DPRD KSB Minta Tiga Kepala Daerah Bertemu Bahas Deviden

oleh -1 views
Ketua DPRD KSB, M Nasir ST

Taliwang, SR (17/09/2015)

Keuntungan dari kepemilikan Saham di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) melalui PT Multi Daerah Bersaing (MDB) kembali dipertanyakan oleh para legislator Sumbawa Barat. Pasalnya sejak 2012 lalu hingga Desember 2014, keuntungan atau deviden tersebut tak kunjung diberikan PT DMB selaku penanggung jawab.

Ketua DPRD KSB, M Nasir mengungkapkan, total penerimaan deviden yang belum diserahkan DMB, khususnya kepada Sumbawa Barat mencapai Rp 60,5 Milyar. Jumlah tersebut merupakan akumulasi deviden dan advance deviden dari 2012-2014. “Hingga saat ini belum ada kejelasan kapan deviden itu akan diberikan. Dari itu, kami berharap tiga kepala daerah dapat bertemu untuk membahas hal ini,” pinta M Nasir di ruang Fraksi PAN, Rabu kemarin.

tour newmont lubangTiga kepala daerah dimaksud adalah Bupati Sumbawa, Bupati KSB dan Gubernur Nusa Tenggara Barat. “Harus bertemu untuk mencari jalan keluar dan kepastian waktu, kapan deviden dan advance deviden itu diberikan oleh DMB,” tekannya.
Imbas yang sangat krusial dengan belum adanya pembagian deviden dan advance deviden bagi daerah adalah batalnya sejumlah program yang telah tersusun dalam APBD. Sumbawa Barat khususnya, telah memasukkan deviden tersebut ke dalam pos pendapatan daerah sejak beberapa tahun terakhir, namun selalu berakhir dengan pemangkasan program, karena pembagian deviden dan advance deviden tak kunjung terealisasi.

Seperti diketahui tiga daerah (KS, KSB dan Provinsi NTB) telah membentuk perusahaan patungan yaitu PT Daerah Maju Bersaing (DMB) guna mengakuisisi 10 % saham divestasi PTNNT. Karena terkendala dana, DMB akhirnya menggandeng PT Multicapital dan membentuk perusahaan baru, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) dengan komposisi pembagian saham 75% milik PT Multicapital dan 25% milik DMB. Hingga saat ini MDB telah berhasil mengakuisisi saham divestasi PTNNT sebesar 24%. (AR/KSB)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Jadikan Sumbawa Basis Benih Bawang Merah, Kementan Kucurkan 200 Miliar