Kantor Bupati Sumbawa Dikepung Massa

oleh -20 views

Diwarnai Aksi Saling Dorong dan Lempar Tomat

Sumbawa Besar, SR (10/09/2015)

Kantor Bupati Sumbawa dikepung seribuan massa, Kamis (10/9) siang tadi. Massa yang berasal dari Kecamatan Batu Lanteh ini datang menggunakan ratusan sepeda motor, empat truk dan beberapa mobil untuk menyuarakan aspirasi perbaikan infrastruktur jalan yang sudah lama dijanjikan pemerintah daerah. Aksi yang dikoordinir Ubadillah dan Hasrun Altebas ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan anggota Polres Sumbawa. Dalam aksinya, massa sempat terlibat saling dorong dengan aparat kepolisian dan Satpol PP yang menghadang di depan pintu utama bangunan kantor Bupati Sumbawa. Massa berusaha merangsek masuk menemui Bupati, karena mereka menolak ditemui Kadis PU tanpa surat kuasa dari Bupati. Karena tak berhasil menembus blockade aparat, massa langsung melakukan pelemparan menggunakan tomat, gelas dan botol air mineral, bahkan bunga yang ditanam di taman depan Kantor Bupati. Seketika lantai dan dinding pintu menuju ruang kerja bupati yang sebelumnya bersih ini, berubah kotor.

Demo Kepung Bupati 1Dalam orasinya, Hasrun Altebas menilai masyarakat Batu Lanteh belum merdeka sebab sampai sekarang belum mendapat perhatian pemerintah terutama pembangunan infrastruktur jalan. Belum lagi persoalan pendidikan, kesehatan, informasi dan komunikasi yang sampai kini belum dapat diatasi pemerintah daerah sehingga masyarakat di sana jauh tertinggal dengan masyarakat di kecamatan lain meski kecamatan yang baru mekar. Padahal di era penjajahan tokoh-tokoh dari Batu Lanteh telah mengorbankan jiwa dan raganya untuk berjuang membebaskan Sumbawa dari belenggu imprialisme yang ingin merongrong jati diri daerah dan Tau Samawa. Sebut saja Baham, Syeikh Muhammad Zainuddin Bin Badui AsSumbawi, dan Brigjen Muhammad Zabur yang menjadi komandan Cakrabirawa (pengawal presiden) zaman Orde Lama.

Baca Juga  Satpol PP Sumbawa Waspadai Eksodus Kalijodo

Belum lagi, Batu Lanteh memiliki andil yang besar dalam memajukan daerah ini, seperti pendapatan dari hasil alam, pajak, hasil kopi, kemiri, kunyit bahkan menjadi pusat air bersih untuk mengatasi krisis air di wilayah Kota Sumbawa dan sekitarnya. Sayangnya, masyarakat Batu Lanteh didiskriminasikan oleh kebijakan pemerintah yang tidak memberikan maslahat bagi masyarakat. “Kami ingin menikmati jalan dihotmix, terangnya cahaya listrik dan adanya sinyal HP. Sebab dengan ini semua rakyat Batu Lanteh merasa merdeka,” teriak Ubaidillah—orator lainnya. Karena itu mereka menuntut jalan Batu Lanteh dihotmix sepanjang 20 kilometer setiap tahunnya, dilakukan peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan dan lainnya. Jika ini tidak direalisasikan, masyarakat Batu Lanteh akan memboikot pajak, PDAM dan melakukan penebangan liar.

Setelah puas berorasi, saling dorong dan melempar tomat, perwakilan massa aksi dipersilakan masuk untuk menggelar pertemuan dengan Sekda Sumbawa, Drs H Rasyidi. Pertemuan ini dilakukan setelah difasilitasi Kasat Intelkam AKP Hatta SIP dan Kabag Ops AKP Syafruddin. Tapi ketika perwakilan massa menemui Sekda di ruang kerjanya, mereka harus menelan pil pahit karena pejabat itu tidak bersedia menerima mereka. Bahkan mengusir ketiga pentolan tersebut keluar dari ruangan. Dengan rasa kecewa dan emosi yang membara, massa meninggalkan kantor Bupati menuju Gedung DPRD Sumbawa menemui wakil rakyat untuk menyampaikan aspirasi yang sama. (Jen/SR)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.