Bupati Dukung Larangan Pengiriman Gabah ke Luar Daerah

oleh -7 views
Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik

Sumbawa Besar, SR (18/09/2015)

Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik mendukung langkah TNI dan Dinas Pertanian yang melarang pengiriman gabah ke luar daerah. Pihak TNI kata JM—akrab bupati disapa, tentu memiliki alasan yang kuat, yaitu menyukseskan program swasembada pangan dari pemerintah pusat. Untuk diketahui target swasembada yang dibebankan kepada daerah ini mencapai 25 ribu ton beras. Sejauh ini baru mencapai 25 persen yang salah satu factor lambatnya pemenuhan target tersebut adalah adanya pengusaha yang mengirim beras atau gabah keluar daerah. “Makanya saya dukung langkah TNI dan dinas pertanian,” tegas JM kepada SAMAWAREA usai membuka Kejurnas Paralayang (TRoI) di Bukit Labaong, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Jumat (18/9).

Dalam kesempatan itu, JM menyesalkan sikap Bulog yang terkesan pilih-pilih. Seharusnya Bulog bisa membayar beras dari pengusaha dan dijadikan stok. Tidak terlalu patok mati mengenai criteria beras yang dibeli. ‘’Kami ingin semuanya dilindungi, baik pengusaha maupun petani agar tidak rugi,” tukas JM.

Menurut Bupati, Bulog harus membeli gabah atau beras dari pengusaha. Sebab, Bulog memiliki peran sebagai stabilisator. Mengingat, penyerapan beras oleh Bulog ini adalah instruksi dari atas. Menteri Pertanian saat berkunjung ke Sumbawa juga sudah menekankan hal itu. ‘’Bayar saja karena targetnya baru terpenuhi 20-25 persen,” tandasnya.

Secara terpisah, Dandim 1607 Sumbawa, Letkol Inf Agus Supriyanto menjelaskan, bahwa pihaknya melaksanakan tugas sesuai perintah, dalam hal ini menyukseskan swasembada pangan. “Bagi yang tidak setuju dengan tindakan ini karena dianggap merugikan petani, harus ada solusi yang disampaikan kepada kami,” kata Dandim. Sebelumnya diakui Dandim, sudah ada pertemuan antara pengusaha, Dinas Pertanian, Bulog dan perwakilan petani terkait dengan penetapan harga jual gabah mulai dari tingkat petani hingga ke Bulog.

Baca Juga  Anggota DPRD Dapil IV Keluhkan Terbatasnya Waktu Reses

Sejauh ini, pihak Bulog selalu melakukan koordinasi dengan pihaknya meski di lapangan ditemukan kendala. Seperti ada beras yang dinilai Bulog tidak masuk dalam criteria, sehingga tidak terserap Bulog. Untuk beras yang tidak memenuhi criteria ini dapat dikirim keluar Sumbawa asalkan ada rekomendasi dari Bulog Sumbawa. “Kami tidak mungkin menahan beras jika tidak diterima oleh Bulog,” pungkasnya. (Jen/SR)

 

bankntb DPRD DPRD