatkan foto dan kondisi Nenek Ariah agar dapat dibantu secara sukarela. “Saya bertemu rekan saya di sebuah acara, saya ajak dia membantu dan mengabarkan kondisi Nenek Ariah kepada rekan-rekan yang lain. Setelah itu, khabarnya, telah banyak yang membantu. Alhamdulillah pak,’’ ujarnya, terharu.
Sementara itu, Kapolsek Maluk Kompol Bahtiar juga mengaku telah berkoordinasi dengan Puskesmas dan pemerintah kecamatan guna menangani masalah nenek Ariah ini. Akhirnya, atas kesepakatan bersama, Nenek Ariah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Assyifa, Rabu (30/9) petang.

Sementara itu, informasi yang dihimpun SAMAWAREA menyebutkan, Nenek Ariah kini berada di RSUD Assyfa, di Taliwang, ibu kota Sumbawa Barat. Selain kepolisian, kini bantuan terhadap sang nenek tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten, Dikes dan PTNNT. (AR/SR)

bankntb DPRD DPRD