Festival Moyo Bakal Jadi Kalender Wisata Nasional

oleh -7 views

Sumbawa Besar, SR (13/09/2015)

Meski sudah digelar setiap tahun dan pada Tahun 2015 ini sudah yang keempat kalinya, namun Festival Moyo belum masuk dalam kalender Kementerian Pariwisata sehingga tercatat menjadi salah satu event nasional.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti yang diwawancarai SAMAWAREA belum lama ini mengatakan, Festival Moyo sangat memungkinkan dan layak masuk dalam kalender event nasional. Tentunya ini harus diusulkan oleh pemerintah propinsi yang menaungi kabupaten. Namun sampai sekarang pihaknya belum menerima usulannya dari provinsil. Memang ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah daerah selaku penyelenggara kegiatan. Mulai dari komitmen untuk tetap melaksanakan kegiatan, keterlibatan dan dukungan semua pihak terutama para pelaku wisata, industry hingga perbankan maupun penerima manfaat lainnya. Apabila ini mampu dipenuhi sangat memungkinkan Festival Moyo menjadi salah satu even nasional dan masuk dalam agenda tahunan pemerintah pusat.
“Minimal ada tiga event yang harus diusulkan. Kalau di NTB saya rasa sudah mencukupi seperti event Tambora Menyapa Dunia, Festival Nyale, dan Festival Moyo di Sumbawa,” sebutnya.

Moyo Festival AlasDiakui Esthy, pariwisata budaya yang menjadi salah satu ikon pada kegiatan Festival Moyo memang menarik minat banyak pihak, tidak terkecuali wisatawan asing. Karena pariwisata budaya kini menjadi salah satu pariwisata yang ngetren dan diburu para wisatawan.

Sementara Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik menyambut baik keinginan pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata. JM—akrab Bupati disapa berjanji dan komit memenuhi semua persyaratan untuk menjadikan Festival Moyo sebagai event nasional. “Tahun 2016, pemerintah daerah berencana membuat rancangan peraturan daerah yang kini draftnya telah dipersiapkan,” ucapnya.

Baca Juga  Presiden Bertolak ke Palu Tinjau Daerah Terdampak Gempa dan Tsunami

Lebih jauh dikatakan JM, Festival Moyo memberikan dampak positif yang sangat besar bukan dalam promosi wisata, tapi sector lainnya termasuk masyarakat. Selama event berjalan uang yang berputar dan dirasakan langsung masyarakat mencapai Rp 5 miliar. Bupati berharap hajat dari penyelenggaraan event ini bisa menjadi perhatian dan tanggung jawab semua pihak, sehingga Festival Moyo ini benar-benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan. Karena sebagaimanapun sektor pariwisata merupakan sektor unggulan yang dapat diandalkan sebagai salah satu pilar pembangunan jangka panjang. Sebab sektor kepariwisataan mampu menggerakkan ekonomi dan mampu menciptakan banyak peluang usaha dan lapangan kerja sehingga memberikan konstribusi besar dalam pembangunan ekonomi serta percepatan pertumbuhan ekonomi secara nasional. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.