Jack Morsa Ajukan Pengunduran Diri, Jaya Diusulkan PAW

oleh -17 views
H. Lalu Budi Suryata SP

Sumbawa Besar, SR (14/09/2015)

Calon bupati dan wakil bupati yang berasal dari anggota DPRD, harus mengundurkan diri dan mengantongi SK pengunduran dirinya 60 hari setelah penetapan sebagai calon pada Pilkada. Untuk Pilkada Kabupaten Sumbawa, ada empat calon yang berasal dari anggota legislative. Adalah HM Husni Jibril B.Sc (Calon Bupati dari Paket Husni Mo), H Irwan Rahadi ST (Calon Wakil Bupati dari JIWA)—keduanya anggota DPRD Provinsi NTB, serta Jack Morsa H Abdullah S.Adm (Calon Bupati dari JIWA) dan Chandra Wijaya Rayes ST (Calon Wakil Bupati dari pasangan Saatnya Sumbawa Jaya)—keduanya anggota DPRD Kabupaten Sumbawa. Untuk Jack Morsa dan Chandra Wijaya Rayes, baru mengajukan surat pengunduran dirinya Jumat kemarin, dan baru diterima secara resmi oleh Ketua DPRD Sumbawa, Senin (14/9). Selanjutnya surat dari dua wakil rakyat yang akan berkompetisi pada 9 Desember 2015 mendatang, telah didisposisikan ke Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk ditindaklanjuti. “Saya baru mendisposisikannya agar ditindaklanjuti sesuai aturan perundangan yang berlaku,” kata Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (14/9).

Untuk Jack Morsa, ungkap Lalu Budi—sapaan akrabnya, mengajukan surat pengunduran dirinya masih secara pribadi yang ditandatangani di atas materai 6000 yang ditujukan kepada Gubernur NTB melalui Ketua DPRD. Sedangkan Chandra Wijaya Rayes yang populer disapa Jaya, diusulkan partainya DPC Nasdem Sumbawa untuk Pergantian Antar Waktu (PAW) dari keanggotaan DPRD. “Ada perbedaan redaksi dari dua surat ini,” kata Lalu Budi.

Baca Juga  Rakor KPU NTB, Upaya Identifikasi Permasalahan Pilkada

Sementara Sekretaris DPRD Sumbawa Drs A Gani Nasby mengakui sudah menerima surat tersebut, dan segera diproses. Ia juga mengakui ada redaksi yang berbeda dari kedua surat yang masuk tersebut. DPD NasDem Sumbawa mengusulkan PAW untuk Chandra Wijaya Rayes. Sementara dari Jack Morsa berisi surat pengunduran diri yang ditandatanganinya langsung di atas materai 6000.

Terhadap surat Jack Morsa ini, Setwan akan menyurati kembali yang bersangkutan karena dalam ketentuan yang ada, anggota DPRD yang berhenti itu karena meninggal dunia, mengundurkan diri, dan harus diproses oleh partai. Kemudian partai mengajukan usulan PAW melalui DPRD Sumbawa yang diteruskan ke Bupati untuk kemudian diajukan ke Gubernur untuk mendapat persetujuan. Selain itu persoalan ini akan dikonsultasikan ke Biro Pemerintahan Provinsi NTB. “Yang jelas, kami siap memfasilitasi surat pengunduran diri yang ada. Tidak ada niat kami untuk coba menghambat. Namun kami juga harus bekerja sesuai regulasi yang ada,’’ tukas Sekwan.

Agus Salim Okak, Sekretaris Golkar Sumbawa
Agus Salim Okak, Sekretaris Golkar Sumbawa

Ditemui terpisah Sekretaris DPD Golkar Sumbawa kubu Agung Laksono (AL), Agus Salim Okak, membenarkan PAW diusulkan oleh partai politik yang ditandatangani pengurus, termasuk PAW Jack Morsa yang tercatat sebagai anggota Fraksi Golkar di DPRD Sumbawa. Namun sampai sekarang pihaknya belum menerima surat pengunduran diri Jack Morsa sebagai dasar partai mengusulkan PAW.

Meski ada surat pengunduran diri Jack Morsa, sambung Agus Okak, tidak ucuk-ucuk diusulkan untuk PAW melainkan melalui mekanisme. “Kami harus komunikasikan dulu dengan pengurus di tingkat yang lebih tinggi. Jika ada perintah kami di kabupaten siap melaksanakannya. Jika tidak, tunggu dulu,” pungkasnya.

Baca Juga  Kenaikan BBM Non Subsidi Membuat Masyarakat Sulit

Untuk diketahui Sesuai ketentuan pasal dalam UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3), anggota DPR dapat di-PAW jika meninggal dunia, mengundurkan diri atau diberhentikan. Di sisi lain, pemberhentian itu baru bisa dilakukan setelah ada usulan dari pimpinan partai politik kepada pimpinan DPRD. (Jen/SR)

bankntb DPRD DPRD