Pedagang Pasar Seketeng Bertambah, Pendapatan Stagnan  

oleh -57 views

Dewan Curigai Terjadi Pungli

SUMBAWA BESAR, SR (28/09/2015)

Jumlah pedagang khususnya di Pasar Seketeng Kecamatan Sumbawa membludak dan kian hari semakin bertambah. Para pedagang tidak hanya penuh sesak di dalam pasar, namun sudah menempati emperan hingga meluber ke badan jalan. Meski demikian jumlah pedagang tidak berpengaruh apa-apa dalam mendongkrak terjadinya peningkatan pendapatan dari penarikan retribusi, melainkan stagnan. Karenanya DPRD Sumbawa meminta Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) untuk merubah sistem penarikan retribusi pasar.

Wakil Ketua DPRD Sumbawa H Ilham Mustami S.Ag yang ditemui SAMAWAREA, siang tadi, mempertanyakan tidak adanya perubahan pendapatan dari retribusi pasar ini. Padahal jumlah pedagang cukup banyak. Kondisi ini memunculkan sinyalemen terjadinya pungutan liar (pungli) terhadap para pedagang. “Kalu berbicara data, kemungkinan besar itu ada pungli di pasar. Dipungut tapi tidak disetor. Indikasi ini sangat kuat karena pedagangnya semakin bertambah, tapi pendapatannya stagnan,’’ kata politisi Partai Hanura ini.

Pasar Seketeng, Kebanggaan Sumbawa
Pasar Seketeng, Kebanggaan Sumbawa

Haji Ilham mendesak Diskoperindag merevisi strategi sistem pemungutan. Dinas terkait ini juga harus memperkuat inventarisasi data pedagang di pasar khususnya di Seketeng agar lebih mudah mengetahui pontensi pendapatan dari retribusi pasar. Dan pungutannya juga bisa dilakukan setiap bulan. Jika ini dilakukan, Haji Ilham yakin pendapatan dari retribusi pasar tersebut akan meningkat.

Selama ini diakuinya, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pendapatan dari retribusi pasar. Mulai dari inspeksi mendadak (sidak), hingga pertemuan dan hearing bersama pengurus pasar dan dinas terkait. Namun tidak membuahkan hasil. Hal ini diperparah dengan kondisi pasar yang dinilai tidak representative. Pernah ada rencana pemindahan pasar dengan membangun pasar induk. Bahkan Menteri Perdagangan yang berkunjung ke Sumbawa Tahun 2013 lalu sudah berjanji akan memasukkan rencana pembangunan pasar induk di lahan milik Pemda tepatnya di belakang Terminal Sumer Payung ke dalam pembiayaan APBN Perubahan Tahun 2013. Tapi hingga kini belum terealisasi. Kendati demikian Pemda harus terus bekerja dengan melakukan evaluasi yang diharapkan melahirkan terobosan yang lebih akselaratif, dan cepat mencapai target.

Baca Juga  MENYUKSESKAN AGENDA KETAHANAN PANGAN MELALUI GERAKAN ANAK MUDA BANGGA MENJADI PETANI

Sebelumnya Sidang Paripurna Penetapan APBD Perubahan 2015, Juru Bicara Komisi II Yasin Musamma mengharapkan Pemda Sumbawa mengelola pasar secara baik dan profesional. Keberadaan pasar tradisional dapat direvitalisasi menjadi pasar bersih dan sehat dengan manajemen pasar yang modern. Selanjutnya yang perlu menjadi perhatian Diskoperindag yakni mengintensifkan fungsi pengawasan terhadap penarikan retribusi pasar sehingga target yang ditetapkan pada Tahun 2015 dapat terealisasi 100 persen. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.