Tangani Kasus Sepayung, Polres Bentuk Dua Tim Penyidik

oleh -10 views
Rangkul warga untuk keamanan Desa Sepayung

Sumbawa Besar, SR (29/09/2015)

Saat ini penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa tengah menangani laporan Kades Sepayung Kecamatan Plampang, Sahabuddin dan Ketua BPD, Sukriman, yang mengaku dianiaya dua orang warganya, Dodi dan Gatot. Dodi dan Gatot adalah dua orang kakak beradik. Selain itu Kades juga melaporkan kasus pengrusakan sepeda motor dinasnya yang hangus dibakar.

Sementara di pihak lain, Dodi juga mempolisikan Kades Sepayung yang menamparnya. Laporan Dodi ini ditangani pihak Polsek Plampang. “Dua laporan dari pelapor yang berbeda sudah diakomodir untuk diproses,” kata Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, Selasa (29/9).

Untuk laporan Kades dan Ketua BPD sudah ditangani di Polres Sumbawa, sedangkan laporan Dodi masih di Polsek Plampang. Rencananya laporan Dodi akan ditarik ke Polres Sumbawa. “Penanganan awalnya masih di Polsek, nanti akan kami tarik ke sini (Reskrim),” kata IPTU Tri—sapaan singkat perwira muda ini.

Dalam menangani kasus ini, ungkapnya, Reskrim telah menyiapkan dua regu. Masing-masing regu akan menangani laporan dari orang yang berbeda meski memiliki keterkaitan peristiwa yang sama. Jika hasil penyelidikan dua laporan itu memenuhi unsur pidana, akan diproses lebih lanjut. “Kami akan professional menangani kasus ini, ketika mengarah akan kami proses lebih lanjut,” tandasnya.

Seperti diberitakan, kondisi Desa Sepayung, Kecamatan Plampang, Senin (28/9) pagi  sempat tegang. Seorang warga desa setempat, Dodi mengaku ditampar Kades Sepayung, Sahabuddin. Kades sangat keberatan dengan ulah oknum warga itu yang diduga merusak pos dan portal jalan desa yang sengaja dipasang untuk menghalau kendaraan berat yang merusak jalan, sekaligus sebagai pintu penarikan retribusi yang hasilnya digunakan untuk perbaikan jalan. Tamparan inipun dibalas Dodi bersama kakaknya Gatot, memukul Kades dan ketua BPD setempat menggunakan bambu. Peristiwa ini membuat ibu kandung Dodi dan Gatot, shok lalu pingsan dan akhirnya meninggal dunia. Kenyataan ini membuat kondisi di desa setempat memanas. Sepeda motor milik kades dibakar. Bahkan dua anggota Polsek Plampang yang terjun ke TKP dikejar massa dan nyaris dihakimi. Situasi terkendali setelah Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK memboyong dua pleton anggota dari Sabhara dan Brimob. Kapolres yang baru seminggu menjabat ini juga menemui keluarga almarhumah sekaligus memimpin doa bersama di pemakaman. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb
Baca Juga  Selesaikan Lahan KEK Mandalika, Polda NTB Netral dan Transparan

No More Posts Available.

No more pages to load.