Main Jaran, 200 Ekor Kuda Perebutkan 10 Ekor Sapi

oleh -33 views

Rangkaian Perhelatan Festival Moyo 2015 

Sumbawa Besar, SR (14/09/2015)

Sebanyak 200 ekor kuda berlaga di arena pacuan Kecamatan Moyo Hilir, Senin (14/9). Event Main Jaran ini digelar dalam rangkaian perhelatan Festival Moyo 2015. Sebelumnya panitia Festival telah menggelar beberapa event di antaranya Baguntung Rame, Pagelaran Tari, Pawai Budaya, Barapan Kebo, Lomba Balap Sampan dan Lomba Memancing. Sejumlah event ini sukses menyedot perhatian masyarakat termasuk para wisatawan yang sengaja datang untuk menyaksikan festival tahunan tersebut.

Bupati Sumbawa melalui Asisten Perekonomian Pembangunan Dr H Muhammad Ikhsan, M.Pd dalam sambutannya mengatakan, pacuan kuda tradisional atau di Sumbawa dikenal dengan sebutan ‘Main Jaran’ merupakan budaya masyarakat Tana’ Samawa yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Dengan menyesuaikan ketentuan perlombaan yang sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Organisasi Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) diharapkan secara bertahap pacuan kuda ini dapat menjadi kebanggaan masyarakat Sumbawa. Dengan perlombaan tersebut tentunya akan memberikan dampak positif kepada para peternak kuda dalam merawat kudanya yang akan meningkatkan kualitas kuda-kuda Sumbawa. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan pelaksanaan Festival Moyo 2015 dan menggugah semangat para pecinta pacuan kuda tradisonal Sumbawa agar lebih mampu memberikan yang terbaik bagi generasi penerus pacuan kuda di masa yang akan datang. Pemerintah Kabupaten Sumbawa katanya, mengapresiasikan keberadaan lomba Main Jaran ini, di satu sisi mendatangkan keuntungan bagi para penikmat budaya tradisional Sumbawa, dan secara tidak langsung juga akan mengurangi stigma negatif terhadap budaya Main Jaran dimana penunggangnya adalah joki cilik yang menjadi keunikan pacuan kuda tradisional Sumbawa.

Baca Juga  Rangsang Investor, DPMPTSP dan Dislutkan Gelar Diskusi Forum Perudangan

Dengan kehadiran berbagai pihak yang ikut serta dalam acara ini bisa dinilai sebagai respon baik dari masyarakat Sumbawa. “Keberadaan kegiatan ini menjadi salah satu indikator kemajuan budaya tradisional Sumbawa yang sekian lama berhadapan dengan budaya modernisasi saat ini,” ucapnya.

Kedepan hal semacam ini mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi daerah. Harapannya, dengan dilaksanakan pacuan ini dapat memberikan konstribusi bagi peningkatan dan perkembangan ekonomi kerakyatan serta peningkatan kesejahtreraan masyarakat maupun memberikan hiburan yang murah bagi segenap warga dan para pecinta Main Jaran di Sumbawa.

Sementara Ketua PORDASI, H Mustami H Hamzah B.Sc SH, memberikan apresiasi kepada para peserta yang ikut memeriahkan lomba main Jaran ini meskipun masih terbilang sangat minim yakni sekitar 200 peserta dari kabupaten/kota di NTB.

Minimnya peserta karena kurangnya kuda lokal yang mengikuti lomba akibat jarangnya kejuaraan yang diperlombakan di tingkat lokal. “Semoga kedepannya lebih banyak lagi kuda–kuda lokal ikut berpartisipasi dalam kegiatan seperti ini,” harapnya.

Untuk diketahui, Main Jaran ini mempertandingkan 10 kelas yaitu Kelas Pemula TK, Kelas O, AB, Harapan AB, Tunas AB dan kelas C khusus untuk kuda peranakan. Hadiah yang diperebutkan adalah 10 ekor sapi atau satu ekor untuk masing-masing kelas, di samping hadiah hiburan berupa kulkas, televisi dan karpet. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.