Bukit Labaong Representatif untuk Kejurnas Paralayang

oleh -58 views

Sumbawa Besar, SR (18/09/2015)

Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) NTB, Kolonel Arif Hartono menilai Bukit Labaong, Desa Hijrah, Kecamatan Lape, Sumbawa, sangat representative dijadikan tempat untuk menggelar Kejurnas Paralayang. Secara geografis daerah ini berbukit-bukit relative tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, serta didukung anginnya yang sedang-sedang saja. Dengan pontensi yang dimiliki ini tinggal dukungan Pemda dan wilayah setempat. Selain di Sumbawa dengan Bukit Labaongnya, di KSB juga ada yakni Mantar. Kondisi bukit dan angin di Mantar hampir sama seperti di Labaong.

Diakui Kolonel Arif—sapaan akrab mantan Danlanud Rembiga ini, perkembangan paralayang di Sumbawa tergantung dengan kelancaran transportasi. Sekarang penerbangan di Sumbawa hampir dua kali sehari, bahkan ada yang pagi dan sore hari. Hanya dibutuhkan adalah fasilitas, misalnya di Labaong tersedia homestay, tidak harus mewah namun layak untuk ditempati, di samping fasilitas dasar seperti kamar mandi dan lainnya.

Kolonel Arif Hartono, Ketua PB FASI NTB
Kolonel Arif Hartono, Ketua PB FASI NTB

Disinggung mengenai dukungan TNI AU terhadap perkembangan Paralayang di Kabupaten Sumbawa, perwira penerbang asli putra Sumbawa ini menyatakan, cukup besar. Contohnya pelaksanaan Kejurnas TRoI di Sumbawa yang merupakan kegiatan dari Kemenpora. Kegiatan ini mampu dilaksanakan di Sumbawa melewati Pulau Lombok yang justru lebih terkenal dan memiliki fasilitas memadai. Tentunya harus ada pioner yang berkorban segala hal karena event ini diperoleh dengan susah payah. “Tapi setelah event ini didapat, apakah mental kita ingin melanjutkan atau harus berhenti di sini. Itu saja. Itu tergantung dari masyarakat dan Pemdanya,” tukas Kolonel Arif.

Baca Juga  Setelah Pariwisata dan Pendidikan, Korsel-NTB Rencanakan Kerjasama Pertanian

Untuk diketahui Paralayang termasuk olahraga mahal yang cukup sulit diikuti masyarakat Sumbawa sehingga sangat sulit memunculkan regenerasi atlit. Menurut Kolonel Arif meski mahal, ada strategi melahirkan atlit Paralayang dari Sumbawa. Mengingat FASI telah masuk dalam cabang olahraga binaan KONI, tentunya ada kewajiban pemerintah untuk memberikamn dana. Sebab tanpa dana nonsen kegiatan akan berjalan. Dengan dana ini pembinaan terhadap calon atlit dapat berjalan termasuk pengadaan fasilitas atau sarana penunjang. (Jen/SR)

 

 

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.