Kades Dihajar, Motor Dibakar, Satu Orang Meninggal Dunia

oleh -130 views

Dua Anggota Polisi Dikejar Massa

SUMBAWA BESAR, SR (28/09/2015)

Desa Sepayung Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, sempat mencekam, Senin (28/9) pagi tadi. Kepala Desa (Kades) Sahabuddin dan Ketua BPD setempat, Sukriman, nyaris pingsan dihajar, dan sepeda motor dinas kades dibakar. Selain itu dua orang anggota polisi yang terjun ke lokasi kejadian dikejar sekelompok massa. Diduga rangkaian dari kejadian ini seorang ibu rumah tangga, meninggal dunia.

Situasi tersebut berlangsung singkat setelah pasukan Dalmas dari Polres Sumbawa yang diback-up satu pleton anggota Brimob tiba di TKP. Pasukan yang dipimpin langsung Kapolres Sumbawa AKBP Muhammad SIK ini berhasil mengendalikan situasi sehingga berangsur kondusif.

Menurut informasi, kemarahan sekelompok warga ini dipicu dari aksi kades yang menampar salah seorang warganya yang diduga merusak pintu portal jalur keluar desa. Namun tamparan ini dibalas oknum warga dengan memukul Kades Sahabuddin yang kebetulan datang bersama Ketua BPD Sukriman, menggunakan bambu. Kini kasus penganiayaan termasuk pembakaran kendaraan dinas dalam penyelidikan polisi. Kades dan BPD Sepayung juga telah resmi melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumbawa.

Ditemui SAMAWAREA, Kades Sepayung, Sahabuddin didampingi Sukriman selaku Ketua BPD, menuturkan, peristiwa tersebut bermula dari aksi oknum warganya berinisial LB yang merusak gembok portal di Dusun Batu Putih, desa setempat Minggu (27/9) malam. Bukan hanya itu saja, Pos Ronda yang ada di dekat Portal dipindah bergeser sejauh beberapa meter. Portal ini dipasang pihak desa untuk mencegah melintasnya kendaraan berat atau bertonase, mengingat ruas jalan tersebut rusak parah dan belum diperbaiki. Untuk memperbaikinya, setiap kendaraan roda empat yang melintas dibebaskan pungutan Rp 20 ribu per unit, dan pungutan ini telah diatur dalam Perdes yang hasilnya juga untuk perbaikan jalan setempat. Namun malam itu truk milik oknum warga yang mengangkut kayu melintas dan merusak portal. “Pengrusakan gembok portal oleh warga yang sama ini sudah terjadi beberapa kali, dan sudah pernah ditegur lalu berjanji tidak mengulanginya. Tapi sekarang kembali terulang,” kata Kades Sahabuddin.

Baca Juga  Langgar Kode Etik, Ketua dan Anggota KPU Sumbawa Dijatuhkan Sanksi
Rangkul warga untuk keamanan Desa Sepayung
Rangkul warga untuk keamanan Desa Sepayung

Kades mengaku mendapat laporan mengenai pengrusakan terakhir tersebut dari Ketua BPD. Yang kemudian bersama Ketua BPD menuju kediaman LB, Senin tadi pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Singkatnya di depan rumah tersebut, kades dan LB sempat terjadi perdebatan. Tanpa diduga dari arah belakang, anak LB berinisial DD memukul kepala Kades menggunakan bambu. Anak LB yang lainnya, GT juga tak tinggal diam. Menggunakan bambu memukul kepala Ketua BPD sebanyak dua kali. Setelah beraksi kedua kakak beradik itupun kabur. Setelah kejadian itu, LB selaku orang tua DD dan GT meminta maaf kepada Kades. Tapi istri LB keluar rumah marah-marah kepada kades. LB langsung meminta istrinya masuk rumah. Di dalam rumah sang istri langsung jatuh pingsan sehingga dilarikan ke Puskesmas Plampang. Namun di tengah jalan  menghembuskan napas terakhir. Dua orang anggota Polsek Plampang yang ditugaskan turun ke lokasi mengundang reaksi warga. Seperti dikomando warga mengejar dua anggota polisi ini. Melihat hal tersebut, Kades ikut mengejar warga yang ingin menangkap dua anggota tersebut, bermaksud hendak menghalau. Setelah berlari sejauh 100 meter dari lokasi sebelumnya, Kades berbalik melihat asap mengepul. Ternyata motor dinasnya hangus dibakar. “Saya tidak tahu siapa pelaku pembakaran,” akunya.

Hal senada diungkapkan Ketua BPD Sepayung, Sukriman. Ia yang datang mendampingi Kades ikut menjadi sasaran. Dari arah belakang, dua kali pukulan bambu yang dilayangkan GT–kakak kandung DD, tepat di kepala bagian belakang. Sukriman mengaku nyaris pingsan, beruntung warga memegangnya agar tidak jatuh. “Saya muntah beberapa kali,” ujarnya, seraya  mengaku sudah melaporkan kasus penganiayaan tersebut kepada pihak kepolisian.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Sumbawa Dapat Tambahan 50 Sepeda Motor

Meninggal Dunia Karena Shok

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK yang dikonfirmasi mengungkapkan, kejadian bermula dari penggeseran portal yang dilakukan oleh DD. Hal ini kemudian dilaporkan kepada Kepala Desa Sepayung. Dd kemudian didatangi oleh Kades dan Ketua BPD setempat di kediamannya. Di kediamannya, menurut informasi, Dd diduga ditampar oleh Kades. “ Ini yang masih kita dalami dan selidiki,” kata Kapolres.

Melihat aksi penamparan tersebut, ibu dari DD pingsan dan dibawa ke puskesmas hingga akhirnya meninggal dunia. Kondisi ini yang diduga pemicu terjadinya konsentrasi massa yang kemudian membakar kendaraan milik kepala desa. Pihaknya juga mendapat informasi dua anggota Polsek Plampang yang turun ke TKP dikejar massa.

Didampingi Kasat Intelkam, AKP Hatta SIP, Kapolres AKBP Muhammad melayat di rumah duka
Didampingi Kasat Intelkam, AKP Hatta SIP, Kapolres AKBP Muhammad melayat di rumah duka

Mendapat informasi ini, pihaknya bersama personil turun ke lapangan untuk mengatasi situasi. Saat itu Kapolres langsung menuju rumah duka dan menyampaikan turut berbelasungkawa. Dalam hal ini, ibu DD diduga meninggal dunia karena shok dan tidak ada kaitannya dengan kasus dugaan penganiayaan. Karenanya masyarakat diminta untuk tetap menjaga keamanan dan tidak terprovokasi, dan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak kepolisian untuk diselesaikan secara hukum. (Jen/SR)

CAPTION: Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK pimpin pemakaman warga buntut peristiwa Sepayung.

BERITA TERKAIT: Buntut Kasus Sepayung, Polisi Tangani Dua Pengaduan

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.