Diperkosa, Gadis Belia Hamil 5 Bulan

oleh -4 views
ilustrasi

Sumbawa Besar, SR (26/09/2015)

Kasus memilukan menimpa Kembang (bukan nama sebenarnya). Gadis belia berumur 15 tahun ini sudah menanggung penderitaan yang cukup berat. Selain kegadisannya direnggut paksa seorang pria bejat, Kembang harus menanggung aib. Kini dia berbadan dua akibat pemerkosaan tersebut. Meski peristiwa itu sudah terjadi April yang lalu, namun baru terungkap setelah perutnya kian membuncit. Kasusnya saat ini telah ditangani Polsek Rhee, setelah dilaporkan secara resmi Jumat (25/9) kemarin.

Kapolsek Rhee, IPTU Sarjan yang dikonfirmasi SAMAWAREA Sabtu (26/9) mengaku baru menerima laporan kasus itu dari orang tua korban. Kasus dugaan pemerkosaan ini terjadi sekitar April lalu. Ketika itu sore hari sekitar pukul 15.00 Wita, korban berjalan kaki menuju kebunnya di wilayah desa setempat. Karena ingin cepat sampai, korban mengambil jalan pintas melalui belakang BBI Kecamatan Rhee atau di pinggir laut. Di tengah jalan tepatnya di bawah pohon asam yang kebetulan dalam keadaan sepi, korban dihadang pelaku yang diketahui berinisial DR. Tangan korban ditarik ke arah semak belukar. Namun korban sempat berontak dan berusaha kabur. Ternyata pelaku lebih sigap kembali menangkap lalu menyeret korban seraya mengancam akan membunuhnya. Karena takut, korban pasrah disetubuhi. Peristiwa memilukan itu dirahasiakan korban. Namun ibarat menyimpan bangkai, baunya pasti tercium. Korban ternyata hamil, dan perutnya kian hari semakin membesar. Inilah yang memunculkan kecurigaan orang tuanya sehingga menginterogasi korban. Akhirnya korban menceritakannya secara terus terang. Mendengar pengakuan anaknya, orang tuanya marah lalu melaporkan kasus tersebut ke Polsek. “Saat dimintai keterangan korban mengaku disetubuhi DR warga Kecamatan Utan,” kata IPTU Sarjan.

Baca Juga  Desak AMNT Hentikan Eksplorasi di Dodo, APLS Gelar Aksi Penertiban

Polisi langsung bergerak, dan telah memanggil DR untuk dimintai keterangannya. Dalam keterangannya, DR yang telah memiliki dua orang istri ini tidak mengakui perbuatannya. “Kami terus mendalami kasus ini,” aku Sarjan.  Untuk penanganan lebih lanjut, Sarjan mengakui telah berkoordinasi dengan bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa. Berdasarkan hasil koordinasi, untuk pembuktiannya baru bisa dilakukan setelah korban melahirkan dengan cara melakukan tes DNA terhadap anaknya. “Kami belum memiliki bukti yang cukup sehingga belum dapat menahan terlapor. Apalagi kasusnya sudah terjadi lima bulan yang lalu,” akunya, seraya menyatakan akan terus melakukan penyelidikan dan berharap ada saksi yang mendengar dan melihat. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.