Tersangka Rumah Adat KSB Bakal Bertambah

oleh -4 views
Kajari Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH

Sumbawa Besar, SR (15/09/2015)

Setelah menetapkan seorang tersangka, Kejaksaan Negeri Sumbawa terus mendalami penyidikan proyek pembangunan rumah adat KSB. Selasa (15/9), Tim Pidana Khusus (Pidsus) memeriksa Direktur CV AS, Teguh Maramis selaku rekanan pemenang tender yang sebelumnya sempat mangkir dari panggilan jaksa.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH pemeriksaan rekanan itu dalam statusnya sebagai saksi atas tersangka YS. Pemeriksaan ini seputar tender proyek senilai Rp 2 Milyar tersebut, termasuk adanya dugaan uang muka proyek dibawa kabur. Selain itu pemeriksaan ini juga untuk mengaitkan beberapa rangkaian yang hilang seperti proses pembelian kayu untuk pembangunan rumah adat dan motif dari mangkraknya proyek dimaksud. “Pemeriksaan terhadap rekanan ini harus tuntas hari ini. Semuanya akan kami tanyakan. Apalagi tiga rekanan peserta tender proyek itu sudah diperiksa,” kata Kajari didampingi Kasi Pidsus, Iwan Kurniawan SH kepada SAMAWAREA.

Mengenai kemungkinan bertambahnya tersangka, Kajari menyatakan cukup berpeluang. Namun demikian Ia tidak bisa menjustifikasi seseorang atau menyampaikan itu secara global. ‘’Kemungkinan itu tetap ada, ini yang terus kami dalami,” ucap Kajari.

Seperti diberitakan, pembangunan rumah adat milik Pemerintah KSB senilai Rp 2 miliar itu mangkrak. Hal ini terjadi setelah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek dimaksud melakukan pemutusan kontrak kerja secara sepihak. Ini dilakukan karena kontraktornya diduga kabur padahal realisasi pekerjaannya masih sekitar 5,4 persen. Meski kontraknya diputus, tapi PT AS diduga telah menerima anggaran sebesar Rp 500 juta dari keseluruhan nilai kontraknya. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD
Baca Juga  Empat Polisi Terluka, Satu Mobil Dibakar