Danrem Ingatkan Pengusaha Luar Tidak Serap Gabah di Sumbawa

oleh -7 views

Sumbawa Besar, SR (13/09/2015)

Penyerapan gabah oleh pengusaha luar daerah menjadi salah satu penyebab target swasembada pangan di Kabupaten Sumbawa hingga kini belum terpenuhi. Karena itu Danrem 162 Wirabhakti, Kolonel CZI, Lalu Rudy Irham Srigede mengharapkan pegnusaha dari luar daerah untuk menghentikan praktek tersebut hingga target Sumbawa terpenuhi. Para pengusaha di Lombok untuk sementara tidak melakukan penyerapan di Sumbawa. Hal tersebut dimaksudkan agar para pengusaha Sumbawa memiliki kesempatan untuk memenuhi target.

Ditemui SAMAWAREA belum lama ini, Danrem mengapresiasi langkah Kodim 1607 Sumbawa dan jajarannya yang telah berbuat maksimal membantu program pemerintah yaitu membantu bulog dalam penyerapan gabah petani. Kendati demikian ada sejumlah hal yang dilihat masih belum lancar di antaranya Bulog dinilai tidak tegas karena sedikit mengabaikan kriteria dalam memenuhi kebutuhan stok nasional. Seperti gabah kering giling yang kekeringannya sekitar 14 persen dan kekotorannya tiga persen. Meski ada selisih persentase ini, Bulog dapat menyerapnya. Karena Menteri Pertanian yang sempat ditemuinya mengatakan agar tidak terlalu terpaku dengan persentase tersebut.

Ia mencontohkan ratusan ton beras sempat diamankan TNI di Sumbawa ketika hendak dikirim ke Jember. TNI pun mendatangkan Bulog untuk langsung membeli. Sayangnya, Bulog enggan untuk membeli dengan alasanya beras tersebut tidak memenuhi criteria, sehingga terpaksa beras itu dilepas. Persoalan lain adalah belum adanya batasan wilayah. Harusnya rekanan hanya boleh mengambil atau menyerap gabah hanya di wilayahnya masing-masing. Kecuali jika ada rekomendasi Bulog, baru boleh mengambil di wilayah lain. “Ini yang belum ada batasannya,” kritik Danrem.

Baca Juga  Tiga Hari Menghilang, Wanita ini Ditemukan Jadi Mayat

Dengan tidak adanya batasan tersebut membuat Kabupaten Sumbawa kesulitan karena para pengusaha dari luar daerah berbondong-bondong menyerap gabah petani setempat yang kebetulan Sumbawa saat ini memasuki musim panen. Sebab di daerah lain sudah habis panen dan memasuki masa tanam. Hal ini merupakan salah satu persoalan yang ditemui dan dicoba untuk dicari solusinya. Danrem menawarkan solusi agar memberikan modal kepada petani sehingga gabah atau berasnya dijual kepada pemerintah dalam upaya mengantisipasi harga jual dipermainkan tengkulak. “Ini akan kami jadikan laporan ke komando atas maupun ke Badan Pengawas Bulog Pusat,” ucap Danrem.

Untuk diketahui, NTB diperintahkan menyerap 100 ribu ton untuk memenuhi kuota. Sejauh ini baru terpenuhi sekitar 35 persen, sedangkan di Sumbawa targetnya 25 ribu ton dan saat ini masih tercapai 20 persen. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.