Catat Sejarah Baru, Tim UTS ke Grand Final INDISCO Asia Tenggara

oleh -12 views

Sumbawa Besar, SR (13/09/2015)

Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kembali mencatat sejarah baru. Tiga mahasiswanya, Fitri Tjahyani (Program Studi Teknik Material  dan Metalurgi 2013), Yunan Fachri (Program Studi Teknik Industri 2014) dan Putri Munira (Program Studi Ilmu Ekonomi Pembangunan 2013) yang tergabung dalam “Maker Team” berhasil lolos TOP 20 dan Grand Final INDISCO ((Industrial Design Seminar and Competition) Tahun 2015. UTS lolos bersama UGM, Telkom Unversity, Universitas Surabaya, Universitas Islam Sultan Agung, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Sumatera Utara, Gunadarma University, Universitas Indonesia (UI), Maranatha Christian University, ITB (Institut Teknologi Bandung), Universitas Diponegoro, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Andalas, Univesitas Brawijaya, Universitas Islam Indonesia, dan University of Malaya.

INDISCO merupakan suatu perlombaan berbasis desain produk yang dikemas dengan seminar. Perlombaan ini diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro (UNDIP). INDISCO pertamakali digelar pada Tahun 2009, dan tahun ini merupakan yang ketujuh kalinya dan setiap tahunnya melibatkan seluruh universitas negeri maupun swasta se Asia Tenggara. Tahun ini INDISCO mengangkat tema “Children’s Product” dalam rangka memperingati Hari Anak. “Perjuangan yang tidak sia-sia,” pekik Fitri Tjahyani, Yunan Fachri dan Putri Munira ketika pertamakali menerima berita gembira bahwa timnya lolos Grand Final INDISCO 7.

Menurut Fitri selaku komandan tim, ajang Kompetisi INDISCO 7 ini menjadi program yang sangat bergengsi karena berskala ASEAN dan mereka bersaing dengan mahasiswa dari seluruh negara di kawasan Asia Tenggara termasuk beberapa perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kebanggaan dan prestasi ini ungkap Fitri, tidak terlepas dari peran yang sangat luar biasa para Dosen Teknik Industri Fakultas Teknologi Pertambangan UTS, Nurul Hudaningsih dan Reza Fahmi Anshari, yang selama ini tak kenal lelah membimbing mereka.

Baca Juga  PKS Dorong Pemerintah Lebih Cermat Antisipasi Harga Minyak dunia

Sebelum mengukir prestasi ini, Maker Team UTS mengikuti tahap seleksi mulai dari administrasi dan pengumpulan proposal berbahasa Inggris. “Alhamdulillah pada pengumuman 9 September kemarin, tim kami lolos TOP-20,” ucap Fitri. Selanjutnya setiap tim harus mempersiapkan video animasi prototype desain produk, banner, dan slide presentasi yang dikirim paling lambat 24 Oktober 2015. Selain itu, seluruh tim yang lolos tahap TOP-20 akan berkumpul dan mempresentasikannya di Hotel Quest, Semarang pada 9-11 Oktober 2015. “Semoga kesuksesan ini tidak berhenti hanya sampai di sini. Untuk itu, kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak dalam upaya mengharumkan almamater kita, mengharumkan nama Sumbawa, dan mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat di mata ASEAN,” pintanya.

UTS Indisco 2

Sementara Nurul Hudaningsih—pembimbing Maker Team UTS, mengaku bangga dengan prestasi yang diraih mahasiswanya. Ketiga mahasiswa ini dipilih karena memiliki kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan teknis dan analisa ekonomi. “Kami mengenal mereka sebagai mahasiswa yang sangat kreatif. Ini kami lakukan karena deadline waktu mengirim proposal tinggal satu minggu yang tentunya harus ditangani oleh mahasiswa yang memiliki ide-ide yang kreatif,” kata Nurul—sapaan dosen berjilbab ini.

Untuk mencari ide desain dan jenis produk apa yang sangat cocok untuk anak-anak, tim ini berkunjung ke beberapa sekolah dasar melakukan interview dengan siswa, guru dan orang tua murid tentang kesulitan apa yang dihadapi siswa ketika belajar. Salah satu kesulitan yang dihadapi adalah ketika berada di luar sekolah, siswa kesulitan menulis karena susah mencari tempat alas. Karena itu muncul ide tim untuk membuat desain tas yang juga bisa digunakan menjadi alas. Menariknya lagi, dalam desain tas ini ditambah fitur sastra jontal sebagai ciri khas sekaligus upaya melestarikan kekayaan budaya Samawa. “Ide ini cukup sederhana tapi mampu bersaing dengan ide kreatif dari mahasiswa perguruan tinggi lainnya,” ucap Nurul.

Baca Juga  Karnaval Kaleidoskop Kepemimpinan Ramaikan HUT NTB

Setelah masuk dalam TOP 20, Maker Team UTS ditargetkan mengumpulkan video tiga dimensi tentang produk yang didesain sampai batas waktu 24 September. Selain itu juga dibuat prototype dari produk ini. Semua ini nantinya akan dipresentasikan tentunya menggunakan Bahasa Inggris mengingat kompetisi tersebut berskala Asia Tenggara. Untuk itu tim harus dipersiapkan secara maksimal terutama mengenai kemampuan berbahasa inggrisnya.

Harapannya, tim UTS terus mengembangkan ide kreatifnya dan bersemangat untuk menuntaskan sisa perjuangan. Ia optimis timnya mampu berbicara banyak di ajang tersebut karena ide kreatif mereka meski terbilang cukup sederhana tapi tidak kalah dengan ide kreatif tim yang berasal dari perguruan tinggi ternama lainnya. Nurul juga mengaku salut dengan kepercayaan diri anak-anak Sumbawa yang tidak minder dengan ide kampus lain. Buktinya mereka mampu berkompetisi dan berhasil terjaring dalam TOP 20 ajang ASEAN tersebut. “Semoga ide kreatif ini membawa hasil yang membanggakan, sekaligus menjadi motivasi bagi bagi anak-anak Sumbawa lainnya untuk terus berkreasi dan mengembangkan ide-ide kreatifnya,” demikian Nurul. (Jen/SR)

 

bankntb DPRD DPRD