Pemda KSB Tegaskan Blok Batu Nampar Tanah Negara

oleh -23 views
Peta Blok Batu Nampar, Talonang

Didukung AMAN, Warga Klaim Tanah Milik Adat

Taliwang, SR (23/09/2015)

Sejumlah dokumen, data dan fakta yang dikumpulkan Pemerintah Daerah Sumbawa Barat menunjukkan bahwa status tanah seluas 1.048,8 hektar di lokasi Tongo II Blok Batu Nampar, Desa Talonang Baru, Kecamatan Sekongkang, adalah tanah bersertifikat dengan Hak Pengelolaan (HPL) milik Departemen Transmigrasi RI. “Dokumen di Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transimigrasi (P2KT) Kementerian Desa, PDT dan Transimigrasi RI menjelaskan bahwa tanah tersebut adalah tanah bersertifikat dengan HPL sesuai keputusan kepala BPN nomor 88/HPL/BPN/2002,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disosnakertrans) KSB, Abdul Hamid saat ditemui SAMAWAREA di ruang kerjanya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, sebelum terbitnya sertifikat HPL, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 17 Oktober 1992, mengeluarkan Surat Keputusan nomor 404 tentang Pencadangan Tanah Untuk Keperluan Lokasi Proyek Transimigrasi, meliputi seluas lebih kurang 4.050 hektar untuk wilayah Desa Sekongkang, Kecamatan Jereweh dan seluas lebih kurang 3.000 hektar tanah di Desa Tatebal Kecamatan Ropang Kabupaten TK II Sumbawa. Dalam lampiran SK tersebut, terdapat peta yang memuat lokasi pencadangan transmigrasi dan Desa Talonang menjadi bagian dari lokasi tanah seluas lebih kurang 4.050. “Setelah pengukuran batas areal transmigrasi Tongo II, atas persetujuan Gubernur dan Kadis Kehutanan NTB, Bupati Sumbawa bersama Camat Sekongkang, kepala desa dan beberapa pejabat Pemda Sumbawa, menandatangani berita acara tata batas pelepasan kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi untuk areal transimigrasi Tongo II,” ulas Abdul Hamid.

Baca Juga  Rumah Zakat Distribusi 10.450 Kornet Superqurban Bagi Korban Gempa
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disosnakertrans) KSB, Abdul Hamid
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disosnakertrans) KSB, Abdul Hamid

Data Pemda KSB terkini, tanah seluas 1.048,8 hektar di lokasi Tongo II Blok Batu Nampar Desa Talonang Baru telah dikuasai oleh masyarakat seluas 674 hektar. Penguasaan tanah tersebut diklaim sebagai tanah adat atau tanah hak ulayat masyarakat Desa Talonang oleh beberapa elemen masyarakat dan didukung Lembaga Swadaya Masyarakat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN). “Pemda berkeyakinan bahwa hal itu adalah klaim sepihak karena tidak didukung oleh data, dokumen maupun fakta lapangan yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum,” tekan Abdul Hamid.

Untuk diketahui, lokasi Tongo II Blok Batu Nampar Desa Talonang Baru di Kecamatan Sekongkang, dulunya merupakan bagian dari Kecamatan Jereweh Kabupaten Sumbawa. Sekongkang saat itu terbagi atas dua desa, yakni Sekongkang Atas dan Sekongkang Bawah. Di kedua desa itu, tidak pernah terdapat hukum adat dan hak-hak atas tanah yang bersifat komunal atau milik bersama. “Tidak pernah ditemukan adanya peraturan adat yang dipatuhi, dan Pemda KSB tidak pernah menerbitkan peraturan daerah tentang penagakuan terhadap keberadaan masyarakat adat di Talonang ataupun di Sekongkang, bahkan di seluruh wilayah KSB,” ujarnya. (AR/SR)

bankntb DPRD DPRD