Buntut Kasus Sepayung, Polisi Tangani Dua Pengaduan 

oleh -1 views
Kades Sepayung Sahabuddin Didampingi Ketua BPD, Sukriman lapor polisi

Sumbawa Besar, SR (28/09/2015)

Buntut dari peristiwa Sepayung—sebutan kasus yang terjadi di Desa Sepayung Kecamatan Plampang, muncul dua kasus dugaan tindak pidana yang dilaporkan dari pihak yang berbeda. “Kami menerima dua pengaduan,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK saat dihubungi SAMAWEAREA, tadi malam.

Laporan itu disampaikan DD yang diduga menjadi korban penganiayaan oknum Kades Sepayung, Sahabuddin, dan laporan penganiayaan dari Kades Sepayung yang diduga dilakukan DD. “Kedua laporan ini sudah sudah diakomodir dan sedang ditangani penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa,” tandas perwira yang baru seminggu memegang jabatan Kapolres Sumbawa ini.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK
Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad SIK

Kapolres mengaku situasi Desa Sepayung sudah terkendali. Ia langsung memimpin pasukan terjun ke lokasi untuk menenangkan massa sekaligus menetralisir suasana agar tidak berkembang. “Alhamdulillah, berkat dukungan dan pengertian masyarakat setempat, situasi dapat dikendalikan,” imbuhnya. Selain itu Ia berkesempatan ke rumah duka dan ikut menghadiri pemakaman sekaligus memimpin pembacaan doa atas almarhumah ibunda DD.

Temui keluarga almarhumah
Temui keluarga almarhumah

Hingga saat ini, sejumlah personel dari Satuan Sabhara dan Brimob masih berada di lapangan. Hal ini dilakukan untuk tetap menjaga situasi kondusif. Ia menghimbau warga untuk selalu menahan diri dan melaksanakan segala sesuatunya sesuai ketentuan hukum. Aparat juga diminta tidak berbuat arogan yang dapat memancing situasi menjadi tidak nyaman. “Jika ada persoalan kami harap dapat dimusyawarahkan terlebih dahulu dan diselesaikan secara baik-baik,” pintanya. (Jen/SR)

CAPTION: Kades Sepayung Sahabuddin Didampingi Ketua BPD, Sukriman lapor polisi

BACA: https://www.samawarea.com/2015/09/kades-dihajar-motor-dibakar-satu-orang-meninggal-dunia/

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Dua Kelompok Berpaham Menyimpang "Dibidik" MUI