Mertua Tewas Dihajar Menantu

oleh -4 views

Sumbawa Besar, SR (15/09/2015)

Naas menimpa Nurtina (46). Ibu rumah tangga yang tinggal di KM 2 Kelurahan Samapuin, Kecamatan Sumbawa ini menemui ajal di tangan menantunya, EM (37). Korban menghembuskan napas terakhir, Selasa (15/9) pagi, setelah mengalami koma selama dua hari di RSUP Manambai Abdul Kadir. Jasad korban telah dipulangkan keluarganya di wilayah Kecamatan Plampang. Kini menantu korban yang merupakan istri dari salah satu putra suaminya telah ditangkap dan meringkuk di balik jeruji besi sel tahanan polres Sumbawa. Wanita tersebut yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini terancam hukuman 7 tahun penjara karena melakukan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia sebagaimana pasal 351 ayat (3) KUHP.

Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi SAMAWAREA melalui Kasat Reskrim, IPTU Tri Prasetiyo, Selasa (15/9), menuturkan, kasus penganiayaan menantu terhadap mertua terjadi Minggu (13/9) dinihari sekitar pukul 02.00 Wita. Peristiwa naas di kediaman sekaligus warung korban ini bermula dari cekcok mulut antara keduanya. Tersangka merasa tersinggung dengan ucapan korban. Akhirnya terjadikan tindakan fisik. Korban dipukul menggunakan kursi lipat besi warna hitam. Korban seketika tersungkur dan tidak sadarkan diri. Darah segarpun mengucur deras dari kepala bagian belakang korban hingga membasahi lantai yang terbuat dari keramik. Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan penangkapan terhadap tersangka. Awalnya tersangka dikenakan pasal 351 ayat (2) karena melakukan penganiayaan berat mengingat korban dalam kondisi kritis. Tapi karena sekarang korban meninggal dunia, penyidik mengembangkan kasus itu dan merubah pasal yang disangkakan yaitu 351 ayat (3) tentang penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia.

Baca Juga  Kasus Kekerasan Anak di NTB Masih Tinggi

IPTU Tri—sapaan akrab perwira muda ini, tidak menepis adanya isu beredar bahwa pelaku penganiayaan lebih dari satu orang. Namun sejauh ini hasil penyelidikan dan penyidikan masih belum mengarah. Kendati demikian pengembangan penyidikan terus dilakukan. Jika ada indikasi keterlibatan orang lain, akan langsung ditindklanjuti. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD